JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA memasuki awal tahun dengan fokus kuat pada kesiapan operasional dan arah pertumbuhan jangka menengah.
Perusahaan tambang ini memproyeksikan peningkatan produksi emas pada tahun 2026 sambil menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB. Langkah tersebut mencerminkan strategi kehati-hatian yang tetap agresif dalam memanfaatkan peluang komoditas.
Target produksi emas Grup Merdeka pada 2026 dipatok di kisaran 180.000 hingga 205.000 ounces. Angka ini diharapkan berasal dari kontribusi Tambang Emas Pani yang bersiap memasuki fase produksi serta kinerja berkelanjutan dari Tambang Tujuh Bukit. Manajemen menilai kombinasi dua aset tersebut menjadi penopang utama kesinambungan bisnis emas perusahaan.
Di sisi lain, operasional nikel yang berada di bawah naungan PT Merdeka Battery Materials Tbk juga telah menetapkan sasaran produksi dengan status menunggu RKAB. Seluruh rencana tersebut disusun untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi, arus kas, dan ketahanan laba di tengah dinamika pasar komoditas global.
Arah Produksi Emas Tahun Mendatang
MDKA menegaskan bahwa target produksi emas 2026 bukan sekadar proyeksi, melainkan hasil perencanaan yang disiapkan secara bertahap. Tambang Emas Pani diproyeksikan mulai berkontribusi signifikan setelah melalui rangkaian proses commissioning yang intensif. Kehadiran aset baru ini memperkuat fondasi produksi perusahaan.
Tambang Tujuh Bukit tetap menjadi tulang punggung produksi emas dengan kinerja yang stabil. Operasi yang telah matang memungkinkan optimalisasi berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi dan disiplin penambangan. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga konsistensi volume sekaligus kualitas produksi.
Kombinasi antara aset yang telah beroperasi dan proyek yang memasuki tahap awal produksi memberikan fleksibilitas bagi MDKA. Perusahaan memiliki ruang untuk menyesuaikan strategi produksi sesuai dengan kondisi pasar serta kebijakan yang berlaku dari regulator.
Strategi Nikel Dukung Skala Usaha
Selain emas, bisnis nikel menjadi pilar penting dalam strategi pertumbuhan MDKA. Operasi nikel menargetkan produksi saprolit dan limonit dalam volume besar guna mendukung peningkatan skala usaha. Seluruh target tersebut masih menunggu persetujuan RKAB sebagai prasyarat utama operasional.
Manajemen menetapkan sasaran ini untuk memperkuat arus kas dan menjaga ketahanan laba di tengah fluktuasi harga komoditas. Dengan volume produksi yang lebih besar, perusahaan berharap dapat mengoptimalkan biaya dan meningkatkan daya saing di rantai pasok global.
Pengembangan fasilitas pengolahan hilir seperti proyek NPI, AIM, dan HPAL terus berjalan sesuai rencana. Langkah ini mempertegas posisi Grup Merdeka sebagai pemain terintegrasi dalam rantai nilai bahan baku baterai, sekaligus mendukung peran Indonesia dalam transisi energi global.
Kinerja Operasional Sepanjang Tahun Berjalan
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode pelaksanaan yang disiplin dengan capaian yang solid. Perusahaan mampu memajukan platform pertumbuhan sambil menjaga stabilitas operasional di seluruh portofolio hingga kuartal terakhir tahun tersebut.
“Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel kami, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” pungkas dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (3/2/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan manajemen terhadap kesiapan perusahaan menghadapi fase ekspansi. Disiplin operasional dipandang sebagai kunci dalam menjaga kepercayaan investor dan mitra usaha.
Capaian Keuangan Dan Produksi Emas
Sepanjang 2025, MDKA membukukan pendapatan tidak diaudit sebesar US$ 1,89 miliar. Kinerja ini mencerminkan kontribusi emas yang kuat dan portofolio operasi yang terdiversifikasi, meskipun terdapat tekanan pada pendapatan nikel dan tembaga akibat lingkungan komoditas yang menantang.
Di segmen emas, Tambang Emas Tujuh Bukit mencatat produksi 103.156 ounces sepanjang tahun buku 2025. Capaian tersebut didukung oleh kinerja penambangan yang konsisten, optimalisasi armada, serta disiplin operasional yang terjaga.
Penjualan emas MDKA tercatat mencapai 104.168 ounces dengan harga jual rata-rata US$ 3.138 per ons. Kenaikan harga jual secara tahunan mendorong peningkatan margin dan arus kas, sehingga memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Proyek Baru Dan Diversifikasi Portofolio
Tambang Emas Pani yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk mencatat sejumlah tonggak penting selama kuartal terakhir 2025. Kegiatan penambangan, penghancuran bijih, hingga penumpukan di area heap leach pad telah berjalan sesuai rencana.
Proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery juga menunjukkan kemajuan signifikan. Kondisi ini memposisikan Tambang Pani untuk memasuki tahap irigasi dan produksi emas perdana pada kuartal pertama 2026.
Di sisi lain, tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral mencatat pertumbuhan produksi yang kuat sepanjang 2025. Tambang Tembaga Wetar serta Proyek Tembaga Tujuh Bukit juga menunjukkan kemajuan studi dan evaluasi pengembangan jangka panjang. Seluruh pencapaian tersebut memberikan visibilitas yang kuat terhadap pertumbuhan produksi MDKA pada 2026.