JAKARTA - Pergerakan harga emas perhiasan kembali menarik perhatian masyarakat pada Selasa.
Tidak hanya dipandang sebagai pelengkap gaya hidup, emas perhiasan juga kerap dijadikan sarana menjaga nilai aset. Oleh karena itu, memahami perkembangan harga emas perhiasan harian menjadi hal penting, baik bagi calon pembeli maupun pemilik emas yang berencana menjual kembali koleksinya.
Pada hari ini, fokus utama tertuju pada dua platform yang kerap dijadikan rujukan, yakni Raja Emas Indonesia dan Laku Emas. Keduanya menyediakan informasi harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat yang berbeda. Data ini memberikan gambaran kondisi pasar emas perhiasan sekaligus membantu masyarakat membandingkan harga beli dan harga jual secara lebih objektif.
Emas Perhiasan Tetap Jadi Pilihan Masyarakat
Emas perhiasan memiliki karakteristik unik karena memadukan nilai estetika dan nilai ekonomi. Berbeda dengan emas batangan, emas perhiasan dapat digunakan secara langsung sebagai aksesori, namun tetap memiliki nilai jual yang mengikuti harga emas dunia. Inilah yang membuat emas perhiasan tetap diminati dari waktu ke waktu.
Harga emas perhiasan bersifat dinamis dan dapat berubah beberapa kali dalam sehari. Faktor ekonomi global, pergerakan harga emas internasional, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi variabel utama yang memengaruhi fluktuasi harga tersebut. Oleh sebab itu, pemantauan harga secara berkala menjadi langkah bijak sebelum melakukan transaksi.
Harga Beli Emas Perhiasan Di Raja Emas Indonesia
Bagi masyarakat yang ingin menjual emas perhiasan, harga beli dari toko atau platform menjadi aspek krusial. Raja Emas Indonesia merilis data harga beli emas per gram per Selasa pukul 08.34 WIB. Harga ini berlaku untuk berbagai kadar karat dan dapat menjadi acuan awal sebelum menjual emas perhiasan.
Berikut harga beli emas perhiasan di Raja Emas Indonesia yang disajikan dalam poin poin sesuai kadar:
K24* Rp 2.320.000
K24 Rp 2.165.000
K23 Rp 1.906.000
K22 Rp 1.822.000
K21 Rp 1.741.000
K20 Rp 1.657.000
K19 Rp 1.574.000
K18 Rp 1.492.000
K17 Rp 1.409.000
K16 Rp 1.325.000
K15 Rp 1.244.000
K14 Rp 1.160.000
K13 Rp 1.077.000
K12 Rp 995.000
K11 Rp 912.000
K10 Rp 829.000
K9 Rp 747.000
K8 Rp 664.000
K7 Rp 580.000
K6 Rp 499.000
K5 Rp 415.000
Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar emas, semakin tinggi pula nilai jualnya. Informasi ini penting agar pemilik emas tidak salah menentukan waktu penjualan.
Harga Jual Emas Perhiasan Di Laku Emas
Selain harga beli, harga jual emas perhiasan juga menjadi perhatian utama, khususnya bagi masyarakat yang ingin membeli emas baru. Laku Emas sebagai platform jual beli emas digital memperbarui harga jual emas fisik per gram pada Selasa pukul 08.32 WIB.
Berikut rincian harga jual emas perhiasan di Laku Emas dalam bentuk poin poin:
24K 99 persen Rp 2.222.000
23K Rp 1.927.000
22K Rp 1.843.000
21K Rp 1.762.000
20K Rp 1.677.000
19K Rp 1.591.000
18K Rp 1.506.000
17K Rp 1.421.000
16K Rp 1.335.000
15K Rp 1.252.000
14K Rp 1.168.000
13K Rp 1.084.000
12K Rp 999.000
11K Rp 914.000
10K Rp 830.000
9K Rp 745.000
Harga jual ini dapat dijadikan referensi sebelum memutuskan membeli emas perhiasan, terutama untuk menyesuaikan dengan anggaran dan tujuan kepemilikan.
Perbandingan Harga Dan Strategi Transaksi
Jika dibandingkan, harga beli di Raja Emas Indonesia dan harga jual di Laku Emas menunjukkan selisih yang wajar. Selisih ini mencerminkan biaya pengolahan, margin usaha, serta faktor pasar lainnya. Bagi investor, memahami perbedaan ini penting agar tidak salah persepsi terhadap potensi keuntungan.
Strategi yang umum dilakukan adalah membeli emas perhiasan saat harga relatif rendah dan menjualnya ketika harga mengalami kenaikan. Namun, perlu diingat bahwa emas perhiasan juga memiliki komponen biaya pembuatan yang memengaruhi nilai jual kembali.
Faktor Yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Harga emas perhiasan tidak bergerak tanpa sebab. Kondisi ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, dan kebijakan suku bunga bank sentral dunia menjadi pemicu utama fluktuasi harga emas. Dalam situasi ekonomi tidak stabil, emas kerap dipilih sebagai aset lindung nilai.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga berpengaruh besar. Pelemahan rupiah cenderung membuat harga emas di dalam negeri lebih mahal. Selain itu, faktor musiman seperti meningkatnya permintaan pada momen pernikahan atau hari besar keagamaan turut memengaruhi harga emas perhiasan.
Dengan memahami seluruh faktor tersebut serta memantau harga dari sumber tepercaya seperti Raja Emas Indonesia dan Laku Emas, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Harga emas perhiasan hari ini menjadi gambaran bahwa emas tetap relevan sebagai instrumen bernilai, baik untuk gaya hidup maupun perencanaan keuangan jangka panjang.