Real Madrid Akui Salah Strategi Proyek Baru Siap Rombak Skuad Besar Besaran

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:22:25 WIB
Real Madrid Akui Salah Strategi Proyek Baru Siap Rombak Skuad Besar Besaran

JAKARTA - Dominasi Real Madrid di sepak bola Eropa selama hampir satu dekade terakhir tidak datang secara instan. 

Keberhasilan tersebut dibangun di atas fondasi pemain-pemain veteran yang kemudian menjelma menjadi legenda klub. Nama-nama seperti Marcelo, Sergio Ramos, Luka Modric, Toni Kroos, Cristiano Ronaldo, hingga Karim Benzema menjadi simbol kejayaan Los Blancos di level tertinggi.

Namun, seiring berjalannya waktu, era itu perlahan ditinggalkan. Manajemen klub mulai merancang proyek baru dengan tujuan menjaga kesinambungan prestasi. Regenerasi dianggap sebagai langkah mutlak agar Real Madrid tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan dinamika sepak bola modern.

Sayangnya, perjalanan proyek baru tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Performa skuad saat ini dinilai masih jauh dari standar generasi sebelumnya. Ketidakseimbangan permainan pun mulai terlihat, memunculkan tanda tanya besar terkait arah pembangunan tim yang sedang dijalankan.

Situasi ini akhirnya membuat manajemen Real Madrid mengambil sikap terbuka. Klub disebut telah mengakui adanya kesalahan dalam perencanaan, sebuah pengakuan langka dari institusi yang dikenal sangat percaya diri dengan setiap kebijakannya.

Pengakuan kesalahan dalam proyek regenerasi

Laporan El Larguero menyebut Real Madrid kini menyadari adanya kekeliruan dalam pendekatan proyek baru. Pengakuan ini menjadi titik balik penting, terutama dalam upaya menggantikan peran sentral Luka Modric dan Toni Kroos yang selama bertahun-tahun menjadi otak permainan tim.

Ini merupakan pertama kalinya klub benar-benar menerima bahwa rencana pembangunan kembali tidak berjalan sesuai ekspektasi. Para pemain muda yang disiapkan sebagai penerus dinilai belum mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan para senior secara optimal.

Manajemen memahami bahwa proses regenerasi membutuhkan waktu, tetapi jarak performa antara generasi lama dan baru terlalu mencolok. Hal inilah yang kemudian mendorong evaluasi menyeluruh terhadap struktur skuad dan kebijakan transfer.

Pengakuan tersebut juga menjadi sinyal bahwa Real Madrid tidak akan ragu mengambil langkah besar demi mengembalikan standar permainan yang selama ini menjadi identitas klub.

Masalah lini tengah jadi akar persoalan

Real Madrid telah mendatangkan Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, dan Arda Guler dalam beberapa musim terakhir. Ketiganya diproyeksikan sebagai tulang punggung lini tengah generasi baru yang diharapkan mampu mendominasi Eropa seperti pendahulunya.

Namun, realitas di lapangan berkata lain. Klub mengakui bahwa para pemain tersebut belum mengambil lompatan performa yang diharapkan. Kombinasi mereka belum mampu memberikan kontrol permainan yang konsisten sepanjang musim.

Banyak masalah Real Madrid musim ini bermula dari lini tengah. Tim kerap kesulitan mendikte tempo, mengalirkan bola dengan rapi, serta menciptakan peluang dari situasi terbuka. Tanpa bola pun, koordinasi antar lini terlihat belum solid.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada hasil pertandingan. Real Madrid kerap kehilangan dominasi yang selama ini menjadi ciri khas mereka, bahkan saat menghadapi lawan yang di atas kertas berada di bawah kualitas skuad Los Blancos.

Musim panas jadi momen perombakan besar

Dengan berbagai persoalan yang muncul, musim panas mendatang diprediksi akan menjadi fase krusial bagi Real Madrid. Klub disebut bersiap melakukan perombakan besar-besaran dengan melibatkan banyak pemain masuk dan keluar.

Langkah ini dipandang sebagai upaya merestrukturisasi skuad agar lebih seimbang di setiap lini. Fokus utama akan tertuju pada lini tengah, tetapi sektor lain juga tidak luput dari evaluasi menyeluruh.

Manajemen menyadari bahwa mempertahankan skuad saat ini tanpa perubahan signifikan berisiko memperpanjang periode inkonsistensi. Oleh karena itu, keputusan besar diyakini akan diambil demi mengembalikan daya saing tim.

Perombakan ini juga diharapkan mampu menyelaraskan kembali visi jangka panjang klub dengan kebutuhan taktis di lapangan, sehingga proyek baru benar-benar memiliki fondasi yang kuat.

Florentino Perez buka opsi pelatih lama

Di tengah evaluasi skuad, isu pergantian pelatih turut mencuat. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, disebut kembali membuka pintu bagi sosok lama untuk kembali menukangi tim utama di Santiago Bernabeu.

Langkah ini mencuat setelah kekalahan menyakitkan dari Benfica di ajang Liga Champions. Dalam laga yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026), Real Madrid dipermalukan dengan skor 2-4.

Los Blancos kesulitan mengejar ketertinggalan, terutama di menit-menit akhir pertandingan. Situasi semakin rumit setelah Raul Asencio dan Rodrygo diganjar kartu merah, memaksa tim bermain dengan sembilan pemain.

Kekalahan tersebut memperkuat anggapan bahwa Real Madrid membutuhkan figur berpengalaman untuk mengembalikan mentalitas dan identitas permainan tim.

Posisi Arbeloa dan bayang-bayang Mourinho

Hasil buruk melawan Benfica langsung membuat posisi Alvaro Arbeloa berada dalam sorotan. Pelatih yang sebelumnya ditunjuk sebagai pengganti Xabi Alonso itu kini mulai diragukan kelangsungan perannya.

Petinggi klub disebut kembali memasukkan nama Jose Mourinho sebagai kandidat pelatih anyar, sebagaimana dilaporkan Defensa Central. Nama Mourinho dianggap memiliki kedekatan emosional dengan klub dan pengalaman mengelola tekanan besar.

Energi, intensitas, serta hasrat tinggi yang diperlihatkan Mourinho di berbagai kesempatan disebut menarik perhatian Florentino Perez. Presiden klub itu dikabarkan mulai mempertimbangkan kemungkinan mengulang periode kepelatihan Mourinho di Bernabeu.

Jika skenario ini terwujud, maka Real Madrid bukan hanya akan merombak skuad, tetapi juga arah kepemimpinan tim, demi mengakhiri fase transisi yang sejauh ini belum membuahkan hasil maksimal.

Terkini