Minum Teh Saat Sarapan Bisa Picu Berat Badan Naik Jika Salah Kombinasi Makanan

Senin, 09 Februari 2026 | 09:27:39 WIB
Minum Teh Saat Sarapan Bisa Picu Berat Badan Naik Jika Salah Kombinasi Makanan

JAKARTA - Bagi sebagian orang, pagi hari terasa belum lengkap tanpa secangkir teh hangat. 

Minuman ini kerap dipilih karena rasanya ringan, menenangkan, dan dikenal kaya antioksidan yang baik untuk tubuh. Tak sedikit pula yang meyakini teh mampu membantu metabolisme sehingga dianggap cocok dikonsumsi saat sarapan.

Namun, kebiasaan minum teh di pagi hari ternyata tidak selalu membawa dampak positif, terutama jika dikombinasikan dengan jenis makanan tertentu. minum teh bersamaan dengan menu sarapan tertentu justru berpotensi menambah tumpukan lemak dalam tubuh serta memicu gangguan pencernaan.

Teh yang dikonsumsi bersama makanan yang kurang tepat dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari asam lambung meningkat, perut mulas, sakit perut, perut kembung, hingga heartburn. Kondisi ini tentu membuat aktivitas pagi menjadi tidak nyaman dan berpengaruh pada pola makan selanjutnya.

Selain itu, jika teh dikonsumsi dalam kondisi manis atau bersama makanan tertentu, kadar gula darah bisa naik dan turun dengan cepat. Fluktuasi ini membuat tubuh lebih cepat merasa lapar, sehingga mendorong seseorang makan lebih banyak sepanjang hari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi memicu kenaikan berat badan.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk membatasi penggunaan gula tambahan pada kopi atau teh di pagi hari. Sebagai pilihan yang lebih sederhana dan sehat, minum air hangat setelah bangun tidur dapat membantu menghidrasi tubuh tanpa risiko gangguan pencernaan.

Kacang dan teh bukan pasangan ideal

Kacang-kacangan dikenal sebagai sumber zat besi yang baik bagi tubuh. Nutrisi ini penting untuk membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga energi tubuh. Namun, manfaat tersebut bisa berkurang jika kacang dikonsumsi bersamaan dengan teh.

Teh mengandung oksalat dan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Ketika kacang dan teh dikonsumsi bersamaan, tubuh tidak dapat memanfaatkan zat besi secara optimal. Akibatnya, asupan nutrisi menjadi kurang efektif meski makanan yang dikonsumsi tergolong sehat.

Untuk menghindari hal ini, disarankan memberi jeda waktu sekitar satu jam sebelum atau sesudah minum teh jika ingin mengonsumsi kacang-kacangan. Dengan cara tersebut, tubuh tetap dapat menyerap zat besi secara maksimal.

Produk susu dapat mengurangi manfaat teh

Produk berbahan susu seperti krim, keju, dan yogurt juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh. Meski kombinasi ini cukup populer, terutama dalam menu sarapan praktis, dampaknya terhadap penyerapan nutrisi patut diperhatikan.

Protein yang terkandung dalam produk susu dapat mengganggu kerja antioksidan yang terdapat dalam teh. Padahal, antioksidan berperan penting dalam membantu tubuh melawan peradangan serta menjaga kesehatan jantung.

Jika teh diminum bersamaan dengan produk susu, manfaat antioksidan tersebut menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, memisahkan waktu konsumsi teh dan produk susu dinilai lebih baik bagi kesehatan jangka panjang.

Makanan tinggi zat besi perlu jarak waktu

Selain kacang, makanan lain yang kaya zat besi seperti bayam dan kacang lentil juga tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan teh. Mengutip The Health Site, teh dapat menghambat penyerapan zat besi dari jenis makanan tersebut.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko menyebabkan kekurangan zat besi yang dapat berdampak pada kesehatan, seperti mudah lelah dan menurunnya daya tahan tubuh. Meski gejalanya tidak langsung terasa, efeknya bisa muncul jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus.

Memberi jarak waktu antara konsumsi teh dan makanan kaya zat besi menjadi solusi yang disarankan agar tubuh tetap mendapatkan manfaat nutrisi secara optimal.

Makanan berlemak memperberat kerja pencernaan

Teh juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersama makanan berlemak, seperti kentang goreng, pisang goreng, atau gorengan lainnya. Lemak dan minyak dalam makanan tersebut dapat memperberat kerja sistem pencernaan.

Ketika makanan berlemak dikombinasikan dengan teh, proses pencernaan bisa terhambat dan memicu keluhan seperti perut kembung serta refluks asam. Selain itu, lemak juga dapat menghambat kerja antioksidan yang dihasilkan teh.

Kombinasi ini bukan hanya membuat tubuh tidak nyaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi keseimbangan metabolisme jika dikonsumsi secara rutin saat sarapan.

Makanan asam bisa mengurangi penyerapan antioksidan

Makanan dengan tingkat keasaman tinggi, seperti jeruk dan lemon, juga bukan pasangan yang ideal untuk teh. Konsumsi makanan asam bersamaan dengan teh dapat menghambat penyerapan antioksidan di dalam tubuh.

Akibatnya, jumlah antioksidan yang diserap tubuh menjadi berkurang, sehingga manfaat teh tidak optimal. Jika tetap ingin mengonsumsi makanan asam, sebaiknya dilakukan dalam batas wajar dan tidak bersamaan dengan minum teh.

Dengan memahami kombinasi makanan yang tepat, kebiasaan minum teh di pagi hari tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan. Mengatur jarak waktu konsumsi dan memilih menu sarapan yang seimbang menjadi kunci agar manfaat teh benar-benar terasa tanpa risiko kenaikan berat badan.

Terkini