JAKARTA - Persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026 kembali memanas setelah Persebaya Surabaya meraih kemenangan krusial.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bajul Ijo sukses mengamankan tiga poin penting yang menjaga asa mereka menembus empat besar klasemen. Atmosfer di Gelora Bung Tomo pun menjadi saksi kebangkitan tuan rumah.
Laga Persebaya Surabaya vs PSM Makassar pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 sudah berakhir. Pertandingan di Gelora Bung Tomo, Rabu malam WIB berakhir 1-0.
Gol Paulo Gali Freitas pada menit ke-27 cukup bagi Bajul Ijo untuk memenangkan partai ini. Persebaya sebenarnya bisa berjaya lebih besar, tapi kiper PSM Reza Arya Pratama tampil solid di bawah mistar.
Hasil tersebut membantu Persebaya mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun sekaligus memantapkan posisi di peringkat lima klasemen sementara. Tambahan tiga angka ini menjadi momentum penting dalam fase krusial kompetisi.
Gol Tunggal Penentu Kemenangan
Sejak awal pertandingan, Persebaya tampil agresif dengan tekanan tinggi ke lini pertahanan lawan. Dukungan penuh suporter membuat intensitas permainan tuan rumah meningkat, memaksa PSM lebih banyak bertahan di area sendiri.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-27 lewat aksi Paulo Gali Freitas. Penyelesaian yang tenang dan terukur memastikan bola bersarang di gawang PSM, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk Persebaya.
Selepas gol tersebut, Persebaya terus menciptakan peluang tambahan. Namun sejumlah kesempatan emas gagal dikonversi menjadi gol akibat penampilan impresif Reza Arya Pratama yang sigap menghalau ancaman.
PSM berusaha merespons dengan membangun serangan balik cepat. Meski demikian, rapatnya barisan pertahanan Bajul Ijo membuat upaya Juku Eja belum mampu menghasilkan gol penyeimbang hingga peluit akhir berbunyi.
Posisi Klasemen Kian Ketat
Kemenangan ini membuat Persebaya semakin percaya diri dalam perburuan posisi empat besar. Mereka kini bertengger di peringkat lima dan terus menempel ketat tim-tim di atasnya.
Pasukan Bernardo Tavares juga mendekati Malut United yang satu tingkat lebih baik. Kini mereka cuma defisit tiga nilai dari Laskar Kie Raha, membuka peluang untuk menyalip dalam pekan-pekan berikutnya.
Sebaliknya, PSM harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Juku Eja dan membuat mereka tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara.
Situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena PSM hanya berjarak lima poin dari zona degradasi. Jika tren negatif berlanjut, ancaman turun kasta bisa semakin nyata bagi tim kebanggaan Makassar itu.
Jadwal Berikutnya Menanti
Setelah laga ini, Persebaya Surabaya dijadwalkan bertemu Persib Bandung, Minggu (2/3/2026). Pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian berat sekaligus kesempatan emas untuk terus mendekati papan atas.
Di hari yang sama, PSM Makassar akan meladeni Persita Tangerang. Laga itu menjadi momentum penting bagi Juku Eja untuk menghentikan tren kekalahan dan menjauh dari ancaman degradasi.
Hasil dan jadwal pekan ini juga diwarnai sejumlah pertandingan lain. Malut United kalah 2-3 dari Persija Jakarta, sementara Bhayangkara FC menang 4-0 atas Semen Padang.
Pertandingan lain seperti Persita Tangerang vs Dewa United, Persib Bandung vs Madura United, serta Borneo FC vs Arema FC turut meramaikan persaingan pekan ini yang semakin kompetitif.
Susunan Pemain Kedua Tim
Persebaya Surabaya menurunkan Ernando Ari, Arief Catur, Jefferson da Silva, Leo Lelis, Risto Mitrevski, Francisco Rivera, Milos Raickovic, Sadida Nugraha, Alfan Suaib, Gali Freitas, dan Bruno Moreira dalam laga ini.
Sementara PSM Makassar diperkuat Reza Arya Pratama, Aloisio Soares, Dusan Lagator, Mufli Hidayat, Yuran Fernandes, Ananda Raehan Alief, Gledson Paixao da Silva, Savio Roberto Juliao Figueiredo, Luka Cumic, Rizky Eka Pratama, dan Sheriddin Boboev.
Kompetisi musim ini sendiri hadir dengan wajah baru setelah berganti nama menjadi BRI Super League. Total 18 tim bersaing sepanjang 34 pekan dengan 306 pertandingan yang disiarkan secara eksklusif oleh Emtek melalui Indosiar, Vidio, Nex, dan Sin Po TV.
Dengan jadwal yang semakin padat dan persaingan kian sengit, setiap poin menjadi sangat berharga. Persebaya berhasil memanfaatkan momentum di kandang sendiri, sementara PSM harus segera berbenah agar tidak terus terperosok di papan bawah klasemen.