Kontrak Baru BUMA Adaro Amankan Produksi 44 Juta Ton Batu Bara

Senin, 23 Februari 2026 | 12:21:35 WIB
Kontrak Baru BUMA Adaro Amankan Produksi 44 Juta Ton Batu Bara

JAKARTA - Keberlanjutan proyek tambang menjadi kunci menjaga stabilitas produksi batu bara nasional. 

Di tengah tantangan industri yang dinamis, kepastian kontrak jangka panjang menjadi faktor penting bagi kesinambungan operasional. Hal inilah yang kini diperkuat melalui kesepakatan terbaru antara dua perusahaan besar sektor pertambangan. Kerja sama tersebut memastikan produksi tetap berjalan hingga akhir dekade ini.

PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID), resmi menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia untuk melanjutkan operasional di Tambang Tutupan Selatan, Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan. 

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kesinambungan proyek strategis perusahaan. Kolaborasi tersebut juga mencerminkan kepercayaan yang terus terjaga.

Kontrak tersebut berlaku mulai 1 April 2026 hingga 31 Desember 2030, memastikan kesinambungan kegiatan operasional BUMA di salah satu proyek strategisnya. 

Melalui kesepakatan ini, BUMA diproyeksikan mengerjakan overburden removal sekitar 239 juta bank cubic meter (bcm) serta memproduksi 44 juta ton batu bara sepanjang masa kontrak. Rata-rata volume tahunan diperkirakan mencapai 50,5 juta bcm untuk overburden dan 9,3 juta ton batu bara.

Ruang Lingkup Proyek dan Target Produksi

Perjanjian baru ini memperjelas ruang lingkup pekerjaan yang akan dijalankan selama hampir lima tahun ke depan. Fokus utama tetap pada kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup dan produksi batu bara sesuai target yang telah ditetapkan. 

Skala pekerjaan yang besar menunjukkan tingkat kompleksitas operasional di lapangan. Hal tersebut sekaligus menegaskan kapasitas BUMA dalam mengelola proyek berskala masif.

Perpanjangan ini semakin memperkuat hubungan kemitraan BUMA dan Adaro Indonesia yang telah terjalin lebih dari dua dekade. Selain itu, kontrak tersebut memperkokoh basis pendapatan berbasis kontrak Grup sekaligus meningkatkan visibilitas kinerja keuangan jangka panjang. 

Kepastian jangka waktu hingga 2030 memberi ruang perencanaan yang lebih terstruktur. Stabilitas ini dinilai penting bagi strategi pertumbuhan perusahaan.

Penguatan Kemitraan Jangka Panjang

Hubungan kerja sama yang telah berlangsung lama menjadi fondasi utama tercapainya kontrak lanjutan ini. Kepercayaan yang dibangun selama lebih dari dua puluh tahun menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan proyek. Kedua pihak memiliki rekam jejak kolaborasi yang konsisten. Perpanjangan kontrak ini menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi tersebut.

Direktur Utama BUMA, Ronald Sutardja, menyampaikan bahwa perpanjangan kontrak ini mencerminkan konsistensi kinerja operasional serta kemampuan BUMA dalam menangani proyek pertambangan yang kompleks dengan standar keselamatan dan keandalan tinggi. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen perusahaan terhadap kualitas kerja. Standar keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasional.

Ia menambahkan, keberlanjutan kerja sama ini tidak hanya berdampak pada stabilitas bisnis, tetapi juga mempertegas posisi BUMA sebagai mitra jasa pertambangan terpercaya di Indonesia. Dengan reputasi tersebut, perusahaan semakin memperkuat daya saingnya di industri. Kepercayaan klien menjadi indikator penting atas performa yang terjaga. Hal ini sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di masa depan.

Kontribusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Di luar aspek operasional, BUMA juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Tabalong. Inisiatif tersebut mencakup pelatihan keterampilan komputer JIKAMAKA, Youth Broadcasting Class untuk mendukung industri kreatif, program Kampung Iklim, serta pendampingan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pengembangan kapasitas generasi muda.

Beragam kontribusi tersebut mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Tabalong, serta komunitas kepemudaan setempat atas komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan lingkungan, UMKM, dan generasi muda. Apresiasi ini menjadi indikator bahwa program berjalan efektif. Hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan terus dijaga secara konsisten.

Keterlibatan aktif perusahaan dalam kegiatan sosial menunjukkan pendekatan bisnis yang inklusif. Operasional tambang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat sekitar. Pemberdayaan lokal menjadi bagian integral dari strategi perusahaan. Dengan demikian, dampak positif dapat dirasakan secara luas.

Komitmen Nilai Bersama hingga 2030

Manajemen menegaskan bahwa kemitraan dengan Adaro Indonesia tidak hanya berorientasi pada pencapaian target operasional, tetapi juga pada penciptaan nilai bersama bagi masyarakat sekitar tambang. Prinsip ini menjadi dasar dalam menjalankan setiap aktivitas proyek. Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab sosial.

Dengan kontrak yang berlaku hingga akhir 2030, BUMA memiliki kepastian operasional dalam jangka panjang. Target produksi 44 juta ton batu bara menjadi bagian dari kontribusi terhadap pasokan energi nasional. Sementara itu, volume overburden removal yang signifikan mencerminkan besarnya lingkup pekerjaan yang akan dijalankan. Seluruhnya dilaksanakan dengan standar keselamatan dan keandalan tinggi.

Perpanjangan kontrak ini sekaligus mempertegas posisi BUMA sebagai pemain utama di sektor jasa pertambangan Indonesia. Keberlanjutan proyek, penguatan kemitraan, serta kontribusi sosial menjadi pilar utama strategi perusahaan. Melalui sinergi bersama Adaro Indonesia, kesinambungan produksi batu bara di Tambang Tutupan Selatan tetap terjaga. Hingga 2030, kolaborasi ini diharapkan terus menciptakan stabilitas dan nilai tambah bagi semua pihak.

Terkini