Penjualan Listrik PLN Tumbuh Positif Capai 317,69 TWh Sepanjang Tahun 2025 Nasional

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:00:06 WIB
Pertumbuhan konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat pulih dan bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di berbagai sektor

JAKARTA - Pertumbuhan konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat pulih dan bergeraknya kembali aktivitas ekonomi di berbagai sektor. 

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha justru menunjukkan tren yang terus meningkat. Kondisi tersebut tercermin dari capaian kinerja PT PLN (Persero) yang berhasil membukukan penjualan listrik dalam skala besar.

Sepanjang tahun 2025, PLN mencatatkan penjualan listrik sebesar 317,69 terawatt hour atau TWh. Angka ini tumbuh 3,75 persen secara year on year dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 306,22 TWh. Pencapaian tersebut menegaskan peran strategis sektor kelistrikan sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.

Pertumbuhan konsumsi listrik ini tidak hanya mencerminkan peningkatan penggunaan energi, tetapi juga menunjukkan meningkatnya produktivitas masyarakat, industri, serta sektor bisnis. Listrik terus menjadi kebutuhan utama yang menopang berbagai kegiatan, mulai dari rumah tangga hingga sektor industri berskala besar.

Dukungan Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peningkatan konsumsi listrik nasional tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah serta sinergi lintas lembaga. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan sektor ketenagalistrikan di tengah tantangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Selain itu, kebijakan tersebut juga berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkesinambungan.

Dalam situasi global yang fluktuatif, stabilitas sektor kelistrikan menjadi faktor krusial. PLN berupaya memastikan bahwa pasokan listrik tetap aman dan andal, sehingga kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

Transformasi PLN Perkuat Kesiapan

Darmawan juga menyoroti transformasi yang dijalankan PLN sejak tahun 2020. Transformasi ini dinilai telah memperkuat kesiapan perusahaan dalam merespons pertumbuhan permintaan listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada penyederhanaan proses bisnis. Lebih dari itu, PLN juga membangun budaya kerja yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan. Langkah ini memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan listrik yang semakin andal dan berkualitas.

Dengan fondasi transformasi yang kuat, PLN mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pelanggan. Inovasi dan peningkatan layanan menjadi bagian penting agar perusahaan tetap relevan dan mampu menjawab tantangan masa depan sektor energi.

Pertumbuhan Konsumsi di Berbagai Sektor

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan di berbagai sektor. Aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat yang terus menguat menjadi faktor utama di balik tren positif tersebut.

Menurut Adi, segmen rumah tangga, industri, dan bisnis menjadi kontributor utama konsumsi listrik nasional. Kondisi ini menegaskan peran listrik sebagai enabler penting bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

Meningkatnya konsumsi listrik juga mencerminkan geliat aktivitas ekonomi yang semakin luas. Dari sektor manufaktur hingga layanan digital, kebutuhan energi listrik menjadi penopang utama operasional harian.

Rumah Tangga Jadi Kontributor Terbesar

PLN mencatat sektor rumah tangga sebagai penyumbang terbesar konsumsi listrik nasional pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, konsumsi listrik rumah tangga mencapai 133,41 TWh, tumbuh 3,2 persen secara tahunan.

Angka ini setara dengan peningkatan sebesar 4,09 TWh dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi sektor rumah tangga mencapai sekitar 41,99 persen dari total penjualan listrik nasional, menunjukkan dominasi konsumsi dari masyarakat umum.

Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan peralatan listrik di rumah tangga. Perubahan gaya hidup, aktivitas berbasis digital, serta kebutuhan kenyamanan menjadi faktor pendorong utama konsumsi listrik di sektor ini.

Industri Bisnis dan Penambahan Pelanggan

Selain rumah tangga, sektor industri juga mencatatkan konsumsi listrik yang signifikan. Sepanjang 2025, konsumsi listrik industri mencapai 93,35 TWh atau tumbuh 2,5 persen secara tahunan, setara peningkatan 2,31 TWh.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam. Sementara itu, sektor bisnis mencatat konsumsi listrik sebesar 60,74 TWh, tumbuh 5,4 persen YoY atau meningkat 3,11 TWh.

Adi Priyanto menambahkan bahwa peningkatan konsumsi listrik nasional juga diiringi dengan penambahan pelanggan baru. Sepanjang 2025, PLN mencatat penambahan 3,29 juta pelanggan, sehingga total pelanggan hingga Desember 2025 mencapai 96,2 juta. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kelistrikan nasional, sekaligus menjadi tantangan bagi PLN untuk terus mengoptimalkan infrastruktur dan kualitas layanan di masa mendatang.

Terkini