Kripto

Nomura Kurangi Posisi Kripto Meski Komitmen Tetap pada Bisnis Digital

Nomura Kurangi Posisi Kripto Meski Komitmen Tetap pada Bisnis Digital
Nomura Kurangi Posisi Kripto Meski Komitmen Tetap pada Bisnis Digital

JAKARTA - Perusahaan Jepang, Nomura, melakukan pengurangan posisi di aset kripto menyusul kerugian yang dialami divisi kripto mereka pada kuartal ketiga. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan volatilitas laba jangka pendek dan memperkuat manajemen risiko di tengah pasar digital yang bergejolak.

Chief Financial Officer Nomura, Hiroyuki Moriuchi menegaskan, komitmen perusahaan terhadap bisnis terkait aset digital tetap terjaga, meski posisi dikurangi. “Kami tetap berkomitmen pada aset digital dan berharap memperluas operasi dalam jangka menengah hingga panjang,” ujarnya.

Pengelola kekayaan terbesar Jepang

Nomura merupakan pengelola kekayaan terbesar di Jepang dengan aset klien sekitar USD 153 triliun dan menguasai 15% pasar domestik. Moriuchi menjelaskan, pengurangan posisi dilakukan untuk mengendalikan paparan risiko, terutama bagi divisi Laser Digital yang menangani perdagangan kripto di Eropa.

Laser Digital tengah mengajukan permohonan untuk beroperasi sebagai bank dengan status federal di Amerika Serikat. Tujuannya agar dapat menawarkan layanan kustodian kripto dan perdagangan spot untuk perusahaan dan penduduk AS. Langkah ini menegaskan fokus Nomura pada ekspansi bisnis digital meski menghadapi koreksi pasar sementara.

Sejarah dan strategi Laser Digital

Laser Digital diluncurkan di Swiss pada September 2022, menekankan aset digital dan perdagangan mata uang kripto. Pada awalnya, pihak Nomura menargetkan divisi ini mulai menghasilkan keuntungan pada 2024. Strategi ini sejalan dengan upaya perusahaan Jepang lainnya yang ingin memanfaatkan potensi kripto melalui dana investasi domestik.

Meskipun pasar kripto fluktuatif, perusahaan Jepang tetap menunjukkan optimisme jangka panjang. Pengurangan posisi bukan berarti meninggalkan pasar, tetapi menyesuaikan risiko seiring ketidakpastian harga yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Metaplanet ambil langkah berlawanan

Berbeda dengan Nomura, Metaplanet, pengelola bitcoin asal Jepang, memilih strategi agresif dengan menjual saham senilai USD 137 juta atau Rp 2,29 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menambah kepemilikan bitcoin (BTC), memperkuat posisi mereka di pasar aset digital.

Penggalangan dana Metaplanet mencakup 24,5 juta saham biasa yang diterbitkan untuk pembeli luar negeri. Perusahaan menegaskan langkah ini bertujuan meningkatkan kepemilikan bitcoin per saham, meski berpotensi menyebabkan dilusi saham. Saat ini Metaplanet memegang 35.102 BTC senilai hampir USD 3 miliar.

Kinerja saham dan volatilitas

Perjalanan saham Metaplanet tidak selalu mulus. Pada 2025, harga saham perusahaan sempat mencapai USD 15,35 pada Mei dan merosot hingga USD 2,50 sepanjang sisa tahun tersebut. Meski demikian, saham MTPLF naik 7% sejak awal tahun dan tercatat diperdagangkan di USD 2,77 pada awal Februari 2026.

Strategi kedua perusahaan menunjukkan pendekatan berbeda: Nomura mengurangi posisi untuk stabilisasi risiko, sementara Metaplanet memanfaatkan koreksi pasar untuk akumulasi aset digital. Kedua langkah ini mencerminkan beragam strategi korporasi Jepang dalam menghadapi volatilitas kripto global.

Pandangan investor dan pasar

Kebijakan Nomura juga mencerminkan kesadaran industri keuangan Jepang terhadap risiko jangka pendek dalam aset digital. Investor diharapkan menilai risiko dan peluang sebelum terjun ke kripto, mengingat pergerakan harga yang bisa sangat fluktuatif.

Sementara itu, aksi Metaplanet menunjukkan bahwa ada ruang bagi strategi agresif yang memanfaatkan harga turun untuk memperkuat posisi aset. Perbedaan pendekatan ini menegaskan pentingnya manajemen risiko dan pemahaman fundamental pasar kripto.

Prospek jangka menengah

Meski pasar kripto mengalami tekanan, Nomura menekankan bahwa bisnis digital tetap menjadi fokus ekspansi jangka menengah hingga panjang. Perusahaan berharap bisa memperluas layanan, termasuk perdagangan, kustodian, dan venture capital terkait aset digital.

Investor domestik dan internasional dapat mengambil pelajaran dari langkah korporasi Jepang ini: pengurangan posisi tidak selalu berarti mundur, tetapi penyesuaian risiko agar perusahaan tetap bertahan di pasar volatil.

Pengurangan posisi kripto Nomura mencerminkan kehati-hatian dalam menghadapi volatilitas, sementara Metaplanet mengambil peluang akumulasi. Kedua strategi menunjukkan pendekatan berbeda dalam menghadapi pasar kripto yang bergejolak. Bagi investor, hal ini menjadi pengingat untuk menyesuaikan strategi dan memahami risiko sebelum menempatkan modal di aset digital

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index