JAKARTA - Upaya menjaga ketersediaan energi di wilayah perbatasan kembali diuji setelah insiden pesawat kargo mengganggu distribusi bahan bakar minyak ke Krayan.
Wilayah yang berada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara itu sempat mengalami hambatan pasokan. Namun langkah cepat dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh BBM dengan harga terjangkau. Pemulihan distribusi kini dipastikan berjalan normal.
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali berjalan normal setelah sempat terdampak insiden pesawat kargo. PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM Satu Harga tetap terjaga dengan mengandalkan armada pesawat khusus untuk menjangkau wilayah terpencil tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menjaga energi hingga daerah 3T.
Pemulihan distribusi dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dan PT Patra Logistik sebagai mitra logistik, guna memastikan pasokan energi ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar tidak terputus. Sinergi ini mempercepat proses administrasi dan operasional. Fokus utamanya adalah keberlanjutan distribusi tanpa gangguan.
Optimalisasi jalur suplai juga dilakukan di sejumlah daerah lain. Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Pertamina menambah pasokan BBM jenis gasoline sebesar 18 persen dan gasoil 15 persen dari rata-rata konsumsi harian. Sementara di Kabupaten Luwu Timur, pasokan gasoline ditingkatkan 16 persen dan gasoil 10 persen dari konsumsi normal.
Selain mengandalkan FT Palopo, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif, terutama pada fase awal pemulihan ketika jalur distribusi utama masih dalam proses normalisasi, Rabu. Langkah ini memperlihatkan strategi suplai berlapis. Tujuannya memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi.
Pengiriman BBM Kembali Normal
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pengiriman BBM kembali dilakukan pada Sabtu menggunakan pesawat Air Tractor AT-802 untuk mendistribusikan Pertalite ke SPBU wilayah Krayan. Moda transportasi udara dipilih karena faktor geografis. Wilayah Krayan sulit dijangkau jalur darat maupun laut.
“Alhamdulillah, berkat koordinasi dan best effort seluruh tim serta sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik, proses administrasi maupun operasional pengiriman berjalan lancar sehingga supply BBM ke Krayan tetap terjaga,” ujar Edi dalam keterangan resmi, Minggu. Pernyataan ini menegaskan keberhasilan pemulihan distribusi. Pasokan kembali stabil untuk masyarakat setempat.
Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Krayan tetap dalam kondisi aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal, meskipun distribusi energi ke wilayah perbatasan menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur. Pengawasan distribusi dilakukan secara berkala. Stabilitas suplai menjadi prioritas utama.
Penggunaan pesawat khusus menjadi solusi utama dalam menjaga keberlanjutan distribusi BBM, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut. Transportasi udara memungkinkan pengiriman lebih cepat. Strategi ini memperkecil risiko kekosongan stok.
Antisipasi Kebutuhan Energi Jelang Ramadhan
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan perusahaan terus memantau distribusi energi, khususnya menjelang periode Ramadhan yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan energi masyarakat. Momentum ini membutuhkan kesiapan ekstra. Permintaan energi cenderung meningkat signifikan.
“Salah satu aksi akselerasi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan ini juga dalam rangka menyediakan energi dan mendukung agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dengan ketersediaan energi yang cukup,” ujar Roberth. Pernyataan tersebut menegaskan perhatian pada kebutuhan masyarakat. Distribusi energi dipastikan tetap lancar.
Langkah percepatan distribusi menjadi bagian dari strategi menghadapi lonjakan konsumsi. Koordinasi lintas unit diperkuat agar suplai tidak terganggu. Wilayah perbatasan mendapat perhatian khusus. Keandalan sistem distribusi menjadi kunci utama.
Pertamina juga melakukan monitoring intensif untuk memastikan rantai pasok tetap terjaga. Evaluasi dilakukan secara berkala terhadap titik distribusi. Jika diperlukan, moda transportasi udara kembali dimanfaatkan. Pendekatan fleksibel ini menyesuaikan kondisi lapangan.
Komitmen Program BBM Satu Harga
Distribusi BBM ke Krayan merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjalankan program BBM Satu Harga, yang bertujuan menghadirkan akses energi yang merata hingga wilayah perbatasan negara. Program ini memastikan masyarakat di daerah terpencil tidak terbebani harga tinggi. Pemerataan energi menjadi prinsip utama.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan masyarakat di daerah terpencil memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di wilayah perkotaan, meskipun biaya distribusi jauh lebih tinggi. Tantangan geografis tidak menjadi penghalang. Negara tetap hadir melalui penyediaan energi.
Pertamina menegaskan akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi energi berjalan optimal dan andal, termasuk dengan memanfaatkan moda transportasi udara jika diperlukan. Sinergi antarunit terus diperkuat. Respons cepat menjadi bagian dari sistem kerja.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan peran strategis distribusi energi dalam menjaga aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan tetap berjalan tanpa gangguan. Keberlanjutan pasokan BBM menjadi fondasi stabilitas daerah. Komitmen ini memastikan Krayan tetap terhubung dalam sistem energi nasional.