Perak

Harga Perak Kembali Menggeliat Kuat Analis Prediksi Tembus US$200 Per Ons Global

Harga Perak Kembali Menggeliat Kuat Analis Prediksi Tembus US$200 Per Ons Global
Harga Perak Kembali Menggeliat Kuat Analis Prediksi Tembus US$200 Per Ons Global

JAKARTA - Pasar logam mulia kembali dikejutkan oleh pergerakan harga perak yang ekstrem dan tidak biasa. 

Dalam satu hari perdagangan, Senin 26 Januari, harga perak menunjukkan volatilitas yang sangat tajam hingga menggerakkan nilai pasar dalam skala raksasa. Fenomena ini menjadi sorotan pelaku pasar global karena dinilai mencerminkan perubahan besar dalam dinamika permintaan dan persepsi investor terhadap perak.

Pergerakan tersebut bukan sekadar fluktuasi harian biasa. Dalam waktu relatif singkat, kapitalisasi pasar perak berayun mendekati US$2 triliun. Angka ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar terhadap arus dana yang masuk dan keluar dari logam mulia, sekaligus menandai salah satu sesi perdagangan paling dramatis dalam sejarah perak modern.

Volatilitas Ekstrem Warnai Satu Hari Perdagangan

Pergerakan harga perak pada hari tersebut berlangsung sangat cepat dan tajam. Dalam kurun sekitar 14 jam, nilai pasar perak mengalami lonjakan, koreksi, lalu pemulihan kembali. Pola naik-turun yang agresif ini jarang terjadi, bahkan untuk pasar komoditas yang dikenal fluktuatif sekalipun.

Kondisi tersebut langsung memicu diskusi luas di kalangan analis, investor ritel, hingga institusi besar. Banyak pihak menilai volatilitas ini bisa menjadi tolok ukur baru dalam membaca risiko dan peluang di pasar logam mulia ke depan, khususnya untuk perak yang selama ini kerap dianggap “bayangan” emas.

Lonjakan Pagi Hari Disusul Koreksi Tajam

Pergerakan ekstrem dimulai sejak pagi hari waktu New York. Pada rentang pukul 09.00 hingga 13.00 ET, kapitalisasi pasar perak melonjak sekitar US$500 miliar. Lonjakan ini mencerminkan derasnya aliran dana yang masuk, seiring meningkatnya minat beli dari berbagai pelaku pasar.

Namun reli tersebut tidak bertahan lama. Memasuki siang hingga sore hari, tepatnya pukul 13.00 sampai 16.30 ET, arah pasar berbalik tajam. Kapitalisasi pasar perak menyusut sekitar US$950 miliar, menandakan aksi ambil untung besar-besaran yang terjadi dalam waktu singkat.

Menariknya, tekanan jual tersebut kembali mereda pada sesi malam. Pada periode pukul 16.30 hingga 22.30 ET, perak kembali menunjukkan pemulihan dengan tambahan kapitalisasi pasar sekitar US$500 miliar. Pola ini menggambarkan betapa kuatnya tarik-menarik antara pembeli dan penjual dalam satu hari perdagangan.

Skala Pergerakan Melebihi Pasar Kripto

Besarnya pergerakan nilai pasar perak pada sesi tersebut menjadi semakin mencolok ketika dibandingkan dengan aset lain. Total kapitalisasi yang berpindah selama satu hari perdagangan bahkan melampaui nilai kapitalisasi pasar Bitcoin, kripto terbesar di dunia, yang berada di kisaran US$1,75 triliun.

Perbandingan ini menempatkan perak sebagai salah satu aset dengan pergerakan nilai paling luar biasa dalam sejarah pasar keuangan modern. Bagi banyak analis, fakta ini menunjukkan bahwa perak tidak lagi bisa dipandang sebagai aset pelengkap, melainkan telah menjadi pusat perhatian pasar global.

Posisi Perak dalam Peta Aset Dunia

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar perak saat ini berada di kisaran US$6,3 triliun. Meski dalam 24 jam terakhir harga perak tercatat turun sekitar 2,5% ke level US$112,58, valuasi tersebut tetap menempatkannya sebagai aset paling bernilai kedua di dunia setelah emas.

Di sisi lain, emas juga terus mencetak rekor baru. Harga emas tercatat menembus level US$5.092 per ons dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$35,4 triliun. Kinerja dua logam mulia ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset berbasis logam masih sangat kuat di tengah ketidakpastian global.

Proyeksi Harga Sangat Agresif dari Analis

Lonjakan dan volatilitas tinggi yang terjadi pada perak memicu munculnya proyeksi harga yang terbilang ambisius dari sejumlah analis pasar. Mereka memandang bahwa reli logam mulia saat ini belum sepenuhnya mencerminkan potensi jangka panjang yang ada.

Beberapa analis bahkan memproyeksikan emas berpotensi menuju level US$27.000 per ons. Sementara itu, harga perak diperkirakan dapat melonjak hingga US$200 per ons. Proyeksi ini jauh melampaui asumsi konservatif yang selama ini digunakan pasar.

Pandangan tersebut didasarkan pada perubahan peran logam mulia di mata investor. Permintaan emas dan perak kini tidak hanya didorong oleh fungsi tradisional sebagai aset lindung nilai atau instrumen moneter, tetapi juga sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian ekonomi, geopolitik, dan perubahan sistem keuangan global.

Perak Bukan Lagi Sekadar Alternatif

Dalam konteks ini, perak mulai dipandang lebih dari sekadar alternatif emas. Kombinasi antara permintaan industri, peran sebagai penyimpan nilai, serta meningkatnya minat spekulatif membuat perak memiliki karakter yang unik dibandingkan aset lainnya.

Jika tren volatilitas dan minat investor ini berlanjut, perak berpotensi memainkan peran yang jauh lebih besar dalam portofolio global. Pergerakan ekstrem yang terjadi baru-baru ini bisa menjadi sinyal awal bahwa pasar tengah memasuki fase baru, di mana perak menjadi salah satu pusat perhatian utama dalam lanskap investasi dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index