Rekomendasi Saham

Rekomendasi Saham Potensial Saat IHSG Menguat Pada Perdagangan Hari Ini

Rekomendasi Saham Potensial Saat IHSG Menguat Pada Perdagangan Hari Ini
Rekomendasi Saham Potensial Saat IHSG Menguat Pada Perdagangan Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik pada perdagangan hari ini kembali menarik perhatian pelaku pasar. 

Aktivitas transaksi sejak awal sesi menunjukkan dinamika yang cukup aktif dengan kecenderungan indeks yang bergerak menguat.

Penguatan tersebut terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap sejumlah saham yang dipandang memiliki potensi pergerakan positif. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk kembali mencermati peluang trading jangka pendek maupun strategi investasi yang lebih panjang.

Meski indeks menunjukkan kenaikan pada awal perdagangan, analis tetap mengingatkan investor untuk mencermati potensi volatilitas pasar. Faktor global serta aktivitas investor asing masih menjadi elemen penting yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami kenaikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 11 Maret 2026, IHSG berada di posisi 7.484,774.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.24 WIB, IHSG langsung naik hingga sebanyak 74,124 poin setara 1,00 persen ke level 7.515,037.

Adapun sebanyak 435 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 128 saham lainnya melemah dan 1515 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.24 WIB sebanyak Rp2,610 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,701 miliar saham.

Pergerakan IHSG Menguat Pada Awal Perdagangan

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada sesi pagi menunjukkan dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Hal tersebut menandakan adanya optimisme pelaku pasar terhadap potensi penguatan indeks.

Kenaikan indeks pada awal perdagangan juga didukung oleh meningkatnya volume transaksi yang terjadi di pasar saham. Nilai transaksi yang cukup besar menunjukkan tingginya aktivitas jual beli saham di kalangan investor.

Situasi ini mencerminkan bahwa minat investor terhadap pasar saham domestik masih cukup tinggi. Meski demikian, dinamika pasar tetap perlu diperhatikan karena pergerakan indeks bisa berubah seiring perkembangan sentimen pasar.

Potensi Koreksi Masih Membayangi IHSG

Di tengah penguatan indeks pada awal perdagangan, sejumlah analis mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap perlu diwaspadai. Pergerakan pasar saham sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. "Diperkirakan support IHSG 7.300-7.380 dan resist IHSG 7.500-7.560," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.

Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 1,41 persen, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1,93 Triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, BBNI, BUVA, dan BRMS.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investor asing masih memiliki pengaruh cukup besar terhadap pergerakan pasar saham domestik.

Perubahan arus dana asing sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan indeks.

Sentimen Global Turut Pengaruhi Pasar Saham

Selain faktor domestik, kondisi pasar global juga memberikan dampak terhadap pergerakan pasar saham Indonesia. Dinamika yang terjadi di berbagai bursa internasional sering kali menjadi acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.

Sementara itu, indeks saham-saham Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Selasa (10/3), di tengah pelaku pasar tetap wait and see perkembangan konflik Iran di tengah penurunan harga minyak.

Indeks S&P 500 terkoreksi 0,21 persen, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07 persen. Sedangkan, Nasdaq Composite naik tipis 0,01 persen.

Di sisi lain, Bursa Asia berhasil rebound pada perdagangan Selasa.

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 2,9 persen dan Topix naik 2,5 persen. Sejalan, indeks Hang Seng naik 2,2 persen.

Selain itu, indeks Taiex Taiwan naik 2,1 persen, Kospi Korea Selatan melonjak 5,4 persen dan ASX 200 Australia menguat 1,1 persen.

Sementara itu, FTSE Straits Times naik 2,2 persen dan FTSE Malay KLCI bertambah 1,6 persen.

Pergerakan beragam di pasar global tersebut menunjukkan bahwa sentimen internasional masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pasar saham.

Rekomendasi Saham Menarik Untuk Trading Hari Ini

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, analis juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan menarik pada perdagangan hari ini.

Disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan trading idea hari ini, yaitu EMAS, BULL, MEDC, AADI, SCMA, dan AMRT.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya.

EMAS
Spec buy dengan area beli di Rp7.900-Rp8.000, cutloss di bawah Rp7.725. Target dekat di Rp8.125-Rp8.300.

BULL
Spec buy dengan area beli di Rp382-Rp398, cutloss di bawah Rp376. Target dekat di Rp410-Rp430.

MEDC
Buy if break Rp1.730, dengan target dekat di Rp1.765-Rp1.790. Cutloss di bawah Rp1.690.

AADI
Buy on weakness dengan area beli di Rp10.075-Rp10.275, cutloss di bawah Rp10.050. Target dekat di Rp10.450-Rp10.650.

SCMA
Buy on weakness dengan area beli di Rp230-Rp240, cutloss di bawah Rp228. Target dekat di Rp252-Rp268.

AMRT
Spec buy dengan area beli di Rp1.420-Rp1.435, cutloss di bawah Rp1.400. Target dekat di Rp1.465-Rp1.500.

Rekomendasi tersebut dapat menjadi referensi bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum pergerakan pasar pada perdagangan hari ini.

Namun, setiap keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko serta strategi pengelolaan portofolio yang matang.

Dengan memahami dinamika pasar dan memanfaatkan informasi yang tersedia, investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih terukur dalam berinvestasi di pasar saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index