Isu Sikap Jude Bellingham Menguat, Real Madrid Pertimbangkan Bruno Fernandes Sebagai Opsi Pengganti

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:00:14 WIB
Isu Sikap Jude Bellingham Menguat, Real Madrid Pertimbangkan Bruno Fernandes Sebagai Opsi Pengganti

JAKARTA - Performa Jude Bellingham bersama Real Madrid kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena kontribusinya di lapangan, tetapi juga sikapnya dalam situasi krusial. 

Di tengah tekanan akibat hasil buruk di Liga Champions, muncul kabar bahwa manajemen Los Blancos mulai menyiapkan langkah antisipasi jika situasi gelandang asal Inggris itu berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

Sejak bergabung dari Borussia Dortmund pada 2023, Bellingham langsung menjelma menjadi figur sentral di lini tengah Madrid. Ia nyaris tak tergantikan dan menjadi simbol generasi baru yang diharapkan membawa kejayaan jangka panjang. Namun, sorotan terhadap gestur dan ucapannya mulai memunculkan diskusi lain di balik kualitas teknisnya.

Kekalahan 2-4 dari Benfica pada Kamis dini hari WIB menjadi titik balik perhatian publik. Hasil tersebut membuat Real Madrid gagal mengamankan tiket otomatis ke fase gugur Liga Champions, sekaligus membuka ruang kritik dari berbagai pihak, termasuk dari internal tim sendiri.

Peran besar Bellingham di Real Madrid

Tak dapat dimungkiri, Jude Bellingham adalah salah satu aset paling berharga Real Madrid saat ini. Usianya masih muda, tetapi tanggung jawab yang diembannya sudah setara pemain senior. Pergerakan, visi bermain, hingga ketajamannya mencetak gol membuatnya selalu menjadi pilihan utama.

Kontribusinya menjadi fondasi permainan Madrid dalam dua musim terakhir. Ia kerap hadir sebagai pembeda di laga-laga penting dan menunjukkan mentalitas kompetitif yang kuat. Hal inilah yang membuat publik Santiago Bernabeu menaruh ekspektasi tinggi kepadanya.

Namun, besarnya peran itu juga membawa tekanan. Setiap gestur, ekspresi, dan pernyataan Bellingham tak luput dari sorotan. Dalam beberapa kesempatan, sikapnya kepada wasit maupun rekan setim dinilai memunculkan tanda tanya, terutama ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Pernyataan Bellingham usai kekalahan Benfica

Sorotan terhadap Bellingham kembali menguat seusai laga melawan Benfica. Ia terlihat melontarkan kritik terbuka terhadap performa tim, sebuah sikap yang langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat dan penggemar.

Bellingham mengaku mulai “kehabisan kata-kata untuk pertandingan seperti ini” dan menyiratkan bahwa timnya gagal melakukan hal-hal mendasar dengan benar. Ia juga menekankan bahwa Madrid memiliki pemain-pemain bertalenta, namun tidak mampu menerjemahkan potensi itu di lapangan.

Pernyataan tersebut dinilai sebagian pihak sebagai bentuk kepedulian dan ambisi untuk menang. Namun, ada pula yang menilainya terlalu tajam, mengingat situasi tim yang sedang berada di bawah tekanan besar.

Pertemuan dengan Florentino Perez

Menjelang laga kontra Benfica, media Spanyol Cadena SER melaporkan adanya pertemuan penting antara Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dan lima pemain tim utama. Jude Bellingham termasuk di antara nama-nama yang hadir dalam pembicaraan tersebut.

Empat pemain lain yang ikut serta adalah Arda Güler, Franco Mastantuono, Fede Valverde, dan Eduardo Camavinga. Pertemuan itu digelar menyusul kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih pada awal Januari.

Dalam kesempatan tersebut, Perez disebut meminta Bellingham untuk menunjukkan kepemimpinan yang lebih besar. Kepada pemain lain, ia menegaskan bahwa kepentingan pribadi, termasuk soal posisi favorit di lapangan, tidak boleh mengalahkan kepentingan tim secara keseluruhan.

Pesan itu disampaikan setelah Valverde dan Camavinga mengeluhkan peran mereka yang kerap dimainkan sebagai bek sepanjang musim. Situasi ini menggambarkan adanya dinamika internal yang cukup kompleks di ruang ganti Madrid.

Pujian Arbeloa di tengah sorotan

Di tengah kritik dan spekulasi, pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, justru memilih berdiri di belakang Jude Bellingham. Dalam konferensi pers sebelum laga, Arbeloa memberikan pujian terbuka kepada gelandang berusia 22 tahun tersebut.

“Penampilan yang ia tunjukkan dalam latihan, komitmennya, dan kepemimpinannya… saya sangat bangga memiliki pemain seperti Jude Bellingham,” ujar Arbeloa.

Bagi Arbeloa, sikap Bellingham mencerminkan keinginan kuat untuk menjadi pemimpin dan panutan di lapangan. Ia menilai kritik yang dilontarkan sang pemain lahir dari ambisi besar untuk melihat tim tampil lebih baik, bukan sekadar luapan emosi sesaat.

Nama Bruno Fernandes mulai mencuat

Meski demikian, laporan terbaru dari media Spanyol Fichajes menyebut Real Madrid mulai memantau situasi Bruno Fernandes. Kapten Manchester United itu disebut masuk radar Los Blancos menjelang bursa transfer musim panas mendatang.

Bruno Fernandes masih terikat kontrak di Old Trafford hingga Juni 2027. Namun, gelandang berusia 31 tahun itu dikabarkan terbuka terhadap peluang pindah ke Santiago Bernabeu demi mencari tantangan profesional baru setelah lima tahun membela Setan Merah.

Menurut laporan tersebut, kehadiran Fernandes berpotensi mengubah dinamika ruang ganti Madrid. Ia dikenal sebagai pemain berpengalaman dengan karakter kepemimpinan kuat, sesuatu yang dinilai sejalan dengan kebutuhan tim saat ini.

Skenario transfer dan masa depan Bellingham

Fichajes mengklaim bahwa Bruno Fernandes bisa tersedia dengan nilai sekitar 43 juta paun, meski belum jelas apakah Manchester United bersedia melepas kapten sekaligus pemain kunci mereka.

“Kedatangan pemain internasional Portugal itu akan memungkinkan Florentino Perez melakukan langkah finansial berani yang akan secara drastis mengubah dinamika ruang ganti,” tulis laporan tersebut.

Lebih jauh, artikel itu berspekulasi bahwa perekrutan Fernandes dapat memfasilitasi potensi penjualan Jude Bellingham. Penjualan tersebut diyakini mampu menghasilkan pemasukan astronomis bagi Real Madrid pada bursa transfer musim panas.

Kontrak Bellingham sendiri masih berlaku hingga 2029, dengan nilai pasar diperkirakan berada di atas 100 juta paun. Situasi ini membuat Madrid berada di posisi yang sangat kuat, baik untuk mempertahankan sang bintang maupun mengambil keputusan besar jika diperlukan.

Terkini