JAKARTA - Perencanaan perjalanan mudik Lebaran 2026 masih memiliki peluang luas bagi masyarakat yang belum memesan tiket.
PT Kereta Api Indonesia Persero mencatat ketersediaan kursi masih cukup besar, terutama untuk arus balik menuju Jabodetabek. Situasi ini memberi ruang fleksibilitas bagi calon penumpang yang ingin mengatur jadwal perjalanan lebih nyaman dan terencana.
Data terbaru menunjukkan arus keberangkatan dari Jakarta menuju sejumlah kota tujuan favorit mengalami peningkatan pemesanan. Namun untuk perjalanan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ke arah barat, tingkat keterisian relatif lebih longgar. Kondisi ini membuka kesempatan bagi pemudik yang ingin kembali lebih awal atau menyesuaikan waktu pulang tanpa harus berebut kursi.
PT Kereta Api Indonesia Persero mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 dari Jakarta menuju Surabaya, Purwokerto, dan Yogyakarta menunjukkan peningkatan pemesanan. Di sisi lain, perjalanan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jabodetabek pada periode Lebaran masih tersisa banyak.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa arus perjalanan Lebaran umumnya meningkat dari Jakarta dan wilayah barat menuju Jawa Tengah serta Jawa Timur. Pada periode yang sama, perjalanan dari arah sebaliknya masih memiliki tingkat keterisian yang relatif lebih longgar.
Arus Mudik Lebih Padat Dari Jakarta
Pola perjalanan tahunan kembali terlihat pada momentum Lebaran tahun ini. Pergerakan masyarakat dari ibu kota dan wilayah barat menuju daerah asal di Jawa Tengah dan Jawa Timur cenderung lebih padat dibandingkan arah sebaliknya. Fenomena tersebut menjadi gambaran umum setiap musim mudik ketika permintaan tiket melonjak pada relasi tertentu.
“Momentum libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyusun perjalanan lebih awal. Bagi mahasiswa dan pekerja asal Jabodetabek yang saat ini berada di Yogyakarta, Semarang, Solo, maupun Surabaya, pilihan jadwal kembali masih cukup terbuka dengan tingkat keterisian yang lebih rendah,” ujar Anne.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa calon penumpang yang berada di kota-kota tujuan studi maupun kerja masih memiliki banyak opsi perjalanan kembali. Tingkat okupansi yang belum penuh memberi keleluasaan dalam memilih tanggal dan jam keberangkatan sesuai kebutuhan pribadi maupun keluarga.
Anne menambahkan, pelanggan dapat memilih tanggal dengan okupansi lebih rendah atau memanfaatkan skema connecting train untuk memperoleh kombinasi rute dan waktu keberangkatan yang sesuai kebutuhan.
Data Penjualan Hingga Akhir Februari
Hingga 26 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 1.826.091 tiket telah terjual dari total 4.103.805 tempat duduk yang disediakan. Dengan demikian, sekitar 2,27 juta tempat duduk masih tersedia bagi masyarakat yang akan merencanakan perjalanan.
Angka tersebut menggambarkan bahwa lebih dari separuh kapasitas kursi masih dapat dipesan. Artinya, masyarakat belum perlu khawatir kehabisan tiket selama melakukan pemesanan sesuai jadwal yang tersedia dan mempertimbangkan tanggal dengan okupansi lebih rendah.
Untuk KA Jarak Jauh, terjual 1.796.216 tiket dari total 3.492.205 tempat duduk atau dengan tingkat okupansi 51,44 persen. Secara rata-rata, satu arah perjalanan telah terisi sekitar separuh kapasitas, sementara arah sebaliknya pada sejumlah relasi masih memiliki ruang yang cukup terbuka.
Sementara itu, KA Lokal KAI terjual 29.875 tiket dari total 611.600 tempat duduk dengan okupansi 4,88 persen. Sebanyak 611.600 tempat duduk KA Lokal tersebut mayoritas baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga penjualannya akan terus bergerak mendekati hari perjalanan.
Tanggal Dengan Okupansi Relatif Rendah
Beberapa tanggal keberangkatan tercatat masih memiliki tingkat keterisian yang rendah untuk kereta jarak jauh. Data ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang menginginkan perjalanan lebih lengang dan fleksibel tanpa tekanan kepadatan penumpang.
1 April 2026 tercatat 16.825 tiket terjual dari 157.316 tempat duduk atau sekitar 10,70 persen. Sementara 31 Maret 2026 sebanyak 27.961 tiket terjual dari 159.190 tempat duduk atau 17,56 persen.
Pada 11 Maret 2026, tercatat 29.774 tiket terjual dari 159.152 tempat duduk atau 18,71 persen. Sedangkan 30 Maret 2026 terdapat 45.535 tiket terjual dari 159.196 tempat duduk atau 28,60 persen.
Untuk 12 Maret 2026, sebanyak 50.528 tiket terjual dari 158.950 tempat duduk atau 31,79 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pilihan tanggal dengan kursi yang tersedia cukup besar sehingga masyarakat dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan lebih leluasa.
Komitmen Kesiapan Operasional
Ketersediaan tiket yang masih luas juga diimbangi dengan kesiapan operasional perusahaan dalam menghadapi lonjakan mobilitas Lebaran. Pengelola perkeretaapian memastikan seluruh rangkaian perjalanan dipantau secara berkala guna menjamin kelancaran layanan selama masa angkutan.
KAI terus memantau pergerakan penjualan tiket dan memastikan kesiapan operasional agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan ruang mobilitas yang optimal bagi masyarakat.
Dengan kondisi keterisian yang belum sepenuhnya padat, masyarakat memiliki waktu untuk menyusun rencana perjalanan secara matang. Fleksibilitas jadwal dan pilihan rute menjadi keuntungan tersendiri dalam menghindari kepadatan berlebih sekaligus memastikan perjalanan tetap nyaman.
Momentum mudik tahun ini kembali menegaskan peran transportasi kereta api sebagai moda andalan jarak jauh. Selama ketersediaan kursi masih mencukupi dan proses administrasi berjalan sesuai tahapan, calon penumpang dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang dan terukur.