Minyak

Infrastruktur Energi Pertamina Diperkuat Lewat Kedatangan Minyak Mentah Aljazair Nasional

Infrastruktur Energi Pertamina Diperkuat Lewat Kedatangan Minyak Mentah Aljazair Nasional
Infrastruktur Energi Pertamina Diperkuat Lewat Kedatangan Minyak Mentah Aljazair Nasional

JAKARTA - Kedatangan pasokan minyak mentah dari luar negeri kembali menegaskan kesiapan Indonesia menjaga keberlanjutan energi nasional. 

PT Pertamina (Persero) merealisasikan pengiriman satu juta barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, ke Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi. Keberhasilan ini ditandai dengan sandarnya kapal MT Spyros di perairan selatan Cilacap setelah menempuh perjalanan laut lebih dari satu bulan.

Pengiriman tersebut bukan sekadar aktivitas logistik biasa, melainkan refleksi kesiapan infrastruktur energi nasional dalam menerima, mengelola, dan mengolah pasokan minyak mentah secara terintegrasi. Kehadiran minyak mentah dari wilayah kerja Pertamina di Aljazair menjadi bukti nyata bahwa operasional hulu hingga hilir mampu berjalan selaras demi kepentingan energi dalam negeri.

Pasokan Minyak Mentah dari Afrika Utara

Minyak mentah yang tiba di Cilacap berasal dari Wilayah Kerja Migas yang dikelola Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP), anak usaha Subholding Upstream Pertamina. Pengapalan ini menunjukkan konsistensi kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di kawasan Afrika Utara yang dikenal memiliki karakter operasional kompleks.

Keberhasilan pengiriman ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina dalam mengoptimalkan sumber daya migas luar negeri untuk mendukung kebutuhan nasional. Dengan memanfaatkan aset yang dikelola sendiri, Pertamina mampu mengamankan pasokan energi secara berkelanjutan dan lebih terukur.

Langkah ini juga mencerminkan upaya diversifikasi sumber pasokan minyak mentah agar Indonesia tidak bergantung pada satu wilayah tertentu, sehingga ketahanan energi nasional menjadi lebih kuat.

Perjalanan Panjang dan Kesiapan Infrastruktur

Kapal MT Spyros memulai pelayaran sejak 24 Desember 2025 dan menempuh perjalanan laut lebih dari satu bulan sebelum akhirnya bersandar di Cilacap. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room Refinery Unit IV Cilacap untuk memastikan proses bongkar muat berjalan aman, terpantau, dan terintegrasi.

Kehadiran kapal ini menegaskan kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima pasokan minyak mentah skala besar. Sistem pemantauan yang terhubung langsung ke pusat kendali kilang menunjukkan profesionalisme dan keandalan operasional dalam menjaga keselamatan serta efisiensi proses.

Proses penerimaan kargo perdana ini juga menjadi bukti bahwa infrastruktur kilang nasional mampu mendukung peningkatan pasokan minyak mentah dari luar negeri tanpa mengganggu stabilitas operasional.

Pengawasan Terintegrasi dari Tiga Lokasi

Kegiatan penerimaan minyak mentah ini disaksikan secara terhubung dari tiga lokasi utama, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room RU IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair. Pengawasan lintas lokasi ini menunjukkan pemanfaatan sistem komunikasi dan koordinasi yang terintegrasi.

Pendekatan tersebut memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan lingkungan. Selain itu, keterhubungan tiga lokasi mencerminkan kesiapan sumber daya manusia Pertamina dalam mengelola operasi lintas negara secara simultan.

Model pengawasan seperti ini menjadi bagian dari transformasi operasional Pertamina yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses bisnis strategis.

Babak Baru Operasi Pertamina di Aljazair

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa pengiriman minyak mentah ini menandai babak baru operasi Pertamina di Afrika Utara. Hal tersebut sejalan dengan perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional hingga 25 tahun ke depan.

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta (31/1/2026).

Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada penguatan pasokan energi, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia dalam peta energi global melalui pengelolaan aset migas yang berkelanjutan.

Sinergi Antar Entitas Pertamina

Simon juga menekankan bahwa pengapalan minyak mentah dari Aljazair mencerminkan kuatnya sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina. Proses ini melibatkan PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengangkutan, serta Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola kilang dalam negeri.

“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.

Kolaborasi lintas entitas ini menjadi kunci keberhasilan operasional, sekaligus menunjukkan efektivitas transformasi organisasi Pertamina dalam mendukung target strategis nasional.

Apresiasi dan Komitmen Keberlanjutan

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh Perwira Pertamina yang terlibat dalam pengiriman minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan komitmen tinggi seluruh jajaran.

“Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.

Ia menilai peristiwa ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. “Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” pungkas Iriawan.

Keberhasilan pengiriman minyak mentah dari Aljazair ini menjadi simbol penguatan infrastruktur dan ketahanan energi nasional, sekaligus menegaskan komitmen Pertamina dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index