Kenapa Kepala Pusing Saat Puasa Ramadan Ini Penyebab Medisnya

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:10:58 WIB
Kenapa Kepala Pusing Saat Puasa Ramadan Ini Penyebab Medisnya

JAKARTA - Menjelang sore hari di bulan Ramadan, sebagian orang mulai merasakan kepala terasa ringan, kliyengan, bahkan sulit berkonsentrasi. 

Kondisi ini kerap muncul setelah tubuh menahan makan dan minum sejak sebelum fajar. Rasa tidak nyaman tersebut memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya penyebabnya?

Puasa Ramadan mewajibkan umat Muslim menahan asupan makanan dan minuman hingga matahari terbenam. Pada beberapa jam pertama, tubuh biasanya masih mampu beradaptasi. Namun, memasuki siang atau sore hari, energi mulai menurun dan keluhan pusing bisa muncul.

Banyak yang mengira kondisi ini semata-mata akibat lapar karena tidak ada asupan seharian. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak bisa dijadikan satu-satunya penjelasan. Ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam munculnya keluhan ini.

Untuk memahami lebih jauh, penting mengenali istilah medis serta kemungkinan penyebabnya. Dengan begitu, kamu bisa mengambil langkah pencegahan tanpa harus membatalkan puasa.

Fasting Headache dan Ciri-Cirinya

Sesaat setelah sahur, sebagian orang mungkin hanya merasa mengantuk. Aktivitas pagi hingga menjelang siang pun masih dapat dijalani dengan normal. Namun ketika waktu menunjukkan sekitar pukul 15.00, kepala mulai terasa ringan dan waktu seolah berjalan lebih lambat.

Kondisi ini dikenal sebagai fasting headache atau sakit kepala karena puasa. Penjelasan dari Cleveland Clinic menyebutkan hal ini bisa terjadi karena lapar, jeda waktu makan yang panjang, serta asupan makanan yang kurang. Risiko meningkat ketika seseorang berpuasa lebih dari 16 jam.

Nyeri yang muncul biasanya berintensitas ringan hingga sedang. Rasa tidak nyaman umumnya terasa di bagian dahi dan tidak berdenyut. Gejalanya lebih menyerupai sakit kepala tegang dibandingkan migrain.

Meski demikian, bagi individu dengan riwayat migrain, keluhan ini bisa terasa mirip serangan migrain. Semakin lama tidak makan, peluang munculnya sakit kepala meningkat, termasuk pada pola puasa lain seperti intermittent fasting.

Kabar baiknya, penelitian dalam jurnal Cephalalgia menyebutkan bahwa sakit kepala ini akan berangsung mereda dalam waktu 72 jam setelah kamu makan. Artinya, kondisi ini bersifat sementara dan dapat pulih dengan sendirinya.

Hipoglikemia dan Perdebatan Ilmiah

Salah satu dugaan penyebab pusing saat puasa adalah hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Very Well Health mengungkapkan bahwa perubahan kecil kadar gula darah pada sebagian orang dapat memengaruhi reseptor di otak. Studi dalam jurnal Current Pain and Headache Report juga mengaitkan kondisi ini dengan sakit kepala saat puasa.

Hipoglikemia terjadi ketika tubuh kekurangan glukosa sebagai sumber energi utama. Pada individu dengan susunan genetik tertentu, fluktuasi kecil saja sudah cukup memicu keluhan. Akibatnya, kepala terasa ringan atau tidak nyaman.

Namun, sebagian ahli tidak sepakat bahwa hipoglikemia menjadi penyebab utama fasting headache. Alasannya, tubuh memiliki cadangan glikogen yang bisa mempertahankan kadar gula darah normal hingga 24 jam. Bahkan, sakit kepala tetap dapat muncul meski gula darah berada dalam batas normal.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa penyebab pusing saat puasa tidak sesederhana turunnya gula darah. Kemungkinan terdapat kombinasi faktor yang saling memengaruhi pada tiap individu.

Kurang Kafein dan Risiko Dehidrasi

Bagi yang terbiasa minum kopi setiap pagi, berpuasa bisa memicu gejala putus kafein. Sakit kepala akibat kurang kafein dapat muncul sekitar 18 jam setelah konsumsi terakhir. Gejalanya mirip fasting headache, yaitu rasa tegang di kepala, bukan berdenyut.

Meski demikian, teori ini juga masih diperdebatkan. Pasalnya, orang yang tidak rutin mengonsumsi kopi pun tetap bisa mengalami pusing saat puasa. Walau begitu, peneliti mengakui kemungkinan adanya hubungan antara keduanya.

Selain itu, dehidrasi menjadi faktor lain yang patut diperhatikan. Asupan cairan dari makanan dan minuman berhenti selama puasa, sehingga tubuh berpotensi kekurangan cairan. Ketika cairan menurun, tubuh memasuki fase darurat yang dapat memicu rasa pening.

Jika kondisi ini disertai stres, keluhan bisa terasa lebih berat. Kekurangan cairan memengaruhi metabolisme serta sirkulasi darah, yang akhirnya berdampak pada munculnya sakit kepala.

Cara Mencegah Pusing Saat Puasa Ramadan

Pusing saat puasa memang mengganggu aktivitas harian. Namun, bukan berarti kamu harus langsung membatalkan puasa. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Dalam artikel dari Brandeis University dijelaskan pentingnya tidak melewatkan waktu makan ketika berbuka dan sahur. Kamu juga dapat menambahkan camilan setelah tarawih untuk memberi cadangan gula, tetapi sebaiknya tidak langsung tidur setelahnya.

Perhatikan pula komposisi makanan yang dikonsumsi. Pastikan asupan kalori cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Pilih lemak sehat dan hindari dominasi makanan tinggi karbohidrat sederhana.

Kebutuhan cairan juga harus dipenuhi, sekitar delapan gelas per hari saat waktu berbuka hingga sahur. Selain itu, kurangi konsumsi kafein secara bertahap sebelum Ramadan. Jika tetap membutuhkan kafein, cobalah teh hijau sebagai alternatif.

Jawaban pasti mengenai kenapa kepala pusing saat puasa memang belum sepenuhnya terpecahkan. Penyebabnya bisa beragam dan berbeda pada tiap individu. Meski begitu, dengan pengaturan pola makan, cairan, dan kebiasaan harian, keluhan ini dapat diminimalkan secara efektif.

Terkini