IHSG Tertekan, Ini Daftar Saham Top Losers Perdagangan Akhir Januari 2026 Pekan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:22:32 WIB
IHSG Tertekan, Ini Daftar Saham Top Losers Perdagangan Akhir Januari 2026 Pekan

JAKARTA - Tekanan kuat melanda pasar saham domestik sepanjang perdagangan 26–30 Januari 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami penurunan tajam seiring sentimen negatif yang membayangi pergerakan pasar. Kondisi tersebut berdampak langsung pada sejumlah saham yang mencatat koreksi harga signifikan. Sepanjang sepekan itu, sederet emiten masuk jajaran saham dengan kinerja terburuk atau top losers.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Sabtu, IHSG anjlok 6,94% ke posisi 8.329,60. Selama periode tersebut, IHSG sempat menyentuh level terendah di 7.481,98 dan tertinggi di 9.058,04. Pada pekan sebelumnya, IHSG masih ditutup di posisi 8.951,01. Tekanan jual yang masif membuat volatilitas pasar meningkat tajam.

IHSG anjlok dan kapitalisasi pasar tergerus

Penurunan IHSG turut menyeret kapitalisasi pasar secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar tercatat turun 7,37% menjadi Rp 15.046 triliun dari posisi pekan lalu sebesar Rp 16.244 triliun. Kondisi ini mencerminkan berkurangnya nilai aset investor di pasar saham dalam waktu relatif singkat. Tekanan tersebut memperlihatkan kuatnya arus keluar dana dari bursa.

Selain itu, aktivitas investor asing turut memperdalam pelemahan pasar. Selama sepekan, investor asing mencatatkan aksi jual bersih saham sebesar Rp 13,92 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan penjualan Rp 3,25 triliun. Arus dana asing yang keluar menjadi salah satu faktor utama pelemahan IHSG.

Tekanan merata di hampir seluruh sektor saham

Sebagian besar sektor saham mengalami tekanan dan menjadi beban bagi IHSG. Sektor saham industri mencatat penurunan paling dalam dengan koreksi mencapai 14,85%. Tekanan berikutnya datang dari sektor saham infrastruktur yang terpangkas 12,91%. Sektor saham consumer siklikal juga terperosok hingga 12,54%.

Di sisi lain, sektor saham energi tercatat bertambah 12,30% di tengah volatilitas pasar. Namun tekanan masih terlihat pada sektor saham basic materials yang turun 5,72%. Sektor saham consumer nonsiklikal melemah 5,27%, sementara sektor saham perawatan kesehatan susut 8%. Pelemahan juga terjadi pada sektor saham keuangan yang turun 3,01% serta sektor saham properti dan real estate yang melemah 10,59%.

Daftar saham dengan koreksi terbesar sepekan

Di tengah koreksi tajam IHSG, terdapat 10 saham yang mencatatkan penurunan harga paling dalam sepanjang pekan. Saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) terpangkas 46,26% menjadi Rp 438 per saham dari pekan lalu Rp 815. PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) turun 41,05% menjadi Rp 224 dari Rp 380 per saham. Selanjutnya, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMK) terkoreksi 39,31% ke Rp 1.050 dari Rp 1.730 per saham.

PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) merosot 37,65% menjadi Rp 530 per saham dari sebelumnya Rp 850. PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) turun 36,84% ke Rp 288 dari Rp 456 per saham. Sementara itu, PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) melemah 36,14% menjadi Rp 318 dari Rp 498 per saham.

Penurunan juga dialami PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) yang merosot 36,07% menjadi Rp 1.560 dari Rp 2.440 per saham. PT Inter Delta Tbk (INTD) turun 35,90% ke Rp 250 dari Rp 390 per saham. PT RMK Energy Tbk (RMKE) melemah 35,87% menjadi Rp 5.050 dari Rp 7.875 per saham. Adapun PT Pakuan Tbk (UANG) terpangkas 34,75% ke Rp 4.160 dari Rp 6.375 per saham.

Perbandingan dengan kinerja IHSG pekan sebelumnya

Sebelumnya, laju IHSG juga melemah pada perdagangan saham 19–23 Januari 2026. Pada periode tersebut, IHSG tercatat turun lebih dari satu persen dan meninggalkan level 9.000. Berdasarkan data BEI, Sabtu (24/1/2026), IHSG terpangkas 1,3% menjadi 8.951,01 dari pekan sebelumnya 9.075,40. Kapitalisasi pasar pun turun 1,62% menjadi Rp 16.244 triliun dari Rp 16.512 triliun.

Meski IHSG melemah, aktivitas perdagangan menunjukkan dinamika yang berbeda. Rata-rata volume transaksi harian naik 9,32% menjadi 65,73 miliar saham dari pekan sebelumnya 60,12 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun. Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian justru turun 2,66% menjadi 3,75 juta kali transaksi.

Pergerakan sektor dan dinamika perdagangan saham

Kinerja sektor saham pada periode tersebut bergerak bervariasi. Sektor saham transportasi dan logistik mencatat koreksi terbesar dengan penurunan 6,99%. Sektor saham industri melemah 6,68%, sementara sektor saham teknologi terpangkas 3,4%. Tekanan ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek sektor-sektor tersebut.

Di sisi lain, sektor saham energi merosot 3,35%, sementara sektor saham basic materials justru naik 1,48%. Sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 3,71%, disusul consumer siklikal yang menguat 1,38%. Sektor saham perawatan kesehatan naik 1,27%, sedangkan sektor saham keuangan turun 1,71%. Kondisi pasar ini terjadi setelah IHSG sempat mengalami penurunan tajam hingga memicu penghentian perdagangan atau trading halt selama dua hari berturut-turut.

Terkini