Infrastruktur

Anggaran Infrastruktur Denpasar 2026 Capai Rp270 Miliar Untuk Penataan Kota

Anggaran Infrastruktur Denpasar 2026 Capai Rp270 Miliar Untuk Penataan Kota
Anggaran Infrastruktur Denpasar 2026 Capai Rp270 Miliar Untuk Penataan Kota

JAKARTA - Komitmen memperbaiki wajah kota kembali ditegaskan Pemerintah Kota Denpasar dengan menyiapkan anggaran besar pada 2026. 

Dana sekitar Rp270 miliar dialokasikan khusus untuk penanganan infrastruktur. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat kualitas ruang perkotaan.

Fokus pembiayaan diarahkan pada perbaikan jalan kota, trotoar, dan penataan drainase di sejumlah wilayah. Pemerintah ingin memastikan mobilitas warga semakin lancar serta risiko genangan saat musim hujan dapat ditekan. Infrastruktur yang tertata rapi dinilai menjadi fondasi utama kenyamanan kota.

Kebijakan tersebut juga mencerminkan upaya berkelanjutan dalam membangun sistem perkotaan yang aman dan terintegrasi. Penataan tidak hanya menyasar badan jalan sebagai jalur kendaraan. Area pedestrian serta sistem saluran air menjadi bagian penting dalam perencanaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, Kamis 26 Februari, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan agar lebih aman, nyaman, dan tertata.

Fokus Perbaikan Jalan Dan Drainase

Anggaran Rp270 miliar tersebut akan difokuskan untuk perbaikan jalan kota dan trotoar. Selain itu, penataan drainase di sejumlah titik menjadi prioritas penting. Perbaikan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga pedestrian dan sistem saluran air guna mengantisipasi genangan saat musim hujan.

Langkah tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap infrastruktur berkualitas. Jalan yang baik akan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi. Sementara drainase yang tertata membantu mengurangi potensi banjir dan kerusakan jalan.

Penanganan infrastruktur ini dirancang secara menyeluruh. Pemerintah tidak ingin sekadar melakukan tambal sulam. Setiap pekerjaan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi tata kelola kota.

Dengan pendekatan terintegrasi, kualitas ruang publik juga akan meningkat. Warga dapat merasakan kenyamanan saat berkendara maupun berjalan kaki. Hal ini menjadi bagian dari transformasi wajah Denpasar sebagai kota yang semakin modern.

Penataan Kawasan Jalan Danau Tamblingan

Salah satu proyek lanjutan dilakukan di kawasan Jalan Danau Tamblingan. Setelah tahap sebelumnya dikerjakan dari Simpang Meduri hingga Simpang Cemara, pada 2026 pekerjaan dilanjutkan menuju Danau Poso hingga terhubung ke Bypass Ngurah Rai.

Penataan meliputi peningkatan kualitas jalan, pembangunan trotoar, drainase, serta penataan lampu penerangan dengan konsep yang seragam. Konsep keseragaman ini bertujuan menciptakan estetika kawasan yang lebih tertata. Infrastruktur yang baik juga akan mendukung sektor pariwisata dan perdagangan.

Penyambungan hingga Bypass Ngurah Rai diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah. Arus kendaraan yang lebih tertib akan mengurangi kemacetan di titik tertentu. Kawasan tersebut menjadi salah satu koridor penting di Denpasar.

Penataan bertahap menunjukkan komitmen pemerintah menjaga kesinambungan pembangunan. Proyek yang telah dimulai pada tahap sebelumnya tidak berhenti di tengah jalan. Perluasan cakupan pekerjaan dilakukan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

Pembenahan Pusat Kota Dan Kawasan Perdagangan

Selain di Jalan Danau Tamblingan, penanganan infrastruktur juga dilakukan di kawasan pusat kota. Beberapa paket pekerjaan mencakup pembenahan pedestrian, drainase, dan penataan kawasan perdagangan. Tujuannya agar area tersebut lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat.

Kawasan pusat kota memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi. Karena itu, kualitas trotoar dan saluran air sangat menentukan kenyamanan pengunjung maupun pelaku usaha. Penataan yang baik diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pembenahan pedestrian juga memberikan ruang aman bagi pejalan kaki. Pemerintah ingin memastikan fasilitas publik dapat diakses semua kalangan. Konsep kota ramah pejalan kaki menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang.

Drainase yang diperbaiki secara sistematis akan mengurangi genangan di pusat aktivitas warga. Hal ini penting terutama saat curah hujan meningkat. Dengan sistem saluran yang baik, risiko gangguan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan.

Perluasan Program Ke Denpasar Utara Dan Timur

Program serupa turut menyasar wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Timur. Sebanyak sembilan paket pekerjaan dirancang dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2027. Perencanaan bertahap memungkinkan penyesuaian dengan kemampuan anggaran daerah.

Pemkot menargetkan peningkatan kualitas jalan kota dapat tuntas pada 2027. Target ini menunjukkan adanya rencana kerja yang terukur dan berkelanjutan. Setiap tahapan diharapkan memberikan progres signifikan terhadap kondisi infrastruktur.

Sementara itu, perbaikan jalan lingkungan tetap dilaksanakan secara bertahap sesuai skala prioritas. Pemerintah mempertimbangkan tingkat kerusakan dan urgensi kebutuhan warga. Pendekatan ini dilakukan agar penggunaan anggaran lebih efektif.

Melalui alokasi Rp270 miliar pada 2026, Pemerintah Kota Denpasar menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Penataan jalan, trotoar, dan drainase menjadi kunci menciptakan kota yang lebih tertib dan nyaman. Dengan perencanaan berkelanjutan hingga 2027, diharapkan wajah Denpasar semakin modern dan mampu menjawab kebutuhan masyarakatnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index