BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Nasional Bibit Siklon Picu Hujan Lebat Minggu Ini

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:36:23 WIB
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Nasional Bibit Siklon Picu Hujan Lebat Minggu Ini

JAKARTA - Dinamika atmosfer kembali memengaruhi kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia pada Minggu, 1 Februari 2026. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis prakiraan cuaca nasional yang menyoroti potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah, seiring masih aktifnya sistem atmosfer regional dan pengaruh Bibit Siklon Tropis 98P.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak hujan intensitas tinggi. Kondisi cuaca ekstrem dinilai berisiko memicu banjir, genangan, hingga tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas dan keselamatan warga.

Pengaruh Bibit Siklon Tropis Terhadap Cuaca Nasional

Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 98P menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan potensi hujan di berbagai wilayah. Bibit siklon ini terpantau berada di wilayah daratan Australia bagian utara dan terus dimonitor pergerakannya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, sistem 98P memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum 996 hPa. Bibit siklon tersebut bergerak ke arah barat dan dalam kurun waktu 48 jam ke depan masih memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis.

Meski peluang berkembangnya tergolong rendah, keberadaan sistem ini tetap memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca regional, termasuk di wilayah Indonesia. Dampak tersebut terutama terlihat pada peningkatan pembentukan awan hujan di sejumlah area.

Dinamika Atmosfer Dorong Pertumbuhan Awan Hujan

BMKG menyebutkan bahwa kombinasi beberapa faktor atmosfer turut memperkuat potensi hujan lebat. Selain bibit siklon, pembentukan arus angin kuat lapisan bawah atau low level jet juga berperan dalam meningkatkan suplai uap air ke wilayah Indonesia.

Bibit Siklon Tropis 98P menginduksi terbentuknya low level jet di pesisir utara Australia dan wilayah Teluk Carpentaria. Kondisi ini memicu terbentuknya konvergensi dan konfluensi angin di beberapa perairan dan wilayah daratan Indonesia.

Daerah yang terdampak antara lain Samudra Hindia selatan Pulau Timur, Laut Timur, Laut Arafura, Maluku Tenggara, serta pesisir selatan Papua Selatan. Dinamika ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon, daerah tekanan rendah, dan sepanjang jalur pertemuan angin.

Wilayah Berpotensi Mengalami Cuaca Signifikan

BMKG mengimbau peningkatan kesiapsiagaan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut meliputi Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain itu, potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur juga masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Barat turut diperkirakan mengalami potensi hujan intensitas tinggi. BMKG menegaskan bahwa hujan lebat di wilayah-wilayah tersebut dapat memicu dampak lanjutan seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.

Prakiraan Cuaca Wilayah Barat Indonesia

Untuk wilayah barat Indonesia, BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di sejumlah kota besar. Kota-kota tersebut antara lain Padang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, dan Tanjung Selor. Sementara itu, hujan ringan berpeluang turun di Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Tanjung Pinang, Pontianak, Samarinda, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh dan Medan. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap memperhatikan perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi Cuaca Wilayah Tengah Dan Timur Indonesia

Di wilayah tengah dan timur Indonesia, BMKG juga mencatat potensi cuaca signifikan. Hujan disertai petir diprakirakan berpeluang terjadi di Mamuju dan Nabire, sehingga masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan turun di Makassar, Mataram, Kupang, dan Jayawijaya. Sementara itu, hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar, Palu, Gorontalo, Kendari, Ambon, Sorong, dan Merauke.

Kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Manado, Ternate, Manokwari, dan Jayapura. Variasi kondisi cuaca ini mencerminkan pengaruh dinamika atmosfer yang masih aktif di berbagai wilayah Indonesia.

Imbauan BMKG Untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini. Penyesuaian aktivitas luar ruang sangat dianjurkan, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem perlu ditingkatkan, khususnya di daerah rawan banjir dan longsor. Langkah antisipatif dinilai penting guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini terbaru dapat diakses melalui situs resmi BMKG serta kanal media sosial @infobmkg yang diperbarui secara berkala. Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang terjadi.

Terkini