Chelsea Bangkit Dramatis Tumbangkan West Ham Lewat Comeback Epik Stamford Bridge

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:22:25 WIB
Chelsea Bangkit Dramatis Tumbangkan West Ham Lewat Comeback Epik Stamford Bridge

JAKARTA - Atmosfer Stamford Bridge berubah drastis pada Minggu dini hari, 1 Februari 2026. 

Chelsea yang sempat terpuruk di babak pertama justru menutup laga dengan senyum lebar setelah menciptakan comeback luar biasa atas West Ham pada pekan ke-24 Liga Inggris 2025-2026. Pertandingan yang dimulai pukul 00.30 WIB itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan The Blues.

Hasil tersebut terasa spesial karena Chelsea sempat tertinggal dua gol tanpa balas. Situasi ini membuat tekanan besar menghampiri tuan rumah, terutama setelah permainan mereka terlihat kurang efektif sepanjang 45 menit pertama meski unggul dalam penguasaan bola.

Namun, babak kedua menghadirkan cerita berbeda. Perubahan strategi, pergantian pemain, serta peningkatan intensitas serangan menjadi kunci kebangkitan Chelsea. Laga Chelsea vs West Ham pun menjelma menjadi salah satu pertandingan paling dramatis musim ini.

Kemenangan ini sekaligus menunjukkan mentalitas pantang menyerah The Blues ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri, sekaligus menjadi pembuktian bahwa laga belum selesai sebelum peluit akhir dibunyikan.

West Ham unggul dan kuasai momentum awal

West Ham memulai pertandingan dengan percaya diri tinggi dan langsung memberi kejutan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-7 melalui Jarrod Bowen yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Chelsea. Umpan matang dari Aaron Wan-Bissaka diselesaikan Bowen dengan tenang untuk membawa tim tamu unggul cepat.

Keunggulan tersebut membuat West Ham bermain lebih efektif. Mereka tidak terlalu mendominasi penguasaan bola, namun mampu memaksimalkan setiap peluang yang ada. Chelsea justru terlihat kesulitan menembus rapatnya pertahanan tim tamu.

Situasi semakin sulit bagi Chelsea ketika Crysencio Summerville menggandakan keunggulan West Ham pada menit ke-36. Kembali, Wan-Bissaka menjadi kreator lewat assist keduanya yang memanjakan Summerville di sisi kiri penyerangan.

Gol kedua ini membuat West Ham menutup babak pertama dengan kepercayaan diri tinggi. Chelsea memasuki ruang ganti dalam kondisi tertinggal dua gol, sementara publik Stamford Bridge diliputi rasa cemas.

Chelsea ubah wajah permainan di babak kedua

Memasuki babak kedua, Chelsea tampil dengan pendekatan yang jauh berbeda. Pelatih Liam Rosenior melakukan pergantian pemain massal yang langsung mengubah ritme permainan. Masuknya Wesley Fofana, Marc Cucurella, dan Joao Pedro memberi warna baru dalam skema serangan.

Tekanan Chelsea meningkat sejak menit-menit awal babak kedua. Aliran bola menjadi lebih cepat dan agresivitas di sepertiga akhir lapangan semakin terasa. West Ham mulai kesulitan keluar dari tekanan dan lebih sering bertahan di area sendiri.

Perubahan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-57. Joao Pedro mencetak gol pertama Chelsea setelah memanfaatkan umpan akurat dari Wesley Fofana. Gol ini menjadi titik balik yang membangkitkan kepercayaan diri tuan rumah.

Stamford Bridge kembali hidup. Dukungan penuh dari para suporter semakin memacu semangat para pemain Chelsea untuk terus menekan pertahanan West Ham.

Gol penyeimbang dan tekanan tanpa henti

Chelsea tidak mengendurkan serangan setelah gol pertama. Tekanan berlapis terus dilancarkan dari berbagai sisi, memaksa West Ham menurunkan garis pertahanan lebih dalam. Situasi ini membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.

Upaya Chelsea akhirnya berbuah gol penyeimbang pada menit ke-70. Marc Cucurella mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-2 dan atmosfer stadion semakin bergemuruh.

Gol tersebut benar-benar mengubah dinamika pertandingan. Chelsea tampil semakin percaya diri, sementara West Ham mulai terlihat goyah dalam bertahan. Beberapa kesalahan kecil di lini belakang tim tamu nyaris berbuah gol tambahan.

West Ham mencoba meredam tekanan dengan bermain lebih disiplin dan berharap mengamankan satu poin. Namun, intensitas serangan Chelsea membuat pertahanan mereka terus berada di bawah tekanan hingga menit-menit akhir laga.

Joao Pedro jadi pembeda kemenangan

Drama mencapai puncaknya pada masa injury time. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Chelsea kembali menemukan celah di pertahanan West Ham. Joao Pedro kembali berperan penting dengan mengirim assist matang kepada Enzo Fernandez.

Pada menit ke-90+2, Enzo Fernandez melepaskan tendangan yang tidak mampu dibendung kiper West Ham. Gol tersebut memastikan Chelsea berbalik unggul 3-2 dan membuat stadion meledak dalam euforia.

Joao Pedro tampil sebagai pembeda dalam laga ini. Selain mencetak satu gol, kontribusinya dalam membangun serangan dan memberi assist krusial menjadi faktor utama comeback Chelsea.

Kemenangan ini terasa semakin manis karena diraih lewat perjuangan keras dan perubahan taktik yang tepat di babak kedua.

Laga panas ditutup kemenangan dramatis Chelsea

Pertandingan Chelsea vs West Ham ditutup dengan tensi tinggi. Hujan kartu kuning mewarnai menit-menit akhir, bahkan satu kartu merah harus diterima Jean-Clair Todibo akibat pelanggaran keras yang dilakukannya.

Meski demikian, Chelsea mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Comeback spektakuler ini menegaskan karakter kuat The Blues sebagai tim yang tidak mudah menyerah, terutama saat bermain di kandang sendiri.

Tiga poin dari laga ini menjadi modal penting bagi Chelsea untuk menjaga momentum di Liga Inggris 2025-2026. Sementara bagi West Ham, kekalahan ini menjadi pelajaran pahit setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol.

Laga tersebut akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis musim ini, di mana Chelsea membalikkan keadaan dan menunjukkan bahwa semangat juang bisa mengubah segalanya.

Terkini