JAKARTA - Suasana arus mudik mulai terasa bahkan sebelum puncak musim Lebaran tiba.
Sejumlah calon penumpang sudah memadati stasiun untuk berangkat lebih awal. Strategi ini dipilih demi perjalanan yang lebih nyaman.
Menghindari lonjakan penumpang dan kenaikan harga tiket jelang Lebaran, sejumlah penumpang kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta memilih mudik awal. Mereka bahkan telah merencanakan perjalanan dan membeli tiket kereta api sebelum bulan Ramadan tiba.
Fenomena ini banyak dilakukan mahasiswa perantau yang ingin memanfaatkan waktu libur lebih panjang. Selain lebih tenang, perjalanan lebih awal juga memberi kesempatan berkumpul lebih lama bersama keluarga di kampung halaman.
Alasan Mahasiswa Memilih Pulang Lebih Cepat
Salah satu pemudik yang juga seorang mahasiswa di Yogyakarta, Syifa, mengaku pulang ke kampung halaman lebih awal, selain sudah libur kuliah dan menghindari kepadatan penumpang, juga supaya bisa lebih lama menikmati bulan Ramadan dan merayakan Lebaran bersama keluarga.
"Mau pulang ke Padang mudik Lebaran, biar lama liburan disana, di Jogja kuliah udah libur," kata Syifa saat ditemui KompasTV di Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin (9/3/2026).
Keputusan tersebut menjadi gambaran perubahan pola perjalanan mahasiswa. Mereka cenderung mengatur jadwal lebih fleksibel agar terhindar dari risiko kehabisan tiket.
Kapasitas Angkutan Lebaran Disiapkan Maksimal
Selama periode Angkutan Lebaran yang akan berlangsung 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan kapasitas angkut hingga 525.350 tempat duduk KA Jarak Jauh, dengan keberangkatan awal dari Daop 6.
Langkah ini menjadi bentuk kesiapan operator dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Ketersediaan kursi diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan perjalanan jarak jauh selama musim mudik.
Penjualan Tiket Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Sementara itu, untuk penjualan tiket per 9 Maret 2026 atau hari ke-19 Ramadan, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat jumlah tiket KA Jarak Jauh yang terjual mencapai 295.747 tiket, atau 56,30% dari total kapasitas yang telah disediakan.
"Hari ini per 9 Maret 2026 atau hari ke-19 Ramadan, Daop 6 mencatat jumlah tiket KA Jarak Jauh KAI Daop 6 Yogyakarta yang terjual mencapai 295.747 tiket atau 56,30% dari total kapasitas yang telah disediakan," ungkap Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Data tersebut menunjukkan minat perjalanan masyarakat sudah tinggi meski puncak arus mudik belum tiba.
Tren Keberangkatan Favorit dan Potensi Kenaikan
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, tren pemesanan tiket keberangkatan KA Jarak Jauh tertinggi sementara ini terjadi pada H+3 Lebaran atau Selasa, 24 Maret 2026.
Pada tanggal tersebut, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 22.835 tiket dalam satu hari. Angka tersebut berpotensi mengalami peningkatan, mengingat proses pemesanan tiket masih terus berlangsung hingga saat ini.
Lonjakan pemesanan setelah hari raya menjadi pola yang terus berulang setiap tahun. Banyak penumpang memanfaatkan momen arus balik untuk kembali ke kota perantauan.
Tambahan Perjalanan Kereta dan Imbauan Pemesanan Dini
Feni juga menambahkan, selama masa angkutan Lebaran 2026, terdapat 12 KA tambahan yang berangkat awal dari stasiun KAI Daop 6. Jumlah KA tambahan tersebut antara lain 10 KA Jarak Jauh Tambahan dan 2 KA Motis.
Penambahan perjalanan ini diharapkan memberi alternatif jadwal bagi masyarakat. Ketersediaan armada ekstra membantu mengurangi kepadatan pada jadwal reguler.
KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian pada masa Lebaran menggunakan kereta api untuk segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket agar tidak kehabisan. Perencanaan lebih awal menjadi kunci perjalanan yang aman dan nyaman.