Cara Menjaga Nasi Tidak Cepat Basi Saat Sahur Agar Awet

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:19:47 WIB
Cara Menjaga Nasi Tidak Cepat Basi Saat Sahur Agar Awet

JAKARTA - Menyiapkan nasi untuk sahur sering kali dilakukan pada malam hari agar tidak perlu memasak ulang di waktu yang terbatas. 

Namun, tantangan terbesar adalah menjaga nasi tetap layak konsumsi hingga dini hari. Tanpa penanganan yang tepat, nasi mudah basi, berbau, bahkan berlendir.

Cara menjaga nasi tidak cepat basi saat sahur sangat penting agar tidak repot memasak ulang di jam kritis. Menurut BPOM, nasi bisa cepat rusak jika dibiarkan dalam kondisi lembap dan suhu yang tidak stabil. Karena itu, pengolahan dan penyimpanan harus diperhatikan dengan benar sejak awal proses memasak.

Kebersihan alat masak dan cara menyimpan nasi menjadi kunci utama agar nasi tidak berbau atau berair. Dengan mengikuti beberapa trik sederhana, nasi akan tetap enak dimakan dan nutrisinya terjaga sampai waktu sahur tiba. Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan di rumah.

Cuci Beras Hingga Benar-Benar Bersih

Membersihkan beras sampai airnya bening adalah cara menjaga nasi tidak cepat basi saat sahur karena sisa pati yang kotor bisa membuat nasi cepat busuk. Kalau beras bersih, nasi yang dihasilkan akan lebih putih, wangi, dan tidak gampang berlendir. Proses pencucian sebaiknya dilakukan beberapa kali hingga air terlihat jernih.

Langkah ini sederhana, tetapi sering disepelekan. Padahal, sisa kotoran dan pati berlebih dapat mempercepat proses fermentasi alami pada nasi. Dengan memastikan beras benar-benar bersih sebelum dimasak, risiko nasi cepat rusak bisa ditekan sejak awal.

Tambahkan Perasan Jeruk Nipis

Meneteskan sedikit jeruk nipis saat memasak bisa membantu nasi tahan lebih lama karena tingkat keasamannya menghambat kuman. Selain jadi lebih awet, nasi juga akan terlihat lebih glowing dan tidak mudah menggumpal. Cara ini dapat dilakukan tanpa mengubah rasa nasi secara signifikan.

Cukup tambahkan beberapa tetes ke dalam air sebelum proses memasak dimulai. Keasaman alami dari jeruk nipis bekerja sebagai penghambat pertumbuhan mikroorganisme. Meski begitu, takaran tetap perlu diperhatikan agar tidak memengaruhi cita rasa.

Pastikan Rice Cooker Selalu Bersih

Memastikan bagian tutup dan karet pemanas selalu bersih merupakan cara menjaga nasi tidak cepat basi saat sahur yang sering terlewat. Sisa uap air yang basi di tutup rice cooker bisa menetes ke nasi baru dan membuatnya cepat bau. Bagian ini perlu dibersihkan secara rutin setelah digunakan.

Tidak hanya bagian dalam panci, area tutup dan sela-sela karet juga harus diperiksa. Uap air yang mengendap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika menetes kembali ke nasi, kualitas nasi akan menurun lebih cepat.

Aduk dan Atur Kadar Air dengan Tepat

Nasi yang baru matang harus segera diaduk agar uap air di dalamnya bisa keluar dan tidak mengendap. Kalau uapnya terjebak, nasi akan jadi terlalu basah dan itulah yang biasanya bikin nasi cepat basi. Mengaduk membantu sirkulasi udara sehingga nasi lebih kering merata.

Selain itu, memasukkan air sesuai jenis beras adalah cara menjaga nasi tidak cepat basi saat sahur supaya teksturnya tidak terlalu lembek. Nasi yang terlalu banyak air punya kelembapan tinggi yang sangat disukai oleh bakteri untuk berkembang biak. Takaran air yang pas akan menghasilkan tekstur pulen tanpa berlebihan.

Air yang menempel di bagian dalam tutup sebaiknya rajin dilap agar tidak menetes kembali ke permukaan nasi. Nasi yang terkena tetesan air terus-menerus akan jadi benyek dan lebih cepat mengeluarkan bau tidak sedap. Kebiasaan kecil ini membantu menjaga kondisi nasi tetap stabil.

Simpan dengan Cara yang Tepat dan Higienis

Memasukkan nasi ke tempat makan yang tertutup rapat adalah cara menjaga nasi tidak cepat basi saat sahur jika tidak ditaruh di pemanas. Pastikan nasi sudah dingin sebelum ditutup agar tidak ada embun yang terperangkap di dalam wadah. Embun yang terjebak bisa meningkatkan kelembapan.

Meninggalkan centong nasi di dalam rice cooker yang menyala bisa memicu kuman masuk dari gagang centong ke nasi. Sebaiknya taruh centong di tempat terpisah agar kebersihan nasi di dalam tetap terjaga dengan baik. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal berdampak pada higienitas.

Kalau nasi masih banyak, simpanlah di dalam kulkas untuk menghentikan kuman supaya tidak tumbuh. Saat sahur nanti, nasi tinggal dikukus sebentar agar hangat kembali dan rasanya tetap enak seperti baru matang. Penyimpanan di suhu rendah efektif memperlambat pertumbuhan bakteri.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, nasi yang dimasak pada malam hari dapat bertahan hingga waktu sahur tanpa kehilangan kualitasnya. Perhatian pada kebersihan, kelembapan, dan suhu menjadi faktor utama yang menentukan daya tahan nasi. Cara menjaga nasi tidak cepat basi saat sahur bukan hal rumit, tetapi membutuhkan ketelitian dalam setiap tahapnya.

Terkini