Mobil Listrik

Suzuki eVitara Tetap Meluncur Di IIMS 2026 Meski Insentif Mobil Listrik Tertunda

Suzuki eVitara Tetap Meluncur Di IIMS 2026 Meski Insentif Mobil Listrik Tertunda
Suzuki eVitara Tetap Meluncur Di IIMS 2026 Meski Insentif Mobil Listrik Tertunda

JAKARTA - Ketidakpastian kebijakan pemerintah terkait insentif mobil listrik ternyata tidak menyurutkan langkah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). 

Di tengah penantian regulasi yang dinilai krusial untuk menekan harga kendaraan listrik, Suzuki justru tetap bersiap membawa eVitara ke pasar Indonesia melalui ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Suzuki dalam memasuki segmen Battery Electric Vehicle (BEV) di Tanah Air. Meski tanpa kepastian insentif, pabrikan asal Jepang tersebut diyakini akan membuka pemesanan Suzuki eVitara sesuai jadwal yang telah disusun sebelumnya.

Keputusan tersebut sekaligus menandai fase baru perjalanan elektrifikasi Suzuki di Indonesia, setelah sebelumnya memperkenalkan model hybrid sebagai tahap peralihan.

Suzuki Pastikan Informasi Penjualan Segera Dirilis

Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS, Donny Saputra, menegaskan bahwa Suzuki tetap melangkah sesuai rencana. Ia menyampaikan bahwa informasi penting terkait eVitara akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Kami akan berikan informasi dalam waktu dekat baik pemesanan, harga, dan lain sebagainya dalam waktu dekat. Kurang dari satu minggu lagi,” ujar Donny kepada wartawan di Jakarta, dikutip Sabtu, 30 Januari 2026.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa IIMS 2026 akan menjadi momentum resmi bagi Suzuki untuk membuka keran pemesanan eVitara. Pameran otomotif yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada 5–15 Februari 2026 itu dinilai sebagai panggung strategis untuk memperkenalkan mobil listrik anyar tersebut ke publik.

IIMS 2026 Jadi Panggung Awal eVitara

Melihat jadwal dan pernyataan petinggi Suzuki, kuat dugaan eVitara akan mulai dipasarkan selama IIMS 2026. Ajang tersebut selama ini memang kerap dimanfaatkan para produsen otomotif untuk meluncurkan produk baru, termasuk kendaraan elektrifikasi.

Suzuki sendiri sebelumnya telah memanfaatkan pameran otomotif nasional untuk memperkenalkan model-model strategisnya. Oleh karena itu, kehadiran eVitara di IIMS 2026 dinilai sebagai langkah logis sekaligus sinyal kuat keseriusan Suzuki di segmen mobil listrik murni.

Meski belum mengumumkan banderol resmi, Suzuki diyakini tetap optimistis eVitara dapat diterima pasar, bahkan tanpa dukungan insentif pemerintah.

Transisi dari Grand Vitara Menuju Listrik Murni

Sebelum menghadirkan eVitara sebagai mobil listrik penuh, Suzuki telah lebih dulu memperkenalkan Grand Vitara terbaru di ajang GJAW 2025. Model tersebut hadir dengan sejumlah penyegaran dan menjadi jembatan transisi dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi.

Langkah ini menunjukkan strategi bertahap Suzuki dalam membangun kepercayaan konsumen. Grand Vitara diposisikan sebagai pengenalan teknologi ramah lingkungan, sebelum akhirnya Suzuki membawa produk BEV sepenuhnya ke pasar Indonesia.

Dengan strategi tersebut, Suzuki berharap konsumen tidak merasa asing ketika akhirnya beralih ke kendaraan listrik murni seperti eVitara.

Evolusi dari Konsep Suzuki eVX

Suzuki eVitara merupakan wujud nyata dari konsep Suzuki eVX yang sempat dipamerkan di Indonesia pada Juli 2024. Konsep tersebut saat itu mencuri perhatian karena menampilkan desain SUV listrik kompak dengan karakter tangguh.

Menjelang akhir tahun lalu, versi produksi massal eVitara akhirnya diperkenalkan, dengan India menjadi negara pertama di dunia yang memasarkan model ini. Produksi massal dilakukan oleh Maruti Suzuki, menandai kesiapan global Suzuki dalam memasarkan BEV.

Dibandingkan versi konsepnya, eVitara produksi mengalami penyesuaian dimensi agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Hal ini menjadikannya lebih praktis untuk penggunaan harian.

Dimensi Kompak dan Spesifikasi Motor Listrik

Suzuki eVitara hadir dengan dimensi yang tergolong kompak di kelas SUV listrik. Panjangnya tercatat 4.275 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.635 mm, serta jarak sumbu roda 2.700 mm. Ground clearance 180 mm membuatnya tetap ideal untuk berbagai kondisi jalan.

Untuk varian terendah, eVitara mengandalkan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga 144 PS dan torsi 189 Nm. Varian ini dibekali baterai berkapasitas 49 kWh, yang dirancang untuk penggunaan harian di perkotaan.

Sementara itu, varian tertinggi menawarkan performa lebih bertenaga. Motor listrik roda depan menghasilkan 174 PS dengan torsi yang tetap di angka 189 Nm, dipadukan dengan sistem penggerak empat roda.

Varian Tertinggi Lebih Bertenaga dan Jarak Tempuh Andal

Pada varian 4WD, roda belakang eVitara turut dibekali motor listrik tambahan dengan tenaga 65 PS. Kombinasi tersebut membuat total tenaga mencapai 184 PS, dengan torsi gabungan hingga 300 Nm.

Berkat baterai berkapasitas 61 kWh, Suzuki mengklaim eVitara varian tertinggi mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya. Angka ini dinilai kompetitif di segmen SUV listrik kompak.

Selain itu, eVitara juga sudah mendukung pengisian cepat DC satu arah dengan daya hingga 150 kW. Fitur ini memungkinkan proses pengisian baterai berlangsung lebih singkat dan efisien.

Dengan spesifikasi tersebut, kehadiran Suzuki eVitara dipastikan akan menjadi pesaing langsung Toyota Urban Cruiser listrik yang lebih dulu dipasarkan oleh PT Toyota Astra Motor di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index