Saham

IHSG Menguat Kembali Saham Konglomerasi Bangkit Serempak Dorong Indeks Hari Ini

IHSG Menguat Kembali Saham Konglomerasi Bangkit Serempak Dorong Indeks Hari Ini
IHSG Menguat Kembali Saham Konglomerasi Bangkit Serempak Dorong Indeks Hari Ini

JAKARTA - Perdagangan pasar saham Indonesia pada Selasa 3 Februari 2026 kembali menghadirkan optimisme bagi pelaku pasar. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menunjukkan penguatan signifikan setelah sempat bergerak fluktuatif sejak pembukaan. Sentimen positif tersebut terutama datang dari kebangkitan saham-saham konglomerasi yang kompak mencatatkan kenaikan dan menjadi penopang utama laju indeks.

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak dinamis mengikuti minat beli investor yang mulai meningkat. Meski sempat tertekan hingga menyentuh level terendah harian, indeks akhirnya mampu berbalik arah dan bertahan di zona hijau hingga sesi perdagangan berjalan. Kondisi ini mencerminkan kepercayaan pasar yang mulai pulih, khususnya terhadap saham-saham berkapitalisasi besar milik para konglomerat.

Pergerakan IHSG Selasa Siang Hari

IHSG pada perdagangan Selasa tercatat menguat 1,57 persen ke level 8.047,22. Sepanjang sesi berjalan, indeks sempat bergerak melemah hingga menyentuh level terendah di posisi 7.712,34 sebelum akhirnya kembali menguat. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi namun diiringi dengan tekanan beli yang solid.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan hingga sesi pertama mencapai 38,39 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,66 triliun. Angka tersebut mencerminkan tingginya partisipasi investor di pasar reguler. Lonjakan aktivitas ini turut mengindikasikan adanya rotasi dana ke saham-saham unggulan yang dinilai masih memiliki prospek menarik.

Saham Prajogo Pangestu Jadi Penopang Utama

Salah satu motor penggerak penguatan IHSG datang dari saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu. PT Barito Pacific Tbk tercatat menguat signifikan sebesar 7,07 persen ke level Rp 1.970 per lembar saham. Kenaikan ini menjadi sorotan karena saham tersebut termasuk konstituen dengan kapitalisasi pasar besar.

Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk juga mencatatkan penguatan sebesar 6,86 persen ke harga Rp 1.635 per lembar saham. Saham lain dalam grup yang sama, PT Petrosea Tbk, turut bergerak naik sebesar 0,83 persen ke posisi Rp 6.050 per lembar saham. Kinerja positif saham-saham ini memberikan kontribusi besar terhadap penguatan indeks secara keseluruhan.

Deretan Saham Bakrie Ikut Menghijau

Tidak hanya saham grup Prajogo, saham-saham konglomerasi Bakrie juga menunjukkan kinerja positif pada perdagangan hari ini. PT Bumi Resources Minerals Tbk tercatat menguat 1,09 persen ke level Rp 930 per lembar saham. Penguatan ini mencerminkan minat beli yang kembali masuk setelah pergerakan saham sempat tertekan sebelumnya.

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk mencatatkan kenaikan paling mencolok dengan penguatan sebesar 10 persen ke harga Rp 242 per lembar saham. Lonjakan tersebut menjadi perhatian pasar karena terjadi di tengah meningkatnya volume transaksi. Kinerja saham Bakrie ini turut menambah sentimen positif di pasar dan memperkuat laju IHSG.

Saham Grup Hapsoro Turut Mengalami Penguatan

Saham-saham milik konglomerat Hapsoro juga tidak ketinggalan mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk naik 1,90 persen ke harga Rp 1.075 per lembar saham. Kenaikan ini menunjukkan adanya minat beli yang tetap terjaga di sektor properti dan pariwisata.

Selain itu, PT Rukun Raharja Tbk menguat 5,16 persen ke posisi Rp 3.870 per lembar saham. Saham lain dalam grup yang sama, PT Raharja Energi Cepu Tbk, juga mencatatkan penguatan sebesar 5,75 persen ke level Rp 5.150 per lembar saham. Pergerakan saham-saham ini memperlihatkan sentimen positif yang merata di berbagai sektor.

Pergerakan Saham Aguan Berbeda Arah

Di sisi lain, tidak semua saham konglomerasi bergerak searah dengan penguatan IHSG. Saham milik Aguan justru mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk tercatat terkoreksi cukup dalam sebesar 12,30 persen ke harga Rp 8.900 per lembar saham.

Tekanan juga dialami oleh PT Bangun Kosambi Sukses Tbk yang melemah 15,46 persen ke level Rp 5.750 per lembar saham. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan indeks secara umum, menunjukkan adanya aksi ambil untung atau sentimen spesifik yang memengaruhi saham-saham tersebut. Perbedaan arah pergerakan ini menjadi pengingat bahwa pasar saham tetap selektif meskipun indeks bergerak naik.

Sentimen Pasar Dan Prospek Ke Depan

Penguatan IHSG pada perdagangan Selasa mencerminkan optimisme investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya milik konglomerasi. Bangkitnya saham-saham tersebut menunjukkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan dan prospek jangka menengahnya. Meski demikian, volatilitas masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG. Arah kebijakan ekonomi, kinerja emiten, serta dinamika pasar internasional akan menjadi faktor penentu lanjutan. Dengan kondisi saat ini, penguatan IHSG memberikan sinyal positif, namun strategi investasi yang cermat tetap dibutuhkan dalam menghadapi pergerakan pasar yang dinamis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index