Airlangga Ungkap Paket Stimulus Ekonomi Kuartal Pertama 2026 Dorong Konsumsi Nasional

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:30:00 WIB
Airlangga Ungkap Paket Stimulus Ekonomi Kuartal Pertama 2026 Dorong Konsumsi Nasional

JAKARTA - Pemerintah kembali menyiapkan langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun. 

Pada kuartal I/2026, fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan konsumsi masyarakat dan kelancaran mobilitas, terutama menjelang periode Idulfitri. Paket stimulus yang disusun mencakup berbagai insentif transportasi hingga penguatan bantuan sosial pangan sebagai penopang daya beli.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mengantisipasi pola pertumbuhan ekonomi yang cenderung lebih rendah pada tiga bulan pertama. Dengan stimulus yang tepat sasaran, pemerintah berharap aktivitas ekonomi nasional dapat bergerak lebih agresif sejak awal tahun.

Dorong Pertumbuhan Sejak Awal Tahun

Airlangga mengungkapkan, kuartal pertama memiliki peran krusial dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan roda perekonomian berputar lebih cepat sejak Januari hingga Maret 2026.

“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin, kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” ujar Airlangga usai menghadiri Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, kombinasi antara peningkatan mobilitas masyarakat dan perlindungan daya beli menjadi kunci. Stimulus yang disiapkan tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga memberikan efek berantai ke sektor transportasi, pariwisata, dan perdagangan.

Diskon Tiket Pesawat Hingga Enam Belas Persen

Salah satu komponen utama dalam paket stimulus kuartal I/2026 adalah insentif transportasi udara. Pemerintah menargetkan penurunan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga 16% selama periode tertentu, khususnya menjelang dan saat Idulfitri.

Airlangga merinci bahwa diskon ini berasal dari beberapa komponen. Pertama, adanya Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat. Kedua, pemangkasan pajak bandara atau airport tax oleh Angkasa Pura sebesar 50%. Ketiga, adanya diskon harga avtur yang turut menekan biaya operasional maskapai.

Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan mampu membuat harga tiket lebih terjangkau. Dengan begitu, mobilitas masyarakat meningkat dan sektor pariwisata domestik ikut terdorong.

Insentif Transportasi Laut Darat Dan Tol

Selain transportasi udara, pemerintah juga memperluas stimulus ke moda transportasi lainnya. Diskon tarif sebesar 30% disiapkan untuk transportasi laut dan kereta api. Kebijakan ini ditujukan untuk menjangkau masyarakat yang menggunakan jalur alternatif selain pesawat.

Tidak hanya itu, pengguna kendaraan pribadi juga akan mendapatkan manfaat berupa diskon tarif jalan tol hingga 20%. Insentif ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya perjalanan jarak jauh, khususnya pada periode arus mudik dan balik.

Airlangga menegaskan bahwa seluruh skema diskon transportasi ini akan diintegrasikan langsung dengan sistem pemesanan online masing masing operator. Dengan demikian, masyarakat dapat langsung merasakan manfaatnya tanpa prosedur tambahan.

Aturan Kerja Fleksibel Dukung Mobilitas

Untuk mendukung efektivitas stimulus transportasi dan pariwisata, pemerintah tengah memfinalisasi regulasi Work From Anywhere. Aturan ini digodok oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama Menteri Ketenagakerjaan.

Airlangga menilai kebijakan kerja fleksibel dapat memperpanjang periode mobilitas masyarakat. Dengan Work From Anywhere, masyarakat memiliki keleluasaan mengatur waktu perjalanan tanpa harus terikat penuh pada lokasi kerja.

Ia memastikan bahwa jadwal pemberlakuan diskon transportasi akan segera diumumkan. Seluruh kebijakan tersebut dirancang agar saling terintegrasi dan memberikan dampak maksimal terhadap pergerakan ekonomi nasional.

Anggaran Transportasi Relatif Terjangkau

Dari sisi fiskal, pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung insentif transportasi. Airlangga menyebutkan, nilai anggaran yang dialokasikan untuk menutup diskon transportasi tersebut sekitar Rp200 miliar.

“Indonesia punya banyak [anggaran]. Jangan khawatir. Kalau anggarannya relatif untuk diskon sekitar Rp200-an miliar,” katanya. Menurutnya, angka tersebut masih dalam batas yang aman dan sebanding dengan dampak ekonomi yang diharapkan.

Pemerintah meyakini bahwa stimulus mobilitas akan memberikan efek pengganda yang signifikan. Peningkatan perjalanan masyarakat akan mendorong konsumsi di berbagai sektor, mulai dari akomodasi hingga usaha mikro.

Bansos Pangan Perkuat Daya Beli

Di luar insentif transportasi, pemerintah juga menebalkan jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial pangan. Paket bansos ini disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, di tengah dinamika ekonomi global.

Airlangga menjelaskan bahwa bansos pangan akan diberikan selama dua bulan. Bentuk bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng untuk keluarga penerima manfaat.

“Nah itu besarannya sekitar Rp12 triliun,” jelas mantan menteri perindustrian itu. Anggaran ini disiapkan agar konsumsi dasar masyarakat tetap terjaga, sehingga tekanan terhadap inflasi dapat diminimalkan.

Dengan kombinasi stimulus transportasi dan bantuan sosial, pemerintah berharap kuartal I/2026 dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga optimisme pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Terkini