Kemenag Perkuat Kemitraan Global Al Quran Lewat Kerja Sama Strategis Mesir Internasional

Senin, 02 Februari 2026 | 09:34:00 WIB
Kemenag Perkuat Kemitraan Global Al Quran Lewat Kerja Sama Strategis Mesir Internasional

JAKARTA - Upaya Indonesia memperluas peran di panggung internasional kembali diperkuat melalui sektor keagamaan dan literasi Islam. 

Kementerian Agama mengambil langkah konkret dengan menjalin kerja sama strategis bersama lembaga-lembaga di Mesir. Langkah ini menjadi bagian dari diplomasi keislaman Indonesia yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Kemenag dan empat lembaga penerbitan serta distribusi di Mesir. Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Cairo International Book Fair 2026 yang berlangsung di Kairo, Republik Arab Mesir.

Melalui kemitraan ini, Indonesia tidak hanya memperluas jejaring global, tetapi juga mempertegas perannya dalam penguatan literasi Al Quran di tingkat internasional. Kehadiran Indonesia dalam forum dunia perbukuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kualitas mushaf Al Quran nasional.

MoU Strategis Dorong Diplomasi Al Quran Indonesia

Kepala Unit Percetakan Al Quran Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ismail Nur, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat diplomasi Al Quran. Menurutnya, penguatan literasi keislaman global menjadi salah satu tujuan utama dari penandatanganan MoU tersebut.

“Seluruh MoU ini memiliki substansi kerja sama yang sama, mencakup bidang percetakan, penerbitan, distribusi mushaf Al Quran, serta penguatan literasi dan pemikiran keislaman,” ujar Ismail dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ismail menekankan bahwa diplomasi Al Quran bukan hanya tentang distribusi fisik mushaf, tetapi juga tentang nilai, kualitas, serta pesan moderasi yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, kerja sama ini disusun dengan pendekatan jangka panjang dan berorientasi global.

Empat Mitra Mesir Perkuat Jejaring Internasional

Dalam kerja sama tersebut, UPQ Kemenag menandatangani MoU dengan empat mitra strategis di Mesir. Keempat lembaga tersebut adalah United Egypt Company for Trading and Individual Investment, Aldiplomasy.com (Arabic–English Editions), Dar-Mobdioun for Publishing and Distribution, serta United Arab Foundation.

Pemilihan mitra dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak, jaringan distribusi, serta kredibilitas di dunia penerbitan dan literasi Islam. Lembaga-lembaga tersebut dinilai memiliki peran penting dalam penyebarluasan buku dan mushaf Al Quran di kawasan Timur Tengah.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia berharap dapat membangun hubungan yang saling menguatkan. Tidak hanya dalam aspek distribusi, tetapi juga dalam pertukaran gagasan, keahlian, dan pengalaman di bidang penerbitan Al Quran.

Akses Mushaf Indonesia dan Penguatan Islam Moderat

Ismail menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada produksi dan distribusi mushaf Al Quran. Lebih dari itu, kemitraan ini diarahkan untuk membangun kolaborasi strategis internasional dalam penyebarluasan literasi Al Quran dan pendidikan keagamaan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperluas akses masyarakat Mesir dan kawasan sekitarnya terhadap mushaf Al Quran Indonesia yang berkualitas, sahih, dan terverifikasi,” kata Ismail.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut sekaligus menguatkan peran Indonesia sebagai aktor global dalam diplomasi Al Quran. Pendekatan yang digunakan mengedepankan nilai Islam moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia.

Ruang Dialog Peradaban dan Forum Ilmiah

Selain distribusi mushaf, MoU ini juga membuka ruang dialog peradaban melalui berbagai kegiatan akademik dan kebudayaan. Ismail menyebutkan bahwa kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan pameran buku dan mushaf Al Quran, seminar internasional, serta forum-forum ilmiah lintas negara.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran pemikiran antara Indonesia dan Mesir, serta negara-negara lain yang terlibat. Dialog lintas budaya dan keilmuan dinilai penting dalam memperkaya perspektif pengembangan literasi keislaman global.

Dengan adanya forum bersama, para akademisi, penerbit, dan praktisi dapat saling berbagi pengalaman dan inovasi. Hal ini diharapkan mendorong lahirnya kerja sama lanjutan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Berlaku Tiga Tahun dan Perkuat Posisi Indonesia

MoU tersebut ditandatangani di Kairo dan berlaku selama tiga tahun sejak 2026. Kesepakatan ini juga memiliki kemungkinan untuk diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis para pihak yang terlibat.

Ismail menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini memiliki arti penting bagi UPQ dan Indonesia secara keseluruhan. Selain menjadi fondasi kerja sama internasional di kawasan Timur Tengah, langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat rujukan percetakan Al Quran yang profesional dan berstandar internasional.

“Kerja sama ini membuka jalur distribusi resmi dan berkelanjutan mushaf Al Quran Indonesia di Mesir,” ujarnya. Ia berharap kemitraan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik dalam program bersama, pameran internasional, maupun pertukaran keahlian percetakan mushaf di masa mendatang.

Terkini