BMKG

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif Picu Hujan Lebat Sejumlah Wilayah

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif Picu Hujan Lebat Sejumlah Wilayah
BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis Aktif Picu Hujan Lebat Sejumlah Wilayah

JAKARTA - Aktivitas cuaca di sekitar Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi kemunculan beberapa sistem atmosfer yang berpotensi memengaruhi kondisi hujan dan gelombang laut. 

Melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta, BMKG memantau tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia dan berkontribusi terhadap dinamika cuaca nasional.

Pemantauan tersebut dilakukan per 3 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Tiga bibit siklon tropis yang terdeteksi masing-masing diberi kode 98P, 92S, dan 94W. Meski belum menunjukkan potensi tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat, keberadaan ketiganya dinilai mampu memicu dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan.

BMKG Jelaskan Kondisi Umum Bibit Siklon Tropis

BMKG menyampaikan bahwa ketiga bibit siklon tropis tersebut saat ini masih berada dalam kategori berpeluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis. Informasi ini disampaikan melalui kanal resmi BMKG, termasuk akun media sosial @infobmkg, sebagai bentuk peringatan dini bagi masyarakat.

Walaupun peluang pembentukan siklon tropis dinilai kecil dalam 24 jam ke depan, sistem-sistem ini tetap memengaruhi pola cuaca di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan bersifat tidak langsung, terutama terhadap peningkatan curah hujan dan kondisi cuaca maritim di beberapa perairan strategis.

Masyarakat di wilayah pesisir dan pelaku aktivitas kelautan diminta untuk terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca. Kondisi atmosfer yang dinamis berpotensi berubah dengan cepat, sehingga kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.

Perkembangan Bibit Siklon Tropis 98P

Bibit siklon tropis dengan kode 98P terpantau mulai terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Sistem ini sempat melemah, namun kemudian kembali menunjukkan penguatan. Saat ini, posisinya berada di selatan wilayah Nusa Tenggara dan bergerak menjauhi Indonesia menuju arah barat daya, mendekati wilayah utara Australia.

BMKG menilai peluang bibit 98P untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih tergolong rendah. Meski demikian, dampak tidak langsung dari sistem ini tetap dirasakan di beberapa wilayah.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Maluku bagian Tenggara. Selain itu, angin kencang juga diprakirakan melanda Nusa Tenggara Timur. Dari sisi maritim, bibit 98P turut memicu gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di Laut Sawu, perairan Kepulauan Letti hingga Sermata, perairan Kepulauan Babar Tanimbar, serta perairan Kepulauan Kai Aru.

Sementara itu, gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur dan Laut Arafuru.

Dampak Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia

Bibit siklon tropis 92S teridentifikasi terbentuk pada 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB. Lokasinya berada di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung. Dalam kurun 24 jam ke depan, peluangnya untuk berkembang menjadi siklon tropis juga dinyatakan rendah oleh BMKG.

Pergerakan bibit 92S diprakirakan menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat. Meski demikian, sistem ini tetap memberikan dampak terhadap kondisi laut di sekitarnya.

Gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah tersebut, sehingga masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada.

Pengaruh Bibit Siklon Tropis 94W di Wilayah Timur

Bibit siklon tropis ketiga yang dipantau BMKG adalah 94W. Sistem ini mulai terdeteksi sejak 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di sekitar wilayah utara Papua. Seperti dua bibit lainnya, peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan juga dinilai rendah.

Arah pergerakan bibit 94W diprakirakan menjauhi Indonesia ke arah barat laut. Kendati demikian, pengaruh tidak langsung dari sistem ini cukup signifikan terhadap kondisi cuaca di wilayah timur Indonesia.

Potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Maluku Utara. Selain itu, angin kencang juga berpeluang terjadi di wilayah-wilayah tersebut. Dari sisi kelautan, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku Papua, perairan utara Halmahera, perairan Raja Ampat, serta perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud.

Imbauan Kewaspadaan Dari BMKG

BMKG menegaskan bahwa meskipun ketiga bibit siklon tropis tersebut belum berpotensi tinggi menjadi siklon tropis, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan, khususnya bagi aktivitas maritim.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terkini. Pemantauan informasi cuaca secara berkala sangat dianjurkan agar risiko dapat diminimalkan.

BMKG juga mengingatkan bahwa dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini sebaiknya selalu dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.

Akses Informasi Resmi Cuaca Terkini

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat terkait perkembangan bibit siklon tropis, BMKG mengajak masyarakat mengakses kanal resmi yang telah disediakan. Informasi pemantauan siklon tropis dapat diakses melalui situs resmi https://tropicalcyclone.bmkg.go.id maupun kanal komunikasi resmi BMKG lainnya.

Dengan memahami kondisi cuaca dan potensi risikonya, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi dampak yang mungkin timbul. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan di tengah dinamika cuaca yang masih berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index