JAKARTA - Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Dewa United pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 bukan sekadar agenda rutin kompetisi.
Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam, menjadi momen penting bagi kedua tim yang sedang menikmati tren positif. Konsistensi meraih poin menjadi taruhannya, sekaligus pembuktian siapa yang lebih siap menjaga stabilitas performa.
Persebaya memasuki pertandingan ini dengan rasa percaya diri tinggi. Hasil positif yang diraih dalam beberapa pekan terakhir membuat Bajul Ijo kembali diperhitungkan sebagai tim yang sulit dikalahkan. Dukungan suporter di kandang sendiri pun diyakini menjadi energi tambahan untuk menjaga momentum kebangkitan.
Di sisi lain, Dewa United datang tanpa rasa gentar. Tim asal Banten tersebut juga menunjukkan grafik performa yang terus menanjak. Dengan modal hasil meyakinkan pada laga-laga sebelumnya, duel ini diprediksi berjalan ketat dan sarat adu strategi.
Persebaya Dalam Tren Meningkat
Persebaya Surabaya sedang berada dalam periode terbaiknya musim ini. Mereka tercatat tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di semua ajang liga. Bahkan, empat laga terakhir berhasil disapu bersih dengan kemenangan beruntun, sebuah catatan yang mendongkrak posisi tim di klasemen sekaligus meningkatkan moral pemain.
Konsistensi tersebut menjadi indikasi bahwa Persebaya mulai menemukan identitas permainan yang solid. Lini pertahanan tampil lebih terorganisasi, sementara lini serang menunjukkan efektivitas yang semakin baik dalam memaksimalkan peluang. Keseimbangan antar lini membuat permainan Bajul Ijo terlihat lebih matang.
Kondisi ini jelas menjadi modal berharga saat menjamu Dewa United. Bermain di Gelora Bung Tomo, Persebaya bertekad mempertahankan tren positif dan terus menekan pesaing di papan klasemen dengan raihan poin maksimal.
Sentuhan Pelatih Bernardo Tavares
Kebangkitan Persebaya tidak lepas dari peran pelatih Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu dikenal memiliki pendekatan disiplin dan detail dalam membangun organisasi tim. Di bawah arahannya, Persebaya tampil lebih rapi saat bertahan dan agresif ketika menyerang.
Tavares juga piawai menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan asing. Ia menuntut intensitas tinggi sepanjang laga, terutama ketika bermain di kandang sendiri. Filosofi ini membuat Persebaya tampil konsisten dan sulit kehilangan fokus dalam tekanan pertandingan.
“Mereka memiliki pemain-pemain bagus. Semua orang tahu bahwa Dewa adalah tim yang jika menginginkan pemain, mereka akan merekrut pemain tersebut karena mereka tidak memiliki masalah keuangan,” kata Tavares. Pernyataan tersebut menunjukkan kewaspadaan sang pelatih terhadap kekuatan lawan.
Peran Pemain Kunci Bajul Ijo
Kehadiran Francisco Rivera menjadi salah satu faktor penting dalam permainan Persebaya. Gelandang kreatif asal Meksiko itu berperan sebagai pengatur tempo sekaligus kreator serangan. Rivera mampu memberikan variasi lewat umpan terobosan, tendangan jarak jauh, hingga pergerakan cerdas di antara lini lawan.
Selain Rivera, kontribusi pemain asing lain juga patut diperhitungkan. Kombinasi Bruno Paraiba dan Gali Freitas di lini depan membuat serangan Persebaya lebih variatif dan sulit ditebak. Keduanya memiliki kecepatan serta naluri mencetak gol yang bisa menjadi pembeda.
Dengan dukungan lini tengah yang solid, Persebaya berpeluang mendominasi penguasaan bola. Namun, efektivitas penyelesaian akhir tetap menjadi kunci agar peluang yang tercipta benar-benar berbuah gol.
Dewa United Datang Dengan Ancaman
Dewa United tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim ini perlahan menunjukkan permainan yang semakin matang dan konsisten dalam beberapa laga terakhir. Hasil positif yang diraih membantu mereka memperbaiki posisi di klasemen sementara dan meningkatkan kepercayaan diri tim.
Performa tersebut tidak terlepas dari sentuhan pelatih Jan Olde Riekerink. Pelatih asal Belanda itu dikenal dengan filosofi permainan menyerang berbasis penguasaan bola. Pendekatan ini membuat Dewa United berani bermain terbuka, bahkan saat tampil sebagai tim tamu.
“Sejak laga terakhir, kami mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini hanya soal waktu hingga kami mendapatkan poin secara konsisten dan kembali ke performa yang seharusnya,” ujar Riekerink. Pernyataan ini menegaskan optimisme Dewa United jelang laga penting ini.
Adu Strategi dan Prediksi Susunan Pemain
Menghadapi Persebaya, Dewa United diprediksi tetap mengusung gaya bermain progresif. Mereka tidak akan sekadar bertahan, melainkan mencoba mencuri momentum lewat transisi cepat dan pressing terukur. Duel di lini tengah diyakini menjadi kunci untuk menentukan alur permainan.
Kekuatan Dewa United juga bertumpu pada pemain asing yang sedang berada dalam performa terbaik. Salah satu legiun asing anyar bahkan baru saja mencetak brace pada pekan lalu, menunjukkan ketajaman yang patut diwaspadai oleh pertahanan Persebaya.
Adapun prediksi susunan pemain yang kemungkinan diturunkan adalah sebagai berikut.
Persebaya (4-3-3): Ernando Ari (kiper); Catur Pamungkas, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Jefferson (belakang); Toni Firmansyah, Milos Raickovic, Francisco Rivera (tengah); Gali Freitas, Malik Risaldi, Bruno Paraiba (depan).
Pelatih: Uston Nawawi (caretaker).
Persijap Jepara (4-3-3): Rodrigo Moura (kiper); Rahmat Hidayat, Diogo Brito, Douglas Cruz, Firman Ramadhan (belakang); Wahyudi Hamisi, Fadillah, Gomez (tengah); Indra Arya, Rosalvo Junior, Sudi Abdallah (depan).
Pelatih: Divaldo Alves.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama stabil, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Konsistensi, efektivitas, dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penentu hasil akhir di Gelora Bung Tomo.