Batu Bara

Pemerintah Tetapkan HBA, Harga Batu Bara Periode Kedua Februari Turun

Pemerintah Tetapkan HBA, Harga Batu Bara Periode Kedua Februari Turun
Pemerintah Tetapkan HBA, Harga Batu Bara Periode Kedua Februari Turun

JAKARTA - Pergerakan harga batu bara kembali menjadi sorotan pada paruh kedua Februari 2026. 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pembaruan Harga Batu Bara Acuan atau HBA. Keputusan ini menandai adanya penyesuaian dibanding periode sebelumnya. Seluruh kategori kalori tercatat mengalami koreksi harga.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk penjualan batu bara periode kedua Februari 2026. 

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 97 Tahun 2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Periode Kedua Bulan Februari Tahun 2026. Regulasi ini menjadi dasar hukum dalam penetapan harga acuan mineral dan batu bara. Dengan keputusan tersebut, pelaku usaha memiliki pedoman resmi dalam transaksi.

Di dalam aturan tersebut, pemerintah setidaknya memisahkan HBA berdasarkan 4 kategori. Bila dibandingkan dengan HBA pada periode pertama bulan Februari 2026 lalu, seluruh kategori batu bara mengalami penurunan harga pada periode kedua Februari ini. Koreksi ini mencerminkan dinamika pasar komoditas global. Penyesuaian dilakukan mengikuti perkembangan permintaan dan penawaran.

"Dari sisi batu bara, seluruh level kalori mengalami koreksi harga pada periode ini. Namun demikian, pergerakan tersebut tetap mencerminkan mekanisme pasar yang adaptif dan responsif terhadap kondisi global," tulis Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM dalam unggahan Instagram @ditjenminerba, dikutip Rabu (18/2/2026). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan harga masih dalam koridor mekanisme pasar. Pemerintah menilai pasar tetap berjalan secara wajar.

Kategori HBA Berdasarkan Nilai Kalori

Penetapan HBA periode kedua Februari 2026 dibagi dalam empat kelompok berdasarkan kesetaraan nilai kalor. Setiap kategori memiliki spesifikasi berbeda terkait total moisture, total sulphur, dan ash. Pembagian ini bertujuan memberikan acuan harga sesuai kualitas batu bara. Dengan demikian, harga lebih mencerminkan karakteristik produk.

Pertama, HBA dalam kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 12,26%, Total Sulphur 0,66%, dan Ash 7,94 ditetapkan sebesar US$ 102,87 per ton. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan HBA pada periode pertama bulan Februari 2026 sebesar US$ 106,11 per ton. Penurunan ini menunjukkan koreksi pada batu bara berkalori tinggi. Meski turun, level harga masih mencerminkan permintaan pasar internasional.

Kedua, untuk HBA I dengan kesetaraan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, sulphur 0,75%, dan ash 6,04% periode kedua bulan Februari 2026 ditetapkan sebesar US$ 71,74 per ton. Angka ini mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan harga periode pertama bulan Februari 2026 sebesar US$ 73,96 per ton. Koreksi ini terjadi pada kategori kalori menengah. Pergerakan harga tetap mengikuti tren global.

Penurunan pada HBA Kalori Menengah dan Rendah

Ketiga, untuk HBA II dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, sulphur 0,23%, dan ash 3,9% periode kedua bulan Februari 2026 yakni US$ 47,34 per ton. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan HBA periode pertama bulan Februari 2026 yang berada di level US$ 48,21 per ton. Koreksi ini mencerminkan tekanan harga pada segmen kalori lebih rendah. Meski demikian, selisih penurunannya relatif terbatas.

Keempat, untuk HBA III dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, sulphur 0,24%, dan ash 3,88% periode kedua bulan Februari 2026 ditetapkan sebesar US$ 33,85 per ton. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode pertama bulan Februari 2026 yang berada di level US$ 35,83 per ton. Segmen kalori terendah juga mencatatkan koreksi harga. Hal ini menandakan tekanan merata di seluruh level kalori.

Dengan turunnya seluruh kategori HBA, pasar batu bara memasuki fase penyesuaian harga. Perubahan ini tetap berada dalam kerangka regulasi yang berlaku. Pemerintah menilai dinamika tersebut sebagai respons terhadap kondisi global. Mekanisme pasar dinilai tetap berjalan secara adaptif.

Implikasi Penetapan HBA Februari 2026

Penetapan HBA periode kedua Februari 2026 menjadi acuan penting bagi pelaku industri. Harga acuan ini digunakan sebagai dasar transaksi penjualan batu bara, khususnya untuk ekspor dan kewajiban domestik tertentu. Dengan adanya regulasi resmi, transparansi harga tetap terjaga. Pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi bisnis sesuai perkembangan terbaru.

Penurunan harga di semua kategori menunjukkan adanya tekanan pasar internasional. Meski demikian, pemerintah memastikan mekanisme tetap responsif terhadap dinamika global. Evaluasi dilakukan secara berkala mengikuti kondisi ekonomi dunia. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan pelaku usaha.

Keputusan Menteri ESDM Nomor 97 Tahun 2026 menjadi landasan formal dalam penetapan harga periode ini. Regulasi tersebut mengatur Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan secara terperinci. Dengan adanya kepastian hukum, pelaksanaan transaksi lebih terarah. Hal ini juga memberikan kepastian bagi sektor energi nasional.

Secara keseluruhan, periode kedua Februari 2026 mencatat penurunan HBA di seluruh level kalori. Meski mengalami koreksi, pergerakan harga disebut tetap mencerminkan mekanisme pasar yang adaptif dan responsif terhadap kondisi global. Pemerintah terus memantau perkembangan pasar untuk menentukan kebijakan berikutnya. Dengan demikian, stabilitas sektor pertambangan dan energi diharapkan tetap terjaga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index