John Herdman

John Herdman Yakin Timnas Indonesia Mampu Menapak Jejak Sukses Kanada Dunia Sepakbola

John Herdman Yakin Timnas Indonesia Mampu Menapak Jejak Sukses Kanada Dunia Sepakbola
John Herdman Yakin Timnas Indonesia Mampu Menapak Jejak Sukses Kanada Dunia Sepakbola

JAKARTA - Optimisme menjadi nada utama yang mengiringi langkah awal John Herdman bersama Timnas Indonesia. 

Pelatih anyar skuad Garuda itu menatap masa depan dengan keyakinan tinggi, melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk melangkah ke level berikutnya di panggung sepak bola internasional. Bagi Herdman, pengalaman masa lalu bersama Selandia Baru dan Kanada menjadi cermin bahwa transformasi besar bukan sesuatu yang mustahil, selama fondasi dan visi berjalan seiring.

John Herdman resmi diumumkan sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI pada 3 Januari 2026. Ia ditunjuk menggantikan Patrick Kluivert yang meninggalkan posisinya sejak 16 Oktober 2025, usai gagal membawa Jay Idzes dan rekan-rekannya melaju ke Piala Dunia. Kehadiran Herdman langsung memantik ekspektasi tinggi, mengingat rekam jejaknya yang sarat prestasi di level internasional.

Awal Perjalanan Bersama Timnas Indonesia

Setelah pengumuman resmi, Herdman tiba di Indonesia sekitar sepekan kemudian. Ia diperkenalkan secara terbuka kepada publik melalui sesi jumpa pers pada Selasa, 13 Januari 2026. Momen tersebut menandai dimulainya era baru bagi Timnas Indonesia, dengan harapan adanya pembenahan menyeluruh dari sisi mentalitas, taktik, hingga budaya kerja tim nasional.

PSSI membebankan tugas besar kepada Herdman, bukan tanpa alasan. Pelatih asal Inggris ini dikenal sebagai figur yang mampu membangun tim dari fondasi dasar hingga mencapai level kompetisi tertinggi. Pengalamannya membawa timnas putri dan putra Kanada lolos ke ajang sepak bola terakbar FIFA menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai arsitek tim nasional.

Rekam Jejak Internasional Jadi Modal Utama

Sebelum berlabuh ke Indonesia, John Herdman telah menorehkan perjalanan panjang di dunia kepelatihan internasional. Bersama skuad putri Selandia Baru, ia sempat memimpin tim tampil di Olimpiade Beijing 2008 dan meraih gelar juara Oseania pada 2010. Capaian tersebut menjadi pijakan awal reputasinya sebagai pelatih yang piawai membangun tim nasional.

Puncak sorotan datang ketika Herdman menangani Kanada. Ia menjadi sosok kunci di balik keberhasilan timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah momen bersejarah karena menjadi yang pertama setelah penantian 36 tahun. Di periode tersebut, peringkat FIFA Kanada melonjak signifikan, dari posisi 77 ke 33 dunia, mencerminkan dampak nyata dari sentuhan kepelatihannya.

Keyakinan Herdman Terhadap Potensi Garuda

Berbicara mengenai keputusannya menangani Timnas Indonesia, Herdman tidak menutupi rasa optimistisnya. Ia melihat kesamaan antara Indonesia dengan negara-negara yang pernah ia latih sebelumnya, terutama dalam hal potensi dan momentum untuk berkembang. Menurutnya, Indonesia memiliki modal penting untuk melangkah lebih jauh di sepak bola dunia.

"Sebagai pelatih, saya telah mampu membantu tim putri Selandia Baru, tim putra dan putri Kanada, mencapai level berikutnya," ujar Herdman dalam video yang diunggah YouTube Timnas Indonesia pada Senin (19/1/2026). Pernyataan ini menjadi gambaran kepercayaan dirinya terhadap proses pembangunan tim.

"Saya kira, Indonesia sangat menarik karena kita bisa rasakan dengan jelas bahwa negara ini siap untuk naik ke level berikutnya. Semoga saya dapat membantu proses itu," imbuh dia. Kalimat tersebut menegaskan bahwa Herdman melihat kesiapan struktural dan sumber daya yang bisa diolah untuk kemajuan Timnas Indonesia.

Tanggung Jawab Besar Di Bawah Sorotan Publik

Meski optimistis, Herdman juga menyadari besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya. Menangani Timnas Indonesia berarti bekerja di bawah sorotan jutaan pasang mata, dengan ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadap prestasi skuad Garuda. Ia menyadari bahwa setiap langkah dan keputusan akan selalu menjadi perhatian.

"Ada 280 juta orang yang menikmati semangat petualangan ini. Ini adalah tanggung jawab besar," kata Herdman. Pernyataan tersebut mencerminkan kesadarannya akan skala pekerjaan yang ia emban, sekaligus tantangan mental yang menyertainya.

"Semoga saya dapat meninggalkan warisan dengan membantu proses itu," tegasnya. Bagi Herdman, tugas ini bukan sekadar hasil jangka pendek, melainkan tentang membangun fondasi dan warisan bagi sepak bola Indonesia ke depan.

Menolak Tawaran Lain Demi Visi PSSI

Keputusan Herdman menerima tawaran PSSI ternyata bukan satu-satunya opsi yang ia miliki. Sebelum resmi bergabung dengan Timnas Indonesia, ia sempat mendapat tawaran dari pihak lain. Media Honduras, Diez, pada Desember 2025 melaporkan bahwa Herdman juga ditawari posisi pelatih kepala tim nasional Jamaika.

Namun, tawaran tersebut dipilih untuk ditolak. Herdman merasa proyek yang ditawarkan PSSI memiliki kesesuaian dengan visi pribadinya dalam membangun tim nasional dari dalam. Ia menilai Indonesia berada pada fase yang tepat untuk melakukan lompatan besar dalam sejarah sepak bola.

"Karier saya selama ini adalah soal membangun, bekerja dengan federasi yang punya passion dan visi untuk membawa negara ke tempat yang belum pernah digapai sebelumnya," ujar Herdman saat jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

"Indonesia negaranya sudah siap. Kami punya pemain, kemampuan, jadi inilah waktu untuk mencapai target kualifikasi (ke Piala Dunia)," imbuhnya. Pernyataan tersebut menegaskan alasan utama di balik keputusannya, sekaligus menyalakan harapan baru bagi perjalanan Timnas Indonesia ke level dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index