BEI

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Pjs Dirut Jamin Operasional Bursa Tetap Stabil

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Pjs Dirut Jamin Operasional Bursa Tetap Stabil
BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Pjs Dirut Jamin Operasional Bursa Tetap Stabil

JAKARTA - Pergantian kepemimpinan sementara di PT Bursa Efek Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika pasar modal nasional. 

Otoritas bursa memastikan langkah transisi dilakukan sesuai mekanisme internal agar tidak mengganggu jalannya perdagangan. Penunjukan pejabat sementara dinilai sebagai upaya menjaga kesinambungan manajemen sekaligus memastikan kepercayaan publik terhadap institusi pasar modal tetap terjaga.

PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi telah menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama. Keputusan ini diambil melalui rapat direksi dan langsung berlaku efektif, sambil menunggu proses administratif pengunduran diri direktur utama sebelumnya diselesaikan secara resmi.

Penunjukan Melalui Rapat Direksi

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Sunandar menjelaskan bahwa penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Direktur Utama ditetapkan melalui proses rapat direksi. Rapat tersebut dilaksanakan pada Jumat pekan lalu dan menghasilkan keputusan internal yang langsung dijalankan manajemen.

“Sementara penggantinya itu, Pak Jeffrey (Hendrik). Keputusan radir,” ujar Sunandar kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, Selasa. Pernyataan ini menegaskan bahwa penunjukan dilakukan sesuai tata kelola perusahaan.

Sunandar menambahkan, langkah ini diambil untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan normal. BEI ingin memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan yang berpotensi memengaruhi operasional bursa.

Proses Pengunduran Diri Masih Berjalan

Sunandar mengungkapkan bahwa pengunduran diri Direktur Utama BEI sebelumnya masih berada dalam tahap proses. Setelah seluruh mekanisme administratif selesai, pengalihan kepemimpinan kepada Jeffrey Hendrik akan diumumkan secara resmi kepada publik.

“Nah, cuman kan mekanisme pengunduran dirinya harus nanti, berproses, yang Dirutnya,” ujar Sunandar. Ia menegaskan bahwa proses ini membutuhkan waktu sesuai ketentuan yang berlaku di internal BEI.

Selama proses tersebut berlangsung, Jeffrey Hendrik menjalankan tugas sebagai pejabat sementara. Skema ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pengambilan keputusan strategis.

Masa Jabatan Hingga RUPST

BEI menyampaikan bahwa jabatan Pejabat Sementara Direktur Utama akan diemban oleh Jeffrey Hendrik hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. RUPST BEI dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.

“Iya, pergantian (RUPST),” ujar Sunandar menegaskan. Dengan demikian, posisi tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali dalam forum resmi pemegang saham.

Mekanisme ini sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan. Penetapan pimpinan definitif akan ditentukan melalui keputusan RUPST sesuai aturan yang berlaku.

Penetapan Efektif Sejak Jumat

Sunandar memastikan bahwa penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Direktur Utama telah berlaku efektif sejak Jumat pekan lalu. Sejak tanggal tersebut, Jeffrey sudah menjalankan peran kepemimpinan sementara di BEI.

“Sudah (Jumat),” ujar Sunandar singkat. Penetapan ini memberikan kepastian hukum dan operasional bagi manajemen BEI.

Dengan efektifnya penunjukan tersebut, seluruh proses bisnis dan layanan BEI tetap berjalan tanpa jeda. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.

Pengumuman Sebelum Pembukaan Bursa

Sebelumnya, BEI menyatakan akan mengumumkan penunjukan Pjs Direktur Utama sebelum jam pembukaan perdagangan bursa pada Senin. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.

“Akan diumumkan Pjs Dirut-nya sebelum dibukanya perdagangan Senin,” ujar Kautsar. Langkah ini dilakukan agar pelaku pasar memperoleh informasi resmi sebelum aktivitas perdagangan dimulai.

Dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Sabtu malam, BEI diwakili oleh Jeffrey Hendrik. Pada saat itu, ia masih disebut menjabat sebagai Direktur Pengembangan.

Komitmen Jaga Operasional dan Tata Kelola

Dalam konferensi pers tersebut, Jeffrey Hendrik memastikan bahwa operasional BEI tetap berjalan secara normal. Ia menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan manajemen tidak akan terganggu oleh transisi kepemimpinan.

“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey.

Pernyataan ini menegaskan fokus BEI pada keberlanjutan institusi. Manajemen berupaya memastikan kepercayaan investor tetap terjaga meski terjadi pergantian pimpinan sementara.

Dengan penunjukan Pjs Direktur Utama, BEI berharap stabilitas pasar modal tetap terpelihara. Transisi kepemimpinan diharapkan menjadi bagian dari proses organisasi yang profesional dan transparan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index