JAKARTA - Asam urat tinggi kerap datang tanpa disadari hingga akhirnya menimbulkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan bergerak, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan ginjal jika dibiarkan berlangsung lama. Karena itu, pengendalian asam urat menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Selain mengandalkan pengobatan medis, pendekatan alami melalui pengaturan pola makan semakin banyak dipilih. Salah satunya dengan memasukkan buah-buahan tertentu ke dalam menu harian. Beberapa jenis buah diketahui memiliki kandungan nutrisi yang mampu membantu tubuh membuang kelebihan asam urat secara alami sekaligus meredakan peradangan.
Buah-buahan ini bekerja dengan berbagai cara, mulai dari meningkatkan fungsi ginjal, menurunkan keasaman tubuh, hingga melawan inflamasi yang memicu rasa nyeri. Berikut lima buah yang dinilai efektif membantu menurunkan kadar asam urat, dikutip dari Times of India, dengan manfaat yang telah didukung sejumlah penelitian.
Peran buah dalam mengontrol asam urat
Pola makan berperan besar dalam mengelola kadar asam urat dalam tubuh. Konsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan produksi asam urat, sementara asupan buah-buahan tertentu justru membantu mempercepat proses pembuangannya melalui urine.
Buah umumnya kaya akan vitamin, mineral, antioksidan, dan kandungan air tinggi yang mendukung kerja ginjal. Dengan ginjal yang bekerja optimal, kelebihan asam urat dapat dikeluarkan lebih efisien sehingga risiko penumpukan di persendian dapat ditekan.
Selain itu, beberapa buah memiliki sifat alkali yang membantu menetralkan keasaman tubuh. Kondisi tubuh yang lebih basa diyakini dapat mengurangi pembentukan kristal asam urat yang menjadi pemicu utama nyeri sendi.
Buah citrus bantu ekskresi asam urat
Buah citrus seperti lemon dan jeruk dikenal kaya akan vitamin C. Kandungan ini telah lama dikaitkan dengan kemampuannya menurunkan kadar asam urat dalam darah. Vitamin C membantu meningkatkan fungsi ginjal sekaligus mempercepat pengeluaran asam urat melalui urine.
Jus lemon juga memiliki efek mengalkalkan tubuh, sehingga membantu menurunkan tingkat keasaman. Banyak orang memilih mengawali pagi dengan air lemon hangat atau menjadikan jeruk sebagai camilan sehat di sela waktu makan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Science Direct menunjukkan bahwa jus lemon dan ekstrak larut airnya secara signifikan menurunkan kadar asam urat serum pada subjek manusia. Temuan ini memperkuat peran buah citrus sebagai pendukung alami pengendalian asam urat.
Buah beri kaya antioksidan dan polifenol
Stroberi dan blueberry termasuk kelompok buah beri yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat manfaat. Kandungan antioksidan, vitamin C, dan polifenol di dalamnya membantu melawan peradangan sekaligus menurunkan risiko peningkatan asam urat.
Buah beri juga memiliki kadar air yang tinggi, sehingga mendukung proses detoksifikasi tubuh melalui ginjal. Konsumsi rutin dapat membantu tubuh membuang racun dan zat sisa metabolisme dengan lebih efektif.
Dalam penelitian yang diterbitkan oleh National Institute of Health berjudul “Association Between Polyphenol Intake, Uric Acid, and Hyperuricemia”, disebutkan bahwa asupan polifenol yang tinggi berhubungan dengan kadar asam urat serum yang lebih rendah. Buah beri pun dapat menjadi pilihan praktis untuk menu harian.
Ceri dikenal efektif redakan peradangan
Meski berukuran kecil, ceri memiliki manfaat besar bagi penderita asam urat. Buah ini kaya akan antosianin, yaitu antioksidan kuat yang berperan dalam mengurangi peradangan dan membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Ceri juga diketahui mampu menekan respons inflamasi pada persendian, sehingga membantu mengurangi frekuensi dan intensitas serangan nyeri asam urat. Tidak heran jika buah ini kerap direkomendasikan sebagai bagian dari diet pendukung terapi.
Penelitian yang dipublikasikan di National Institute of Health menunjukkan adanya penurunan signifikan pada konsentrasi asam urat serum setelah konsumsi ceri. Hasil ini memperkuat anggapan bahwa ceri termasuk buah terbaik untuk membantu mengatasi asam urat tinggi.
Pisang dan nanas dukung fungsi ginjal
Pisang dikenal sebagai sumber kalium yang baik. Mineral ini membantu ginjal bekerja lebih efisien dalam menyaring dan mengeluarkan asam urat dari tubuh. Selain itu, pisang tergolong rendah purin sehingga aman dikonsumsi oleh penderita asam urat.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central menilai berbagai pilihan diet untuk pasien dengan kadar asam urat tinggi. Dalam hasilnya, pisang dan beberapa buah lain dinilai mampu menurunkan risiko peningkatan kadar asam urat jika dikonsumsi secara teratur.
Sementara itu, nanas mengandung bromelain, enzim alami dengan sifat anti-inflamasi. Bromelain membantu meredakan nyeri sendi dan peradangan akibat asam urat. Kandungan airnya yang tinggi juga mendukung hidrasi dan kesehatan ginjal.
Sebuah studi dari kelompok ilmu kesehatan global menemukan bahwa individu yang mengonsumsi jus nanas selama lima hingga tujuh hari mengalami penurunan rasa nyeri akibat asam urat secara signifikan. Temuan ini menjadikan nanas sebagai pilihan buah yang patut dipertimbangkan.
Tetap perhatikan saran medis
Meski buah-buahan tersebut memiliki potensi membantu menurunkan kadar asam urat, pendekatan ini sebaiknya dijadikan sebagai pelengkap, bukan pengganti pengobatan medis. Setiap individu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, sehingga respons tubuh pun bisa bervariasi.
Sebelum melakukan perubahan pola makan atau menambahkan buah tertentu secara rutin, konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan. Dengan kombinasi pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan pengawasan medis, pengendalian asam urat dapat dilakukan secara lebih aman dan efektif.