JAKARTA - Lonjakan minat masyarakat terhadap perjalanan kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mulai terlihat sejak awal pembukaan penjualan tiket.
Di wilayah Daop 8 Surabaya, ribuan tiket kereta api jarak jauh telah terjual hanya dalam waktu singkat. Kondisi ini mencerminkan tingginya antusiasme calon pemudik yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk pulang kampung pada momen Idul Fitri tahun ini.
PT Kereta Api Indonesia mencatat, hingga Senin, total penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya telah mencapai puluhan ribu. Meski angka penjualan terus meningkat, KAI memastikan bahwa tiket masih tersedia dan dapat dipesan oleh masyarakat sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Antusiasme Awal Pemesanan Tiket Lebaran
Daop 8 Surabaya mencatat penjualan sebanyak 31.402 tiket kereta api jarak jauh untuk periode keberangkatan 11 hingga 19 Maret 2026. Periode tersebut bertepatan dengan arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 yang diprediksi mulai meningkat beberapa hari sebelum hari raya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa angka penjualan ini masih berpotensi terus bertambah. Menurutnya, masyarakat biasanya semakin aktif memesan tiket setelah jadwal perjalanan mudik semakin pasti. “Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring masyarakat mulai memantapkan rencana perjalanan mudik Lebaran,” kata Mahendro, Senin.
Tingginya penjualan awal menunjukkan bahwa perencanaan mudik kini dilakukan lebih dini. Calon penumpang berupaya mengamankan tiket agar memperoleh jadwal dan kelas perjalanan sesuai kebutuhan.
Pembukaan Pemesanan Hingga H Minus Empat Puluh Lima
Sejak 2 Februari 2026 pukul 00.00 WIB, KAI secara resmi membuka pemesanan tiket kereta api jarak jauh hingga H-45 sebelum keberangkatan. Dengan kebijakan ini, pelanggan sudah dapat membeli tiket perjalanan hingga tanggal 19 Maret 2026 atau H-2 Lebaran.
Mahendro menjelaskan bahwa kebijakan pembukaan penjualan lebih awal bertujuan memberi keleluasaan kepada masyarakat dalam merencanakan perjalanan. Selain itu, sistem penjualan tiket yang bersifat real time memungkinkan calon penumpang memantau ketersediaan tiket secara berkala.
Dengan sistem tersebut, jumlah tiket yang terjual dapat berubah setiap waktu. Tiket yang tidak dibayarkan dalam batas waktu tertentu akan otomatis kembali tersedia dan dapat dipesan oleh pelanggan lain.
Tanggal Keberangkatan Favorit Penumpang
Dari data sementara, KAI mencatat beberapa tanggal keberangkatan menjadi favorit pelanggan. Untuk tanggal 19 Maret 2026, tercatat sebanyak 6.543 tiket telah terjual. Namun, penjualan tertinggi sementara terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 dengan total 7.706 tiket.
Menurut Mahendro, tingginya pemesanan pada tanggal tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang memilih berangkat beberapa hari sebelum Lebaran. Dengan demikian, pemudik memiliki waktu lebih longgar untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
KAI juga menginformasikan bahwa pemesanan tiket untuk keberangkatan H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026 akan mulai dibuka pada Selasa, 3 Februari 2026 pukul 00.00 WIB. Pembukaan ini diperkirakan kembali memicu lonjakan pemesanan.
Stasiun Dengan Volume Keberangkatan Tertinggi
Dalam periode awal penjualan Angkutan Lebaran 2026, terdapat tiga stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi di wilayah Daop 8 Surabaya. Ketiganya adalah Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang.
Mahendro menyebutkan bahwa ketiga stasiun tersebut memang menjadi simpul utama pergerakan penumpang kereta api jarak jauh. Lokasi yang strategis serta banyaknya pilihan rute menjadikan stasiun-stasiun tersebut sebagai titik keberangkatan favorit.
Dengan tingginya volume penumpang, KAI terus memantau kesiapan sarana dan prasarana di stasiun-stasiun utama agar pelayanan tetap berjalan lancar selama masa angkutan Lebaran.
Fleksibilitas Pemesanan Hingga Pasca Lebaran
Selain penjualan awal, KAI juga memberikan fleksibilitas kepada pelanggan dalam melakukan pemesanan tiket. Mahendro menjelaskan bahwa tiket kereta api Angkutan Lebaran masih dapat dipesan mulai H-1 hingga H+10 Lebaran.
Kebijakan ini memberikan ruang bagi masyarakat yang memiliki jadwal perjalanan dinamis. Penumpang tidak hanya dapat merencanakan perjalanan mudik, tetapi juga perjalanan arus balik sesuai kebutuhan masing-masing.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan sejak dini agar dapat memperoleh tiket dan jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Tips Membeli Tiket Agar Tidak Kehabisan
Seiring tingginya minat masyarakat, KAI juga membagikan sejumlah tips agar calon penumpang tidak kehabisan tiket Lebaran 2026. Salah satunya adalah menentukan tanggal keberangkatan dan kepulangan sejak dini serta memasang pengingat jadwal pemesanan tiket.
Calon penumpang juga disarankan memastikan koneksi internet stabil saat melakukan pemesanan. Selain itu, pengecekan secara berkala penting dilakukan karena tiket yang tidak dibayarkan akan kembali tersedia di sistem.
Mempertimbangkan alternatif tanggal keberangkatan satu hari lebih awal atau lebih lambat juga dapat menjadi solusi. KAI juga menyarankan pemanfaatan fitur Connecting Train apabila tiket rute langsung telah habis.
Sebagai penutup, KAI mengingatkan masyarakat untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi KAI dan mitra penjualan yang telah bekerja sama secara resmi. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan transaksi serta keabsahan tiket perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.