Transportasi

Tren Transportasi Umum Jakarta Januari 2026 Meningkat Cerminkan Perubahan Mobilitas Warga

Tren Transportasi Umum Jakarta Januari 2026 Meningkat Cerminkan Perubahan Mobilitas Warga
Tren Transportasi Umum Jakarta Januari 2026 Meningkat Cerminkan Perubahan Mobilitas Warga

JAKARTA - Perubahan pola mobilitas warga Jakarta mulai terlihat jelas pada awal 2026. 

Data terbaru menunjukkan penggunaan transportasi umum di Ibu Kota mengalami peningkatan secara tahunan pada Januari 2026. Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa minat masyarakat terhadap angkutan massal terus tumbuh, seiring upaya perbaikan layanan dan integrasi moda transportasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat kenaikan jumlah penumpang pada tiga moda utama, yakni Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Kenaikan tersebut memperkuat sinyal positif terhadap pergeseran kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Meski demikian, dinamika bulanan tetap terjadi dan mencerminkan pola mobilitas yang fluktuatif.

Kenaikan Tahunan Pengguna Transportasi Massal

BPS DKI Jakarta melaporkan bahwa jumlah penumpang Transjakarta meningkat 13,04 persen secara tahunan. MRT Jakarta juga mencatat pertumbuhan sebesar 13,00 persen, sementara LRT Jakarta mengalami peningkatan paling tinggi, yakni 17,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam penggunaan transportasi publik.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa peningkatan tahunan tersebut mencerminkan semakin besarnya ketergantungan masyarakat terhadap angkutan umum. Menurutnya, berbagai perbaikan layanan dan perluasan jangkauan turut berperan dalam mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal yang lebih efisien.

Peningkatan tahunan ini dinilai penting karena menggambarkan perubahan perilaku jangka panjang. Masyarakat mulai melihat transportasi umum sebagai pilihan utama dalam menunjang aktivitas sehari-hari, terutama di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta.

Dinamika Bulanan Transjakarta Dan MRT Jakarta

Meski mencatat kenaikan secara tahunan, BPS juga menemukan adanya penurunan jumlah penumpang secara bulanan pada beberapa moda. Transjakarta, misalnya, mengalami penurunan sekitar 0,81 persen dibandingkan November 2025. Sementara itu, MRT Jakarta turun tipis sebesar 0,10 persen pada periode yang sama.

Kadarmanto menegaskan bahwa penurunan bulanan tersebut masih tergolong wajar. Fluktuasi biasanya dipengaruhi oleh faktor musiman, perubahan aktivitas masyarakat, serta kondisi tertentu yang memengaruhi mobilitas warga. Penurunan ini tidak serta-merta mengubah tren positif secara keseluruhan.

BPS menilai, meskipun terjadi koreksi bulanan, posisi Transjakarta dan MRT Jakarta tetap kuat sebagai tulang punggung transportasi publik di Jakarta. Konsistensi layanan dan integrasi antar moda menjadi kunci menjaga minat penumpang.

Pertumbuhan Bulanan LRT Jakarta

Berbeda dengan dua moda lainnya, LRT Jakarta justru mencatat kenaikan jumlah penumpang secara bulanan. Pada Januari 2026, jumlah penumpang LRT Jakarta meningkat 3,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “Untuk LRT Jakarta secara bulanan meningkat 3,78 persen,” ujar Kadarmanto dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Kenaikan ini menunjukkan potensi LRT Jakarta sebagai moda pendukung yang semakin diminati. Peningkatan layanan dan penyesuaian operasional dinilai mampu menarik lebih banyak pengguna, khususnya di wilayah yang terlayani jalur LRT.

BPS melihat tren ini sebagai sinyal positif bagi pengembangan transportasi berbasis rel. Dengan perencanaan yang tepat, LRT Jakarta berpeluang menjadi bagian penting dari sistem transportasi terintegrasi di Ibu Kota.

Capaian Penumpang Sepanjang Tahun 2025

BPS mencatat, pada Desember 2025 jumlah penumpang Transjakarta mencapai 37,46 juta orang dan menjadi yang terbanyak di antara moda transportasi umum lainnya. Pada periode yang sama, MRT Jakarta melayani sekitar 4,06 juta penumpang, sedangkan LRT Jakarta mencatat 119.320 penumpang.

Secara kumulatif sepanjang 2025, Transjakarta mengangkut 414,35 juta penumpang. MRT Jakarta melayani 45,48 juta penumpang, sementara LRT Jakarta mencatat 1,28 juta penumpang. Angka ini menggambarkan skala peran masing-masing moda dalam melayani mobilitas warga Jakarta.

Data tersebut memperlihatkan bahwa Transjakarta masih menjadi pilihan utama masyarakat. Namun, kontribusi MRT dan LRT terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya kepercayaan publik.

Operasional Moda Dan Intensitas Perjalanan

Dari sisi operasional, jumlah bus Transjakarta yang beroperasi tercatat sebanyak 4.869 unit. Jumlah ini turun 4,02 persen secara bulanan, namun meningkat 8,66 persen secara tahunan. Peningkatan tahunan tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang dilayani.

Untuk MRT Jakarta, jumlah perjalanan pada Desember 2025 mencapai 8.215 perjalanan. Angka ini naik 4,2 persen dibandingkan November 2025 dan meningkat 0,81 persen dibandingkan Desember 2024. Sementara itu, LRT Jakarta mencatat 6.362 perjalanan, meningkat 3,95 persen secara bulanan dan 0,03 persen secara tahunan.

BPS menilai peningkatan jumlah perjalanan menunjukkan upaya operator dalam menyesuaikan kapasitas layanan dengan kebutuhan masyarakat. Intensitas perjalanan yang meningkat diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keandalan transportasi umum.

Transportasi Laut Dan Udara Ikut Berfluktuasi

Selain transportasi darat, BPS DKI Jakarta juga merilis data transportasi laut dan udara. Di Pelabuhan Tanjung Priok, jumlah penumpang berangkat pada Desember 2025 tercatat 26.342 orang. Angka ini melonjak 76,11 persen secara bulanan dan naik 26,49 persen secara tahunan.

Namun, jumlah penumpang datang tercatat 24.336 orang, turun 0,09 persen secara bulanan dan menurun 4,64 persen secara tahunan. Sementara itu, transportasi udara melalui Bandara Halim Perdanakusuma mencatat jumlah penumpang berangkat sebanyak 97.782 orang pada Desember 2025.

Angka tersebut naik 5,33 persen secara bulanan, tetapi turun signifikan 37,91 persen secara tahunan. “Pola yang sama juga terlihat pada penumpang datang yang tercatat 92.881 orang, atau naik 1,26 persen secara bulanan namun turun 39,06 persen secara tahunan,” kata Kadarmanto.

Secara umum, BPS menyimpulkan bahwa peningkatan tahunan penggunaan transportasi massal di Jakarta mencerminkan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap angkutan umum. Meski fluktuasi bulanan masih terjadi, tren jangka panjang dinilai tetap positif dan menjadi fondasi penting bagi pengembangan transportasi berkelanjutan di Ibu Kota.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index