Mobil Listrik

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global
XPeng Gandeng Volkswagen Kembangkan AI Mengemudi Pintar Mobil Listrik Global

JAKARTA - Persaingan industri kendaraan listrik global memasuki babak baru dengan integrasi kecerdasan buatan dalam sistem berkendara.

Inovasi tak lagi sebatas jarak tempuh atau desain futuristis, melainkan merambah perangkat lunak pintar. Dalam konteks inilah kolaborasi strategis diumumkan oleh produsen otomotif asal China. Langkah tersebut dinilai sebagai lompatan besar dalam transformasi teknologi mobil listrik dunia.

Produsen mobil listrik asal China, XPeng mengumumkan kerja sama dengan Volkswagen Group untuk menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) mengemudi pintar untuk mobil listrik. Kolaborasi ini mempertemukan kekuatan inovasi perangkat lunak dengan jaringan otomotif global. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat adopsi sistem mengemudi cerdas. Kerja sama ini sekaligus mempertegas arah masa depan industri otomotif.

Kolaborasi ini, menjadi langkah besar, karena jenama asal Jerman tersebut, menjadi pelanggan pertama di dunia yang mengadopsi perangkat lunak AI inti Xpeng untuk jutaan kendaraannya di dunia. Keputusan ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap teknologi yang dikembangkan XPeng. Implementasinya akan dilakukan secara luas pada lini kendaraan. Dampaknya berpotensi terasa dalam skala global.

Teknologi VLA 2.0 Jadi Sorotan

Disitat dari ArenaEV, teknologi yang jadi fokus utama dari kerja sama ini, adalah sistem generasi kedua bernama VLA 2.0 (Vision-Language-Action). Sistem ini menjadi pusat pengembangan kecerdasan buatan XPeng. VLA 2.0 dirancang untuk meningkatkan kemampuan kendaraan dalam memahami situasi jalan. Kehadirannya disebut sebagai evolusi signifikan dalam sistem mengemudi otomatis.

Sistem AI ini dirancang agar mobil listrik dapat 'melihat' dan memahami lingkungan sekitar layaknya cara kerja manusia. Teknologi tersebut menggabungkan pemrosesan visual dan bahasa dalam satu sistem terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan kendaraan merespons kondisi jalan secara adaptif. Dengan demikian, pengalaman berkendara menjadi lebih cerdas dan responsif.

Uniknya, VLA 2.0 beroperasi tanpa memerlukan peta digital, sehingga mampu mengatasi jalan sempit bahkan area kampus secara mandiri. Ketiadaan ketergantungan pada peta digital menjadi keunggulan tersendiri. Sistem dapat membaca situasi secara langsung melalui sensor dan algoritma. Hal ini membuka peluang penerapan lebih luas di berbagai kondisi jalan.

CEO XPeng, He Xiaopeng menjelaskan bahwa perangkat lunak tersebut hampir setara dengan kemampuan Level 4 dalam mengemudi otomatis, yang berarti mobil dapat menjalankan sebagian besar fungsi berkendara tanpa bantuan pengemudi. Hal ini dianggap sebagai loncatan teknologi besar di industri otomotif. Kemampuan tersebut menempatkan XPeng dalam jajaran inovator terdepan. Industri otomotif pun memasuki fase kompetisi berbasis AI.

Target Ambisius Penjualan Global

Ambisi XPeng tidak berhenti pada AI saja. Perusahaan memiliki target ambisius untuk menjual 1 juta unit kendaraan listrik di pasar luar negeri pada 2030, dengan lebih dari 70 persen keuntungan berasal dari luar China. Strategi ini menunjukkan orientasi ekspansi internasional yang agresif. Pasar global menjadi tumpuan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Pada 2025, XPeng berhasil menjual 429.445 unit, lebih dari dua kali lipat angka tahun sebelumnya, meski hanya 45.008 unit di antaranya dijual di luar China. Capaian tersebut memperlihatkan pertumbuhan signifikan secara tahunan. Namun kontribusi pasar internasional masih relatif kecil. Karena itu, peningkatan penjualan global menjadi prioritas berikutnya.

Anak perusahaan ini berharap angka penjualan internasional itu akan kembali meningkat dua kali lipat pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari peta jalan ekspansi. Perusahaan optimistis strategi kolaborasi dan inovasi teknologi dapat mendorong permintaan. Upaya ini juga didukung perluasan jaringan distribusi global.

Ekspansi Global Xpeng

Untuk mendukung ekspansi globalnya, XPeng juga membuka rencana pembukaan ratusan gerai penjualan baru, dengan target 680 lokasi baru di seluruh dunia hingga akhir tahun ini. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan pasar. Kehadiran fisik di berbagai negara diharapkan meningkatkan penetrasi merek. Strategi distribusi menjadi elemen krusial dalam pertumbuhan internasional.

Fokus pasar utama mencakup Jerman, Norwegia, Prancis, Thailand, dan Israel. Negara-negara tersebut dinilai memiliki potensi tinggi untuk kendaraan listrik. Perusahaan bahkan menyusun rencana penambahan 8.000 tenaga kerja baru guna mempercepat proyek-proyek strategisnya. Ekspansi sumber daya manusia menjadi bagian dari percepatan transformasi global.

Selain mobil listrik, XPeng juga memiliki rencana teknologi lain seperti robot humanoid, robotaxi, dan mobil terbang. Diversifikasi ini memperlihatkan visi jangka panjang perusahaan dalam mobilitas masa depan. Inovasi tidak dibatasi pada kendaraan konvensional. Perusahaan ingin menjadi pemain utama dalam ekosistem teknologi transportasi.

Robot humanoid bernama 'Iron' ditargetkan mulai diproduksi massal pada akhir 2026, sementara layanan robotaxi dijadwalkan untuk mulai uji coba publik segera, menjadi bagian dari visi XPeng untuk memajukan mobilitas masa depan. 

Rencana tersebut menegaskan ambisi besar perusahaan. Integrasi AI, robotika, dan kendaraan otonom menjadi fokus pengembangan. Dengan kolaborasi bersama Volkswagen Group, XPeng memperkuat posisinya dalam peta industri otomotif global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index