JAKARTA - Keberhasilan timnas futsal Indonesia melangkah ke perempat final Piala Asia Futsal 2026 tidak hanya dipandang sebagai capaian hasil semata.
Di balik kemenangan atas Kirgistan, pelatih Hector Souto justru melihat momen penting untuk refleksi dan arah pengembangan pemain ke depan.
Bermain di hadapan publik sendiri di Indonesia Arena, Senayan, skuad Garuda sempat mengalami tekanan serius sepanjang pertandingan. Situasi tersebut menjadi gambaran nyata tantangan level internasional yang harus dihadapi jika Indonesia ingin melangkah lebih jauh.
Bagi Hector Souto, laga ini bukan hanya tentang skor 5-3. Lebih dari itu, pertandingan tersebut membuka mata banyak pihak mengenai perbedaan pengalaman dan jam terbang antarpemain di level Asia.
Dari sinilah muncul dorongan tegas sang pelatih agar para pemain timnas futsal Indonesia berani keluar dari zona nyaman dan menjajal karier di luar negeri.
Kemenangan Penting yang Mengantar Indonesia ke Perempat Final
Timnas futsal Indonesia memastikan tiket perempat final Piala Asia Futsal 2026 setelah menundukkan Kirgistan dengan skor 5-3 pada laga kedua Grup A. Hasil tersebut membawa Indonesia mengoleksi enam poin dari dua pertandingan.
Dengan raihan tersebut, posisi Indonesia kini berada di puncak klasemen sementara Grup A. Keunggulan selisih gol membuat peluang menjadi juara grup terbuka lebar.
Skuad Merah Putih masih menyisakan satu laga melawan Irak pada Sabtu, 31 Januari 2026. Setidaknya hasil imbang sudah cukup untuk mengunci status juara grup.
Situasi ini memberi keuntungan strategis bagi Indonesia, namun Hector Souto menegaskan fokus tim tidak boleh terbuai oleh hasil sementara.
Laga Kirgistan Jadi Pengalaman Berharga
Meski menang, Hector Souto menilai pertandingan melawan Kirgistan sebagai ujian yang sangat berharga. Timnya beberapa kali berada dalam tekanan dan sempat kehilangan kendali permainan.
Kirgistan mampu menyamakan kedudukan dan memaksa Indonesia bekerja keras hingga menit-menit akhir. Tekanan tersebut menjadi simulasi nyata atmosfer laga internasional level tinggi.
Menurut Souto, pengalaman seperti ini sangat penting bagi perkembangan mental dan taktik pemain. Tidak semua pertandingan berjalan mulus, dan kemampuan bertahan di bawah tekanan menjadi kunci.
"Ini adalah pengalaman yang baik buat para pemain kami karena kami mulai bermain di pertandingan internasional seperti ini, dengan tekanan, dan lain sebagainya," kata Hector Souto kepada awak media.
Pengaruh Pemain Abroad di Tim Kirgistan
Salah satu poin penting yang disoroti Hector Souto adalah komposisi pemain Kirgistan. Ia menilai kualitas lawan tidak lepas dari keberadaan pemain-pemain yang merumput di luar negeri.
"Kirgistan memiliki 2 pemain yang bermain di Rusia, 4 pemain di Armenia, dan 3 atau 4 pemain di Uzbekistan," ungkap Souto.
Keberadaan pemain abroad tersebut membuat Kirgistan tampil lebih tenang dalam tekanan dan disiplin dalam menjaga struktur permainan. Hal ini menjadi pembeda signifikan di lapangan.
Bagi Souto, fakta ini adalah cerminan realitas futsal Asia saat ini. Banyak negara berkembang pesat karena pemainnya mendapat pengalaman kompetitif di luar negeri.
Dorongan Kuat untuk Pemain Indonesia Berkarier di Luar Negeri
Berkaca dari pengalaman tersebut, Hector Souto secara terbuka mendorong pemain timnas futsal Indonesia untuk berani mencoba karier abroad. Ia menilai langkah ini krusial untuk meningkatkan level permainan.
Menurutnya, bermain terus di kompetisi lokal memiliki keterbatasan tertentu. Tantangan, tempo, dan intensitas di luar negeri dapat memaksa pemain berkembang lebih cepat.
"Saya berharap suatu hari nanti, pemain Indonesia juga bisa bermain di luar negeri karena saya pikir, dalam beberapa hal, kita hidup dalam gelembung dan kita perlu memecahkan gelembung itu," kata Souto.
Dorongan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari visi jangka panjang pengembangan futsal nasional.
Memecahkan Zona Nyaman demi Peningkatan Kualitas
Hector Souto menilai pemain yang hanya berkompetisi di dalam negeri akan sulit mencapai lonjakan kualitas signifikan. Paparan terhadap gaya bermain berbeda menjadi kebutuhan mutlak.
"Jika pemain terus bermain di sini, akan sulit untuk meningkatkan level permainan," tegasnya.
Menurut Souto, ada dua jalur yang bisa ditempuh. Pertama, mendatangkan pemain asing berkualitas ke liga lokal agar standar kompetisi meningkat.
Kedua, membuka jalan bagi pemain Indonesia untuk menyusun rencana karier dan berani merantau ke luar negeri demi pengalaman dan pembelajaran.
Fokus Laga Irak dan Visi Jangka Panjang Timnas
Meski berbicara soal masa depan, Hector Souto menegaskan fokus utama tim saat ini tetap tertuju pada laga terakhir fase grup melawan Irak. Pertandingan tersebut penting untuk menentukan posisi akhir Indonesia.
Namun, evaluasi dari dua laga awal sudah memberi banyak catatan penting. Kemenangan tidak menutup fakta bahwa masih ada celah yang harus diperbaiki.
Bagi Souto, Piala Asia Futsal 2026 adalah panggung pembelajaran sekaligus batu loncatan. Target jangka pendek dan visi jangka panjang harus berjalan beriringan.
Dengan keberanian pemain untuk keluar dari zona nyaman dan menimba pengalaman abroad, Hector Souto yakin futsal Indonesia bisa naik kelas dan bersaing lebih konsisten di level Asia.