PLN

PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Stabil Saat Salat Idulfitri 1447 Hijriah

PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Stabil Saat Salat Idulfitri 1447 Hijriah
PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Stabil Saat Salat Idulfitri 1447 Hijriah

JAKARTA - Keandalan listrik menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran ibadah umat Muslim saat Hari Raya Idulfitri. 

Pada momen yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia, kestabilan pasokan energi menjadi perhatian utama. Tanpa dukungan listrik yang optimal, berbagai aktivitas masyarakat berpotensi terganggu.

Dalam konteks tersebut, PT PLN Persero berhasil memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah. Keberhasilan ini terjadi pada Sabtu, 21 Maret, saat jutaan masyarakat menjalankan ibadah secara bersamaan. Upaya ini menjadi bagian penting dari komitmen PLN selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa seluruh personel PLN berada dalam kondisi siaga penuh. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia. Terutama saat pelaksanaan Salat Idulfitri yang menjadi puncak aktivitas masyarakat.

Komitmen PLN Jaga Keandalan Listrik Nasional

“Idulfitri adalah momen kebersamaan bagi masyarakat. Karena itu, seluruh insan PLN bekerja dengan penuh dedikasi untuk menjaga layanan listrik tetap hadir bagi masyarakat, sehingga ibadah dan kebersamaan keluarga dapat berlangsung dengan nyaman,” ujar Darmawan.

Ia menjelaskan, keandalan listrik selama Idulfitri didukung oleh kapasitas daya mampu pasok nasional sebesar 51,37 gigawatt. Sementara beban puncak tercatat 34,77 gigawatt. Dengan demikian, masih tersedia cadangan daya yang sangat mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik.

PLN juga menetapkan status siaga kelistrikan hingga 31 Maret 2026. Seluruh elemen perusahaan dikerahkan untuk memastikan sistem tetap berjalan optimal. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga layanan publik yang vital.

Pengamanan Ribuan Lokasi Prioritas Nasional

Lebih lanjut, Darmawan menyebutkan bahwa seluruh unit PLN telah melaporkan kondisi kelistrikan di berbagai lokasi prioritas dalam keadaan aman dan terkendali. Pengamanan ini mencakup berbagai titik penting yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sebanyak 4.429 lokasi menjadi fokus pengamanan. Rinciannya meliputi 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, serta 814 rumah sakit. Seluruh lokasi tersebut dipantau secara intensif selama periode Idulfitri.

“Lokasi-lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pada momen Idulfitri ini dengan lancar,” tambahnya.

Kondisi Kelistrikan Wilayah Nusa Tenggara Barat

Dari wilayah Indonesia timur, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di wilayahnya berada dalam kondisi prima. Hal ini terlihat dari ketersediaan daya yang mencukupi selama pelaksanaan Salat Idulfitri.

Pada sistem Lombok, beban saat Salat mencapai 326 megawatt dengan daya mampu 380 megawatt. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 54 megawatt. Kondisi ini menunjukkan sistem berjalan dalam batas aman.

Sementara itu, di sistem Tambora, beban puncak tercatat 139 megawatt dengan daya mampu 188 megawatt. Cadangan daya sebesar 49 megawatt memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala.

“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri,” tutur Sri.

Kesiapan Wilayah Kalselteng dan Banten

Hal serupa juga disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono. Ia memastikan sistem kelistrikan di wilayahnya beroperasi optimal selama Idulfitri berlangsung.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Kalselteng dapat berjalan dengan lancar. Sistem kelistrikan kami beroperasi optimal dan masih didukung cadangan daya yang memadai,” tegas Iwan.

Di wilayah barat Indonesia, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten, Muhammad Joharifin, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kesiapsiagaan sejak awal masa siaga Ramadan dan Idulfitri.

“PLN berhasil menjaga pasokan listrik tetap andal sejak malam takbir hingga pelaksanaan Salat Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat tanpa kendala,” ujar Joharifin.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Dampak Positifnya

Apresiasi juga datang dari Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, yang menilai kesiapan PLN sangat membantu masyarakat. Dukungan listrik yang stabil memberikan rasa aman saat menjalankan ibadah.

“Kami mengapresiasi kesiapan PLN dalam menjaga pasokan listrik selama pelaksanaan Salat Idulfitri. Hal ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Tangerang dalam menjalankan ibadah,” tutup Maesyal.

Keberhasilan PLN dalam menjaga stabilitas listrik tidak hanya berdampak pada kelancaran ibadah. Namun juga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat selama Idulfitri. Hal ini menunjukkan pentingnya peran listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kesiapan yang matang serta koordinasi yang baik di seluruh wilayah, PLN mampu memastikan layanan tetap optimal. Keandalan ini menjadi bukti nyata komitmen dalam melayani masyarakat. Terutama pada momen penting yang melibatkan kebutuhan publik secara luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index