JAKARTA - Kemenangan Inter Milan atas Cremonese pada pekan ke-23 Liga Italia seharusnya menjadi catatan positif bagi tim tamu.
Namun, hasil 2-0 yang diraih pasukan asuhan Cristian Chivu justru dibayangi insiden serius yang melibatkan kiper Cremonese, Emil Audero. Pertandingan yang digelar di Stadion Giovanni Zini, Senin dini hari WIB itu berubah menjadi sorotan setelah flare dari tribun hampir mencederai pemain.
Laga berjalan relatif normal sejak menit awal. Inter tampil dominan dan berhasil mengamankan keunggulan di babak pertama. Akan tetapi, suasana berubah tegang setelah jeda ketika aksi tidak bertanggung jawab dari tribun menciptakan situasi berbahaya di atas lapangan.
Inter Milan Amankan Tiga Poin di Babak Pertama
Inter Milan memastikan kemenangan lewat dua gol yang dicetak sebelum turun minum. Lautaro Martinez membuka keunggulan Nerazzurri, sebelum Piotr Zielinski menggandakan skor dan membawa Inter unggul nyaman 2-0. Cremonese mencoba merespons, tetapi kesulitan menembus pertahanan solid tim tamu.
Sepanjang babak pertama, laga berlangsung kondusif. Tidak ada tanda-tanda gangguan dari tribun, dan fokus sepenuhnya tertuju pada jalannya pertandingan. Inter mengontrol tempo permainan, sementara Cremonese lebih banyak bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik.
Keunggulan dua gol tersebut memberi Inter kepercayaan diri tinggi untuk mengelola laga di babak kedua. Namun, situasi yang awalnya terkendali berubah drastis hanya beberapa menit setelah restart.
Momen Mencekam di Awal Babak Kedua
Lima menit setelah babak kedua dimulai, sebuah flare tiba-tiba dilempar dari sektor suporter tamu Inter. Benda tersebut melayang ke area lapangan dan mendarat sangat dekat dengan Emil Audero, yang saat itu berada sendirian di kotak penalti Cremonese.
Flare tersebut meledak dengan suara keras tepat di dekat sang kiper. Ledakan itu sontak membuat wasit menghentikan pertandingan sementara. Asap tebal menyelimuti sebagian area lapangan, menciptakan suasana mencekam di Stadion Giovanni Zini.
Emil Audero terlihat terkejut, namun tetap berdiri dan mencoba menenangkan diri. Petugas medis segera menghampirinya untuk memastikan kondisinya aman sebelum pertandingan dilanjutkan.
Kondisi Emil Audero Usai Terkena Flare
Beruntung, Emil Audero tidak mengalami cedera serius akibat insiden tersebut. Kiper timnas Indonesia itu hanya mengalami luka kecil dan bekas terbakar ringan di kakinya. Setelah mendapatkan penanganan singkat, Audero memutuskan untuk tetap melanjutkan pertandingan.
Keputusan Audero untuk bertahan di lapangan mendapat apresiasi, mengingat situasi yang dialaminya cukup berbahaya. Ia kembali mengawal gawang Cremonese hingga laga usai, meski jelas insiden itu meninggalkan trauma tersendiri.
Keberanian Audero juga membantu pertandingan dapat dilanjutkan tanpa penundaan panjang. Namun, gangguan dari tribun belum sepenuhnya berhenti pada momen tersebut.
Kericuhan Berlanjut dan Pelaku Terungkap
Beberapa menit setelah laga dilanjutkan, ledakan lain kembali terdengar dari arah tribun. Kali ini, flare tidak jatuh dekat pemain, tetapi tetap memicu kepanikan. Keributan terjadi di antara suporter Inter di sektor tandang.
Banyak suporter Inter sendiri marah kepada pelaku. Mereka menyadari tindakan tersebut membahayakan pemain dan berpotensi membuat pertandingan dihentikan atau bahkan berujung sanksi berat bagi klub.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, kemudian melaporkan bahwa pelaku pelemparan flare telah teridentifikasi. Ia disebut datang ke rumah sakit di Cremona dengan kondisi tangan cedera parah.
Akibat flare kedua yang dilemparkannya, pelaku dilaporkan kehilangan tiga jari. Ia dipastikan akan ditangkap dan mendapat larangan masuk stadion. Otoritas setempat masih mempertimbangkan sanksi tambahan, termasuk kemungkinan pelarangan seluruh suporter Inter untuk laga tandang.
Kecaman Keras dari Presiden Inter Milan
Insiden tersebut langsung menuai kecaman dari manajemen Inter Milan. Presiden klub, Beppe Marotta, menyampaikan sikap tegas terhadap aksi tidak terpuji itu. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai olahraga yang dijunjung tinggi klub.
“Saya dengan tegas mengecam apa yang terjadi hari ini: itu adalah tindakan tidak masuk akal yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai olahraga, nilai-nilai yang kami tanamkan dan junjung sejak level tim muda,” kata Marotta di situs resmi Inter.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Inter tidak mentoleransi perilaku suporter yang membahayakan keselamatan pemain. Klub juga disebut siap bekerja sama dengan otoritas untuk memastikan pelaku mendapat sanksi setimpal.
Kemenangan Inter atas Cremonese pun akhirnya terasa pahit. Tiga poin tetap diraih, tetapi insiden flare yang menimpa Emil Audero menjadi pengingat serius akan pentingnya keamanan stadion. Liga Italia kembali dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga keselamatan pemain dan sportivitas pertandingan di tengah atmosfer sepak bola yang penuh emosi.