Hasil IBL 2026 Pelita Jaya Bangkit Kuarter Empat Taklukkan Satria Muda Bandung

Senin, 02 Februari 2026 | 10:05:38 WIB
Hasil IBL 2026 Pelita Jaya Bangkit Kuarter Empat Taklukkan Satria Muda Bandung

JAKARTA - Pertarungan dua raksasa bola basket nasional tersaji panas dalam lanjutan Indonesian Basketball League 2026.

Satria Muda Bandung yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri harus menelan pil pahit setelah takluk dari Pelita Jaya Jakarta dengan skor 59-65 di Bandung Arena, Minggu malam WIB. Laga yang sejak awal diprediksi ketat ini akhirnya ditentukan oleh performa eksplosif Pelita Jaya pada kuarter keempat.

Kemenangan tersebut memperpanjang catatan sempurna Pelita Jaya di awal musim. Vincent Kosasih dan rekan-rekan kini mengoleksi enam kemenangan beruntun, menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara. Sebaliknya, hasil ini menjadi kekalahan pertama Satria Muda di IBL 2026, sekaligus pukulan telak di hadapan publik Bandung.

Sejak tip-off, tensi pertandingan sudah terasa tinggi. Kedua tim bermain agresif dengan intensitas pertahanan yang ketat. Transisi cepat, duel fisik di bawah ring, hingga tembakan jarak jauh mewarnai jalannya laga yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.

Awal laga milik Pelita Jaya

Pelita Jaya mengawali pertandingan dengan tempo cepat. Amorie Anthony Archibald langsung menunjukkan perannya sebagai motor serangan. Aksi-aksinya membawa Pelita Jaya unggul 7-3 pada menit-menit awal kuarter pertama. Tekanan ofensif tersebut sempat membuat Satria Muda kesulitan menemukan ritme permainan.

Namun, keunggulan Pelita Jaya tak bertahan lama. Memasuki pertengahan kuarter pertama, pertahanan Satria Muda mulai menunjukkan disiplin tinggi. Rotasi cepat dan tekanan ketat membuat Pelita Jaya nyaris tak mencetak poin selama hampir lima menit. Momentum pun perlahan beralih ke tangan tuan rumah.

Satria Muda memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak delapan poin beruntun. Yudha Saputera menjadi aktor utama kebangkitan lewat kombinasi steal, assist, dan poin krusial. Keunggulan berbalik menjadi 11-7, membakar semangat para pendukung di tribun.

Pertahanan rapat ubah momentum

Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan Satria Muda 15-12. Jordan Ivy-Curry yang masuk dari bangku cadangan tampil efektif dengan sumbangan enam poin. Kontribusinya menjadi pembeda di fase awal pertandingan, terutama saat pemain inti Satria Muda beristirahat.

Memasuki kuarter kedua, Pelita Jaya kembali menunjukkan kualitasnya. Lima poin beruntun berhasil mereka ciptakan, membuat skor berbalik 17-15. Setelah itu, pertandingan berjalan semakin ketat. Kedua tim silih berganti memimpin, dengan skor beberapa kali berada dalam posisi imbang.

Satria Muda mencoba menjaga keunggulan melalui permainan kolektif, sementara Pelita Jaya mengandalkan variasi serangan dari perimeter dan paint area. Intensitas pertandingan terus meningkat, mencerminkan status big match yang sarat gengsi.

Pelita Jaya menutup paruh pertama dengan unggul

Menjelang akhir kuarter kedua, Pelita Jaya tampil lebih efektif. Vincent Kosasih melesakkan tembakan tiga angka yang krusial, disusul satu free throw dari Andakara Prastawa dan layup Hendrick Xavi Yonga. Enam poin beruntun tersebut membuat Pelita Jaya menutup paruh pertama dengan keunggulan 26-23.

Keunggulan tipis itu menjadi modal penting bagi Pelita Jaya. Meski tertinggal penguasaan momentum di beberapa fase, mereka mampu menjaga jarak skor agar tetap kompetitif. Pertandingan pun dipastikan masih terbuka lebar di babak kedua.

Satria Muda bangkit di kuarter ketiga

Selepas jeda, Satria Muda tampil menggila. Sandy Ibrahim Aziz menjadi pusat perhatian lewat performa impresif. Ia melesakkan empat tembakan tiga angka dengan akurasi sempurna 100 persen. Kepercayaan diri tuan rumah pun melonjak drastis.

Ditambah satu tembakan tiga angka dari Yudha Saputera, Satria Muda mencatatkan laju poin yang signifikan. Di pertengahan kuarter ketiga, mereka bahkan sempat unggul hingga 10 angka. Pelita Jaya terlihat tertekan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Namun, tim tamu menunjukkan mental juara. Andakara Prastawa dan Jeffree Withey perlahan membawa Pelita Jaya kembali ke jalur permainan. Mereka memangkas jarak poin secara bertahap, hingga akhir kuarter ketiga skor menjadi 45-41 untuk keunggulan Satria Muda.

Kuarter penentuan milik Pelita Jaya

Memasuki kuarter keempat, arah pertandingan berubah drastis. Pelita Jaya tampil sangat agresif sejak menit pertama. Pasukan David Singleton mencetak 12 poin beruntun tanpa balas, membalikkan keadaan menjadi keunggulan sembilan poin.

Darrious Lee Moten, Withey, Prastawa, dan Agassi Goantara bergantian mencetak angka. Kombinasi serangan cepat dan pertahanan solid membuat Satria Muda kehilangan momentum. Kesalahan demi kesalahan mulai muncul dari kubu tuan rumah, dimanfaatkan dengan baik oleh Pelita Jaya.

Satria Muda mencoba bangkit di sisa waktu, namun Pelita Jaya tampil lebih tenang dalam mengontrol tempo. Hingga peluit akhir dibunyikan, keunggulan Pelita Jaya tetap terjaga dengan skor akhir 65-59.

Kemenangan ini menegaskan kekuatan mental Pelita Jaya di momen krusial. Menggila di kuarter keempat, mereka bukan hanya meraih kemenangan penting, tetapi juga mempermalukan Satria Muda di kandangnya sendiri. Awal musim yang sempurna menjadi sinyal kuat bahwa Pelita Jaya siap berbicara banyak di IBL 2026.

Terkini