PLN

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen Takengon Pasca Ancaman Longsor Aceh Tengah

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen Takengon Pasca Ancaman Longsor Aceh Tengah
PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen Takengon Pasca Ancaman Longsor Aceh Tengah

JAKARTA - Peristiwa alam berupa longsoran tanah yang membentuk sinkhole di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi perhatian serius bagi keberlangsungan sistem kelistrikan regional. 

Lokasi kejadian yang berada di sekitar jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kilovolt Bireuen–Takengon berpotensi menimbulkan gangguan pasokan listrik apabila tidak segera ditangani. Dalam kondisi tersebut, keandalan jaringan menjadi faktor krusial bagi aktivitas masyarakat di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Ancaman terhadap infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berdampak pada layanan listrik, tetapi juga pada stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, langkah cepat dan terukur menjadi kunci agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi pemadaman yang meluas. Situasi ini mendorong PT PLN Persero untuk segera melakukan pengamanan jaringan transmisi demi memastikan sistem tetap beroperasi secara normal.

Potensi Risiko Pada Jalur Transmisi Utama

Longsoran berupa sinkhole yang terjadi di Desa Pondok Balik memiliki jarak yang relatif dekat dengan jalur SUTT 150 kV Bireuen–Takengon. Jalur ini merupakan penghubung utama pasokan listrik antarwilayah sehingga memiliki peran vital dalam sistem kelistrikan Aceh. Apabila dibiarkan tanpa penanganan, kondisi tanah yang labil dapat mengancam kestabilan struktur menara transmisi.

Keberadaan sinkhole di kawasan dengan kontur geografis menantang meningkatkan risiko kerusakan jaringan. Situasi tersebut menuntut respons cepat guna mencegah potensi gangguan yang lebih besar. PLN menilai bahwa upaya mitigasi sejak dini merupakan langkah strategis untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keberlanjutan layanan, PLN memutuskan untuk tidak menunggu risiko berkembang. Penanganan segera menjadi prioritas agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan listrik secara aman dan andal.

Langkah Cepat Relokasi Jaringan Transmisi

Sebagai langkah antisipasi, PLN langsung mengerahkan tim transmisi pada Sabtu, 31 Januari 2026. Tim tersebut bertugas melakukan relokasi jalur transmisi menjauhi area sinkhole yang berpotensi membahayakan. Jaringan yang sebelumnya berjarak sekitar 25 meter dari titik longsoran dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Proses relokasi dilakukan dengan perhitungan teknis yang matang agar tidak menimbulkan risiko baru. Pemilihan titik baru mempertimbangkan kondisi tanah, faktor keamanan, serta keberlanjutan operasi jaringan transmisi. Setelah relokasi selesai, sistem kelistrikan di wilayah tersebut dinyatakan kembali dalam kondisi aman.

Langkah ini menunjukkan kesiapsiagaan PLN dalam menghadapi potensi bencana alam. Dengan tindakan cepat, potensi gangguan dapat dicegah sebelum berdampak luas pada masyarakat.

Komitmen PLN Menjaga Keandalan Sistem

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pengamanan jaringan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mitigasi risiko menjadi prioritas utama.

“Sebagai langkah mitigasi risiko, PLN melakukan pengamanan jaringan transmisi melalui relokasi jalur ke titik yang lebih aman guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” kata Darmawan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan infrastruktur dan kontinuitas pasokan listrik menjadi fokus utama perseroan.

Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Respons cepat PLN mencerminkan kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat yang dapat mengancam sistem kelistrikan.

Proses Pekerjaan Dan Pengamanan Terukur

Relokasi jaringan transmisi dilakukan dengan menggunakan emergency tower. Proses pekerjaan berlangsung relatif cepat, yakni sekitar 3,5 jam. Selama pekerjaan berlangsung, dilakukan pemadaman sementara secara terukur demi menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar.

Pemadaman sementara tersebut telah direncanakan dengan cermat agar dampaknya dapat diminimalkan. Setelah pekerjaan selesai, pasokan listrik kembali dinyalakan dan sistem beroperasi secara normal. Kondisi ini memastikan bahwa layanan kepada masyarakat dapat segera pulih tanpa gangguan berkepanjangan.

Kecepatan dan ketepatan pelaksanaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengamanan jaringan. Dengan koordinasi yang baik, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana dan standar keselamatan.

Apresiasi Kolaborasi Dan Dukungan Stakeholder

PLN menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengamanan jaringan transmisi. Dukungan dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta pengertian masyarakat menjadi elemen penting dalam kelancaran pekerjaan di lapangan.

“Pekerjaan ini tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi dengan para stakeholder, untuk itu kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri, dan terima kasih atas dukungan serta pengertian masyarakat selama proses pengamanan berlangsung,” demikian pernyataan PLN.

Kolaborasi lintas pihak ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam menjaga infrastruktur vital. Dengan kerja sama yang solid, penanganan risiko dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Kesiapsiagaan Berkelanjutan Menjaga Listrik Tetap Menyala

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa keandalan sistem kelistrikan dan keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama. Menurutnya, PLN tidak menunggu risiko berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

“PLN tidak menunggu risiko berkembang menjadi gangguan. Begitu terdeteksi potensi bahaya akibat longsor, kami langsung bergerak di lapangan. Pembangunan dua tower darurat ini merupakan bentuk kesiapsiagaan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap andal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” kata Amiruddin.

PLN terus melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan aman dan lancar. “Di balik setiap pekerjaan, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap bergerak. PLN akan terus berada di garda terdepan dalam memastikan pasokan listrik tetap menyala,” kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index