JAKARTA - Seleksi calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2026 menghadirkan daftar kandidat berpengalaman di sektor keuangan dan regulasi.
Seleksi calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2026 menghadirkan daftar kandidat berpengalaman di sektor keuangan dan regulasiTahapan administratif telah selesai, menyingkirkan peserta yang belum memenuhi persyaratan formal. Proses ini menjadi titik awal bagi publik untuk mengenal figur yang berpotensi memimpin lembaga pengawas keuangan Indonesia.
Bursa calon Anggota Dewan Komisioner OJK diisi figur-figur dengan latar belakang kuat di sektor keuangan. Dari pejabat senior OJK dan Bank Indonesia hingga pengelola Danantara, para kandidat menunjukkan kompetensi tinggi. Ketua Panitia Seleksi, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa keputusan lolos seleksi administratif bersifat final dan mengikat.
Para peserta yang lulus berhak mengikuti tahapan berikutnya, meliputi masukan masyarakat, penelusuran rekam jejak, asesmen, pemeriksaan kesehatan, serta wawancara. Panitia Seleksi juga membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan masukan terkait integritas, rekam jejak, dan perilaku calon.
Tahapan Seleksi dan Partisipasi Publik
Briefing persiapan pemeriksaan kesehatan dan asesmen dijadwalkan pada 6 Maret 2026. Pemeriksaan kesehatan berlangsung pada 9 Maret 2026 di RSPAD Gatot Soebroto. Sedangkan asesmen akan digelar pada 10–11 Maret 2026. Tahapan wawancara direncanakan 25–26 Maret 2026, menandai fase kritis penentuan calon final.
Hasil akhir seleksi akan diumumkan melalui laman resmi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Mekanisme ini memastikan transparansi dan keterbukaan proses seleksi. Masukan masyarakat menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh calon komisioner.
Partisipasi publik menjadi penting karena OJK berperan langsung dalam pengawasan lembaga jasa keuangan. Integritas dan rekam jejak kandidat dinilai krusial demi kredibilitas dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Kandidat Berpengalaman di Regulasi dan Keuangan
Beberapa kandidat memiliki latar belakang akademik dan profesional yang kuat. Adi Budiarso, misalnya, kini menjabat Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Kementerian Keuangan. Ia meraih gelar DBA dari University of Canberra dan Master of Accounting dari University of Southern California.
Agus Sugiarto merupakan Komisaris Independen Danantara Asset Management dan pernah menjabat sebagai Advisor OJK serta Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan. Anton Daryono adalah Direktur Eksekutif Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia.
Ary Zulfikar memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di bidang hukum, dengan gelar Doktor Hukum dari Universitas Padjajaran. Bambang Mukti Riyadi fokus pada hubungan internasional, APU-PPT, dan daerah di OJK. Boby Wahyu Hernawan menjabat Direktur Kerja Sama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan Kementerian Keuangan.
Pengalaman Lembaga Penjamin Simpanan dan OJK Regional
Danu Febrianto adalah Direktur Eksekutif Keuangan LPS, sementara Darmansyah menjabat Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, dan Logistik OJK. Dhani Gunawan Idat menjadi Komisaris Utama BPRS HIK Parahyangan, dengan pengalaman di pengawasan perbankan OJK.
Dicky Kartikoyono kini Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Dwityapoetra Soeyasa Besar memimpin Surveilans, Pemeriksaan, dan Statistik LPS, serta memiliki pengalaman internasional di Bank of England dan Asian Development Bank Institute.
Pemimpin di Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan ITSK
Friderica Widyasari Dewi merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK. Hasan Fawzi memimpin pengawasan aset digital dan kripto OJK, sekaligus menjabat sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Hernawan Bekti Sasongko adalah anggota Badan Supervisi OJK, sebelumnya Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk. Hidayat Prabowo kini memimpin OJK Provinsi Jawa Tengah dan memiliki pengalaman luas di audit internal dan manajemen risiko.
Kandidat dengan Latar Belakang Bank Sentral dan BUMN
Iskandar Simorangkir menjabat Wakil Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia, dengan pengalaman di Deputi Koordinasi Ekonomi Makro Kemenko Perekonomian. Lasmaida Gultom memimpin Literasi dan Edukasi Keuangan OJK selama lebih dari satu dekade.
Orias Petrus Moedak memiliki pengalaman sebagai Komisaris Utama PT RJL Maritime Logistics dan mantan eksekutif BUMN. Pahala Nugraha Mansury adalah Komisaris Utama Danantara Investment Management dan pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri serta Wakil Menteri BUMN. Rizal Ramadhani kini Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK.
Ke-20 kandidat ini membawa pengalaman akademik dan profesional yang luas. Dengan latar belakang di perbankan, pasar modal, BUMN, dan lembaga internasional, mereka siap menghadapi tantangan pengawasan jasa keuangan di era modern. Proses seleksi lanjutan akan menentukan siapa yang layak menempati posisi strategis di OJK.