Harga Perak Jatuh Drastis Tekan Investor, Pengaruh Pengumuman The Fed Terasa

Senin, 02 Februari 2026 | 13:25:29 WIB
Harga Perak Jatuh Drastis Tekan Investor, Pengaruh Pengumuman The Fed Terasa

JAKARTA - Harga perak global kembali mengalami tekanan signifikan pada awal pekan ini, menembus zona merah dan memicu kekhawatiran di kalangan investor logam mulia. 

Penurunan tajam ini terjadi setelah reli panjang perak sepanjang 2025 yang membuat logam ini menjadi aset favorit, terutama bagi pedagang jangka pendek dan investor spekulatif. Kondisi pasar yang volatile kembali menunjukkan bahwa perak sangat sensitif terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dipantau dari laman Kitco, Senin, harga perak turun 4,10% ke level US$81,66 per troy ons. Penurunan ini mengikuti pelemahan sebelumnya pada Jumat di level US$83,45 per troy ons. Penurunan ini menandai koreksi besar setelah harga perak sempat melonjak melampaui US$111 per troy ons pekan lalu, menyoroti volatilitas ekstrem yang dialami logam mulia ini.

Dampak Penunjukkan Ketua The Fed terhadap Perak

Pergerakan harga perak belakangan ini erat kaitannya dengan kebijakan moneter AS. Penunjukkan Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden AS Donald Trump menimbulkan kekhawatiran soal independensi bank sentral. Para investor menilai keputusan ini dapat memengaruhi arah suku bunga AS dan memicu aksi jual logam mulia.

Sejumlah analis menilai bahwa penurunan harga perak terkait dengan spekulasi atas kebijakan suku bunga The Fed. Investor mempertimbangkan kemungkinan Warsh mengikuti arahan Trump untuk memangkas suku bunga ke level lebih rendah, sehingga reli harga perak yang sempat terjadi akhirnya terkoreksi. Ketidakpastian ini mendorong pelaku pasar melakukan penyesuaian portofolio, memicu penurunan harga.

Reli Perak Sepanjang Tahun Lalu dan Koreksi Saat Ini

Harga perak memang mengalami kenaikan luar biasa sepanjang 2025, tercatat melonjak hingga 135% dalam setahun. Lonjakan ini menjadikan perak salah satu aset paling menarik bagi pedagang harian dan spekulan jangka pendek. Namun, reli yang kuat ini juga menciptakan akumulasi leverage, sehingga saat terjadi koreksi, efeknya menjadi lebih tajam.

Matt Maley, ahli strategi ekuitas di Miller Tabak, menekankan bahwa penurunan harga perak saat ini dipicu oleh aksi jual terpaksa atau “forced selling”. Banyak pedagang yang memanfaatkan margin mengalami panggilan margin (margin call), sehingga memicu tekanan jual beruntun. Fenomena ini umum terjadi ketika harga aset yang sebelumnya melonjak tajam mengalami koreksi mendadak.

Pergerakan Harga Spot dan Tren Mingguan

Secara mingguan, harga perak telah melemah dari level puncaknya. Setelah menembus US$111 per troy ons, logam mulia ini sempat terkoreksi ke kisaran US$83–84 per troy ons. Koreksi ini menunjukkan bahwa pergerakan perak sangat sensitif terhadap sentimen pasar global dan kebijakan moneter AS. Para investor kini memantau pengumuman ekonomi dan kebijakan The Fed dengan lebih cermat sebelum mengambil posisi baru.

Selain faktor fundamental, tekanan teknis juga memengaruhi harga perak. Aksi ambil untung dari pedagang harian dan jangka pendek membuat harga tertekan. Hal ini diperkuat dengan adanya volatilitas tinggi pada perdagangan akhir pekan lalu, yang memicu koreksi lebih besar di awal pekan ini.

Strategi Investor Menghadapi Volatilitas Perak

Bagi investor jangka panjang, penurunan harga perak bisa menjadi kesempatan akumulasi. Koreksi harga yang signifikan memberi peluang membeli perak dengan valuasi lebih rendah dibanding puncak sebelumnya. Namun, volatilitas tinggi membuat strategi investasi jangka pendek menjadi berisiko.

Investor disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi portofolio dan mengantisipasi fluktuasi harga. Mengingat perak memiliki peran ganda sebagai aset investasi dan bahan industri, pergerakan harga logam ini tidak selalu sejalan dengan emas. Oleh karena itu, pengelolaan risiko menjadi kunci bagi investor yang ingin tetap ekspos pada logam mulia.

Prospek Harga Perak dalam Beberapa Pekan Mendatang

Analis memperkirakan harga perak akan tetap fluktuatif dalam beberapa pekan mendatang, seiring dengan dinamika pasar global dan kebijakan The Fed. Penurunan tajam saat ini diprediksi akan diikuti fase konsolidasi, di mana investor menilai ulang ekspektasi mereka terhadap logam mulia ini.

Meski koreksi harga perak saat ini cukup tajam, logam mulia ini tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai. Perak menjadi pilihan bagi investor yang ingin mendiversifikasi aset selain emas, meskipun risiko volatilitasnya lebih tinggi. Dengan pendekatan investasi yang tepat, koreksi ini bisa menjadi peluang strategis bagi para investor yang fokus pada akumulasi jangka panjang.

Terkini