Emas

Harga Emas Rabu 28 Januari 2026 Diproyeksi Rebound Kuat Ditopang Gejolak Geopolitik Global

Harga Emas Rabu 28 Januari 2026 Diproyeksi Rebound Kuat Ditopang Gejolak Geopolitik Global
Harga Emas Rabu 28 Januari 2026 Diproyeksi Rebound Kuat Ditopang Gejolak Geopolitik Global

JAKARTA - Pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan pelaku pasar menjelang perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. 

Setelah mengalami koreksi terbatas pada sesi sebelumnya, emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dinilai memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Sinyal teknikal dari pasar global, ditambah meningkatnya tensi geopolitik, menjadi kombinasi faktor yang memperkuat ekspektasi pembalikan arah harga dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Selasa, harga emas Antam sempat turun tipis dan bertengger di level Rp2.916.000 per gram. Koreksi tersebut dinilai wajar setelah reli panjang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, tekanan jual tidak berlangsung lama karena minat beli mulai kembali menguat seiring memburuknya sentimen risiko global.

Ketegangan Global Dorong Minat Safe Haven

Sentimen utama yang menopang prospek penguatan harga emas berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik internasional. Situasi di kawasan Arktik yang memanas, ditambah dengan isu perang tarif dagang yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Kanada dan Korea Selatan, membuat pasar kembali berada dalam mode waspada. 

Kondisi ini mendorong investor global mencari aset lindung nilai.

Emas kembali dipandang sebagai instrumen safe haven yang paling aman di tengah ketidakpastian. Arus dana masuk ke pasar emas pun meningkat, terutama dari investor institusi yang menghindari aset berisiko. Tekanan geopolitik ini menjadi “bahan bakar” utama yang mengerek harga emas dunia dalam beberapa sesi terakhir.

Pergerakan Spot Gold di Pasar Internasional

Berdasarkan data perdagangan real-time Selasa sore waktu New York, harga emas spot (XAU/USD) tercatat stabil di kisaran US$5.089 per troy ounce. Posisi ini menunjukkan kenaikan sekitar 1,56% dibandingkan pembukaan harian. Kinerja positif tersebut mencerminkan kuatnya dorongan beli di pasar global menjelang penutupan.

Kenaikan harga emas dunia juga didukung oleh melemahnya indeks Dolar AS (DXY). Pelemahan dolar memberi ruang bagi komoditas berdenominasi dolar untuk bergerak lebih tinggi. Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan pun meningkat secara signifikan.

Level Psikologis Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Analis pasar komoditas menilai level psikologis US$5.050 per troy ounce menjadi titik krusial. Jika harga emas dunia mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan pasar Amerika Serikat, maka peluang kenaikan lanjutan semakin terbuka. Kondisi ini diperkirakan akan langsung tercermin pada harga emas domestik.

Dengan asumsi tersebut, harga emas Antam pada Rabu pagi diproyeksikan berpotensi naik di kisaran Rp5.000 hingga Rp15.000 per gram. Proyeksi ini mempertimbangkan kombinasi sentimen global yang positif dan masih kuatnya minat beli dari investor lokal.

Peran Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Lokal

Selain faktor global, nilai tukar Rupiah juga memainkan peran penting dalam pembentukan harga emas dalam negeri. Pada penutupan pasar spot Selasa, Rupiah tercatat menguat tipis di level Rp16.768 per Dolar AS. Penguatan ini secara teori dapat menahan laju kenaikan harga emas lokal.

Namun, dalam kondisi lonjakan harga emas dunia yang cukup signifikan, pengaruh kurs Rupiah diperkirakan menjadi faktor sekunder. Selama kenaikan harga emas global berada di atas 1%, dampaknya dinilai lebih dominan dibandingkan fluktuasi nilai tukar. Dengan demikian, peluang kenaikan harga emas Antam tetap terbuka meski Rupiah relatif stabil.

Proyeksi Harga Emas Antam Rabu Ini

Berdasarkan kalkulasi harga spot global dan pergerakan kurs terkini, harga emas Antam diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Harga emas dunia diproyeksikan berada di rentang US$5.100 hingga US$5.120 per troy ounce, dengan Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.800 per dolar AS.

Dengan asumsi tersebut, harga emas Antam ukuran 1 gram diprediksi berada pada rentang Rp2.921.000 hingga Rp2.935.000. Sementara itu, harga buyback diperkirakan ikut naik ke kisaran Rp2.755.000 hingga Rp2.770.000 per gram, mengikuti tren penguatan harga jual.

Strategi yang Bisa Dipertimbangkan Investor

Bagi investor jangka pendek, volatilitas tinggi yang terjadi saat ini membuka peluang untuk strategi trading harian. Namun demikian, risiko koreksi teknikal tetap perlu diantisipasi, terutama jika rilis data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan penguatan yang tidak terduga. Manajemen risiko menjadi kunci utama dalam kondisi pasar seperti ini.

Sementara bagi investor jangka panjang, tren harga emas secara umum masih berada dalam fase bullish. Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) tetap dinilai relevan meskipun harga berada di level tinggi. Dengan pendekatan bertahap, investor dapat mengurangi risiko fluktuasi jangka pendek sekaligus tetap memanfaatkan potensi kenaikan harga emas dalam jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index