IHSG

IHSG Dibuka Melemah Nilai Transaksi Rp837 Miliar Awal Perdagangan Hari Ini

IHSG Dibuka Melemah Nilai Transaksi Rp837 Miliar Awal Perdagangan Hari Ini
IHSG Dibuka Melemah Nilai Transaksi Rp837 Miliar Awal Perdagangan Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menghadapi tekanan sejak awal sesi. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG langsung tergelincir ke zona merah saat pembukaan perdagangan Rabu 4 Maret 2026. Tekanan jual yang muncul sejak menit pertama membuat indeks bergerak defensif. Pelaku pasar tampak berhati hati mencermati sentimen eksternal dan domestik.

IHSG melemah 77,26 poin atau 0,97 persen ke level 7.862,51. Koreksi ini memperpanjang tekanan yang sudah terasa dalam beberapa sesi terakhir. Arah pergerakan yang negatif mencerminkan sikap wait and see investor. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan dominasi tekanan jual pada pembukaan pasar.

Dari komposisi perdagangan, saham yang melemah mendominasi dengan 318 saham melemah, sementara 186 saham menguat, dan 454 saham stagnan. Data ini menunjukkan ketimpangan pergerakan yang cukup signifikan. Mayoritas pelaku pasar memilih melepas posisi di tengah ketidakpastian. Situasi ini membuat indeks kesulitan untuk berbalik arah.

Tekanan Jual Mendominasi Perdagangan

Aktivitas transaksi pada awal sesi terbilang cukup ramai meski dibayangi koreksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp837,2 miliar dengan volume 1,78 miliar saham dan frekuensi 100,7 ribu kali transaksi. Angka tersebut mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga. Namun tekanan jual lebih kuat dibanding minat beli.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di posisi Rp14.025 triliun. Nilai tersebut masih menunjukkan besarnya skala pasar modal domestik. Meski indeks melemah, ukuran kapitalisasi tetap mencerminkan daya tahan pasar. Investor institusi maupun ritel tetap aktif melakukan transaksi.

Koreksi yang terjadi sejak pembukaan memberi sinyal bahwa sentimen global dan komoditas masih menjadi perhatian utama. Kenaikan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik turut memengaruhi persepsi risiko. Pasar cenderung bereaksi cepat terhadap perkembangan eksternal.

Mayoritas Sektor Bergerak Negatif

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah, di antaranya sektor bahan baku turun 3,59 persen, sektor non primer juga terkoreksi 2,7 persen, teknologi melemah 1,43 persen, properti turun 1,13 persen. Tekanan pada sektor bahan baku menjadi yang paling dalam. Kondisi ini sejalan dengan volatilitas harga komoditas global.

Kemudian, sektor energi turun 0,85 persen, keuangan terkoreksi 0,78 persen, infrastruktur melemah 0,98 persen, serta transportasi turun 1 persen. Pelemahan yang merata menunjukkan tekanan tidak hanya terpusat pada satu sektor. Investor melakukan penyesuaian portofolio secara luas.

Sementara itu, sektor kesehatan relatif stabil dengan penurunan tipis 0,06 persen dan perindustrian melemah 0,46 persen. Stabilitas sektor kesehatan menjadi penopang agar koreksi tidak semakin dalam. Meski begitu, tekanan umum tetap mendominasi lanskap perdagangan.

Kondisi sektoral yang kompak melemah memperlihatkan bahwa sentimen pasar masih rapuh. Minimnya katalis positif jangka pendek membuat pelaku pasar lebih selektif. Strategi defensif menjadi pilihan utama pada awal sesi perdagangan.

Pergerakan Saham Top Gainers

Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. Tiga saham yang memimpin top gainers di antaranya PT Satria Mega Kencana Tbk SOTS naik 24,59 persen ke Rp1.140. Lonjakan ini menarik perhatian pelaku pasar. Kenaikan tajam terjadi di saat mayoritas saham terkoreksi.

Selanjutnya, PT Megapower Makmur Tbk MPOW menguat 19,38 persen ke level Rp154. Pergerakan positif ini menunjukkan adanya minat beli selektif. Investor tampak memanfaatkan momentum tertentu pada saham berkapitalisasi kecil.

Selain itu, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk RMKO melesat 13,79 persen di harga 825. Penguatan saham saham ini memberikan warna berbeda di tengah pelemahan pasar. Meski tidak mampu mengangkat indeks secara keseluruhan, kinerja positif tersebut tetap menjadi sorotan.

Fenomena top gainers menunjukkan bahwa peluang tetap terbuka di tengah kondisi sulit. Trader jangka pendek memanfaatkan volatilitas untuk meraih keuntungan. Namun risiko tetap tinggi mengingat arah pasar utama masih negatif.

Daftar Saham Top Losers

Sementara itu, tekanan paling dalam dialami sejumlah saham yang masuk jajaran top losers. PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk SIPD terkoreksi 14,98 persen ke harga Rp965. Koreksi tajam ini menjadi salah satu yang terdalam pada sesi pembukaan.

Kemudian PT Indospring Tbk INDS turun 14,68 persen ke level Rp930. Pelemahan signifikan tersebut mencerminkan aksi jual besar. Tekanan terjadi seiring sentimen negatif yang menyelimuti pasar secara umum.

PT Royalindo Investa Wijaya Tbk INDO juga melemah 12,17 persen ke Rp202. Pergerakan negatif saham saham ini mempertegas dominasi tekanan jual. Investor cenderung mengurangi eksposur pada saham dengan volatilitas tinggi.

Kondisi top losers menegaskan bahwa risiko koreksi masih membayangi perdagangan hari ini. Selama sentimen global belum stabil, pergerakan indeks berpotensi tetap fluktuatif. Pelaku pasar disarankan mencermati dinamika sektor serta arus transaksi untuk menentukan strategi yang tepat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index