JAKARTA - Pasar aset digital kembali bergerak negatif pada awal Februari 2026.
Perdagangan kripto pada Minggu pagi menunjukkan tekanan yang cukup merata di jajaran kripto utama.
Sejumlah aset digital dengan kapitalisasi besar tercatat melemah dalam periode 24 jam terakhir maupun secara mingguan. Kondisi ini menandai berlanjutnya tren koreksi setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya.
Berdasarkan pantauan pada pukul 07.00 WIB, mayoritas kripto teratas masih bertahan di zona merah. Data Coinmarketcap memperlihatkan penurunan harga terjadi hampir di seluruh lini, mulai dari Bitcoin, Ethereum, hingga koin meme seperti Dogecoin.
Tekanan ini membuat pelaku pasar kembali mencermati arah pergerakan kripto dalam jangka pendek.
Bitcoin masih tertekan sepanjang pekan
Bitcoin (BTC) sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kembali mengalami pelemahan. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin tercatat turun 6,19 persen.
Sementara itu, secara mingguan, Bitcoin telah terkoreksi hingga 11,53 persen. Penurunan ini memperpanjang fase konsolidasi negatif yang dialami BTC sejak akhir Januari.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 78.840 per koin. Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp 16.773 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp 1,32 miliar per koin. Tekanan yang dialami Bitcoin turut memengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan, mengingat perannya sebagai aset acuan utama di pasar digital.
Ethereum dan Binance Coin ikut melemah
Tidak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mencatat penurunan yang cukup dalam. ETH ambles 9,23 persen dalam satu hari terakhir dan terkoreksi 16,86 persen secara mingguan.
Dengan pergerakan tersebut, harga Ethereum kini berada di kisaran Rp 41,1 juta per koin. Pelemahan ETH mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar altcoin.
Sementara itu, Binance Coin (BNB) kembali bergerak turun. Dalam 24 jam terakhir, BNB tercatat melemah 8,88 persen dan turun 11,86 persen dalam sepekan. Kondisi ini membuat BNB diperdagangkan di level Rp 13,1 juta per koin. Penurunan BNB sejalan dengan tren negatif yang dialami aset kripto utama lainnya.
Disclaimer investasi kripto tetap relevan
Di tengah volatilitas yang tinggi, investor diingatkan untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis secara mendalam sebelum membeli maupun menjual aset kripto.
Media tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi yang diambil masing-masing individu.
Fluktuasi harga kripto yang tajam menunjukkan bahwa aset digital masih memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kondisi pasar menjadi faktor penting sebelum melakukan transaksi.
Cardano hingga Solana berada di zona merah
Tekanan juga dirasakan oleh Cardano (ADA). Aset kripto ini tercatat terkoreksi 8,02 persen dalam sehari terakhir dan turun 17,75 persen secara mingguan. Dengan pergerakan tersebut, harga ADA kini berada di level Rp 4.940 per koin.
Pelemahan ini menempatkan Cardano kembali di zona merah setelah sempat menunjukkan pergerakan terbatas.
Adapun Solana (SOL) turut mengalami penurunan signifikan. SOL anjlok 10,09 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 17,00 persen dalam sepekan. Saat ini, harga Solana berada di kisaran Rp 1,7 juta per koin.
Tekanan jual pada SOL mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi altcoin berkapitalisasi besar.
XRP dan Dogecoin ikut tergerus
XRP kembali menunjukkan pergerakan negatif. Dalam satu hari terakhir, XRP melemah 4,73 persen dan turun 13,70 persen secara mingguan. Dengan koreksi tersebut, XRP kini dibanderol di level Rp 27.704 per koin. Pergerakan XRP yang masih terbatas menunjukkan pasar belum menemukan sentimen positif yang kuat.
Sementara itu, koin meme Dogecoin (DOGE) juga tidak luput dari tekanan. Dalam 24 jam terakhir, DOGE turun 9,58 persen dan melemah 15,85 persen dalam sepekan. Kondisi ini membuat Dogecoin diperdagangkan di level Rp 1.752 per token. Pelemahan DOGE menandai tekanan merata yang terjadi di segmen kripto spekulatif.
Stablecoin relatif stabil di tengah koreksi
Berbeda dengan kripto lainnya, stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) terpantau relatif stabil. Kedua aset ini masih berada di kisaran harga USD 1,00. Meski demikian, keduanya tercatat melemah tipis sekitar 0,48 persen. Stabilitas stablecoin mencerminkan fungsinya sebagai aset lindung nilai sementara di tengah volatilitas pasar.
Keberadaan stablecoin menjadi alternatif bagi investor yang memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali masuk ke aset berisiko lebih tinggi.
Kapitalisasi pasar kripto ikut menyusut
Tekanan harga yang terjadi berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar kripto global. Saat ini, total kapitalisasi pasar kripto berada di level USD 2,66 triliun atau setara Rp 44.617 triliun. Angka tersebut melemah sekitar 6,29 persen dalam satu hari terakhir.
Penyusutan kapitalisasi pasar ini menunjukkan besarnya nilai aset yang tergerus akibat koreksi harga. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase tekanan, dengan pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menanti perkembangan selanjutnya.