JAKARTA - Di tengah dinamika industri pembiayaan digital yang terus bergerak cepat, kinerja penyaluran dana menjadi indikator penting untuk menilai daya tahan dan strategi sebuah platform.
Sepanjang 2025, perusahaan fintech peer-to-peer lending PT Cicil Solusi Mitra Teknologi atau Cicil mencatatkan pertumbuhan yang mencolok.
Perusahaan tersebut membukukan penyaluran pendanaan lebih dari Rp1,9 triliun sepanjang 2025. Angka itu menunjukkan peningkatan sebesar 111,48 persen secara tahunan atau year on year YoY. Capaian ini mencerminkan akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Cicil, Oki Surya, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut tidak terjadi secara kebetulan. “Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya permintaan pendanaan produktif sekaligus efektivitas strategi penyaluran Cicil di tengah dinamika industri fintech pendanaan,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu.
Ia menilai peningkatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kebutuhan pembiayaan produktif masih tinggi. Di sisi lain, strategi distribusi pendanaan yang tepat sasaran turut memperkuat posisi perusahaan di industri fintech.
Akumulasi Penyaluran Capai Lebih Dari Rp3,36 Triliun
Tak hanya mencatat kinerja tahunan yang impresif, Cicil juga membukukan pertumbuhan akumulatif yang signifikan. Hingga Januari 2026, total akumulasi penyaluran dana perusahaan tercatat telah melampaui Rp3,36 triliun. Angka ini menjadi refleksi perjalanan bisnis yang terus berkembang.
Menurut Oki, peningkatan tersebut tidak semata mengejar volume. Ia menegaskan bahwa ekspansi penyaluran dana tetap dibarengi dengan pengelolaan risiko yang prudent. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Hal itu tercermin dari tingkat keberhasilan pengembalian atau TKB90 Cicil yang konsisten terjaga di atas 95 persen. Angka tersebut menjadi indikator bahwa kualitas portofolio pembiayaan tetap terkontrol dengan baik.
“Pertumbuhan penyaluran dana dan outstanding ini menjadi indikator positif atas strategi Cicil yang mengedepankan kualitas. Kami memastikan setiap pertumbuhan tetap dibarengi dengan manajemen risiko yang disiplin serta pemantauan portofolio yang ketat,” tegas Oki.
Kepercayaan Pemberi Dana Terus Meningkat
Selain dari sisi penyaluran, perkembangan juga terlihat dari partisipasi pemberi dana. Cicil mencatat adanya peningkatan keikutsertaan, baik dari lender ritel maupun institusi. Tren ini menunjukkan bertambahnya kepercayaan terhadap performa dan transparansi platform.
Oki menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah lender menjadi salah satu fondasi penting bagi ekspansi pembiayaan. Dengan dukungan pendanaan yang lebih luas, perusahaan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor produktif.
“Saat ini Cicil memiliki total lebih dari 1.000 pemberi dana dan lebih dari 62.000 penerima dana dengan tetap memprioritaskan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan sektor riil lainnya,” ucapnya. Pernyataan tersebut menggambarkan ekosistem yang terus berkembang.
Kombinasi antara pertumbuhan borrower dan lender memperlihatkan keseimbangan pada kedua sisi platform. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional serta memperluas dampak pembiayaan terhadap sektor riil.
Strategi Kehati Hatian Dan Transparansi Jadi Prioritas
Meski mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, manajemen menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama. Oki menyebut perusahaan akan terus mengedepankan prinsip prudential, transparansi, serta pelindungan pengguna dalam setiap aktivitas bisnisnya.
Langkah tersebut dianggap krusial mengingat industri fintech pendanaan menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari risiko gagal bayar hingga dinamika regulasi, seluruhnya membutuhkan pengelolaan yang disiplin dan sistem pengawasan yang ketat.
Dengan TKB90 yang konsisten di atas 95 persen, Cicil berupaya menjaga kualitas aset tetap prima. Penguatan analisis kredit serta pemantauan portofolio menjadi bagian dari strategi untuk meminimalkan risiko.
Ke depan, perusahaan yang didirikan pada 2016 ini menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pembiayaan produktif. Prinsip kehati-hatian, transparansi, dan pelindungan pengguna akan terus menjadi fondasi utama dalam menjalankan ekspansi bisnis di tengah pertumbuhan industri yang semakin kompetitif.