Transportasi

UII Maksimalkan Visibilitas Kampus Lewat Transportasi Umum Jakarta Kreatif

UII Maksimalkan Visibilitas Kampus Lewat Transportasi Umum Jakarta Kreatif
UII Maksimalkan Visibilitas Kampus Lewat Transportasi Umum Jakarta Kreatif

JAKARTA - Di tengah persaingan sengit antar perguruan tinggi, Universitas Islam Indonesia (UII) mengambil langkah inovatif untuk meningkatkan visibilitasnya. 

Alih-alih hanya mengandalkan promosi digital, UII memilih ruang publik sebagai media komunikasi strategis. Langkah ini bertujuan untuk menghadirkan identitas kampus secara nyata di kehidupan sehari-hari masyarakat.

UII menghadirkan livery “I’m UII” pada armada TransJakarta, sehingga ribuan penumpang setiap hari melihat identitas kampus ini. Strategi ini bukan sekadar pemasangan iklan, tetapi bagian dari upaya membangun citra dan mengingatkan publik akan eksistensi kampus serta kontribusinya melalui prestasi dan alumni yang berkiprah.

Rektor UII, Prof Fathul Wahid, menekankan pentingnya mengingatkan masyarakat secara konsisten. "Itu untuk mengingatkan publik, karena kami sadar memori publik kan pendek ya. Makanya kami ingatkan terus bahwa kami ada, kami berkiprah, kami punya prestasi, kami punya alumni yang menebar banyak manfaat," ujar Prof Fathul.

Transportasi Publik Sebagai Media Strategis Kampus

UII sebelumnya telah memanfaatkan bus Trans Jogja serta kereta api seperti Sancaka dan Taksaka untuk menampilkan identitas kampus. Pemilihan moda transportasi publik dianggap efektif karena menjangkau khalayak luas dengan frekuensi berulang. Setiap perjalanan menjadi momen penguatan citra kampus bagi penumpang harian maupun lintas kota.

Menurut Prof Fathul, transportasi publik bukan sekadar media beriklan. Ada filosofi yang menyertainya. “Selain menjangkau masyarakat, ini juga sejalan dengan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan upaya mengurangi konsumsi energi fosil,” jelasnya. Strategi ini membawa pesan keberlanjutan sekaligus memperkuat citra kampus modern dan peduli lingkungan.

Penggunaan transportasi publik memungkinkan kampus mengkomunikasikan nilai-nilai strategis, sekaligus menyapa publik secara konsisten tanpa membebani lingkungan dengan konsumsi energi tambahan. Hal ini menjadikan promosi UII berbeda dari kampus lain yang hanya mengandalkan media digital atau cetak.

Makna Historis dan Perluasan Kiprah UII

Pemilihan Jakarta sebagai lokasi promosi memiliki nilai historis. UII lahir di Jakarta sebelum berkembang di Yogyakarta, sehingga livery di ibu kota dimaknai sebagai simbol ‘pulang kampung’. Sementara pemasangan iklan di kereta yang menjangkau Surabaya menjadi simbol perluasan pengaruh kampus ke berbagai wilayah.

“UII dulu lahirnya di Jakarta, jadi kita itu ini ‘pulang kampung’ kira-kira gitu ke Jakarta. Dan kemarin, ketika kami memasang iklan di kereta sampai ke Surabaya, itu simbol perluasan, kira-kira seperti itu,” jelas Prof Fathul. Strategi ini menghadirkan narasi kuat yang menghubungkan sejarah, prestasi, dan aspirasi kampus dalam satu kampanye visual.

Selain aspek historis, penggunaan moda transportasi lintas kota juga memperluas jangkauan audiens. Penumpang kereta dari berbagai kota berkesempatan mengenal UII, sekaligus melihat komitmen kampus terhadap pendidikan dan kontribusi sosialnya.

Kontribusi Terhadap Lingkungan dan Mobilitas Ramah Energi

Pemilihan transportasi publik juga membawa pesan keberlanjutan. Dengan menggunakan bus dan kereta yang ramah lingkungan, UII ingin terasosiasi dengan mobilitas yang lebih hijau. Langkah ini mendukung upaya global mengurangi polusi dan konsumsi bahan bakar fosil, sekaligus menanamkan kesadaran pada masyarakat tentang gaya hidup berkelanjutan.

“Promosi ini tidak hanya soal branding, tetapi juga pesan bahwa kampus peduli lingkungan dan mendukung mobilitas yang lebih bersih,” jelas Prof Fathul. Pendekatan ini menjadikan kampanye pemasaran UII memiliki dimensi edukatif sekaligus visual.

Selain aspek lingkungan, penggunaan transportasi umum juga efisien dan strategis. UII dapat menjangkau banyak kota tanpa perlu mengoperasikan armada sendiri, sehingga kampanye tetap hemat biaya namun efektif.

Pendekatan Kreatif Dalam Branding Perguruan Tinggi

Langkah UII menjadi contoh kreatif dalam membangun citra perguruan tinggi. Alih-alih mengikuti cara konvensional seperti billboard atau media sosial semata, kampus memanfaatkan ruang publik sebagai titik interaksi langsung dengan masyarakat. Setiap livery yang terlihat penumpang berulang kali menjadi pengingat visual yang kuat.

Prof Fathul menambahkan, kampus tidak berencana memiliki moda transportasi sendiri. “Kalau sampai punya transportasi umum sendiri tidak. Kami berbagi tugas dengan pelaku usaha, enggak boleh itu memonopoli pahala,” ujarnya santai. Strategi ini menunjukkan pendekatan kolaboratif yang tetap menjaga etika dan efektivitas pemasaran.

Kampus berharap melalui inovasi ini, UII semakin dikenal di berbagai kota, membangun citra positif, dan menarik minat calon mahasiswa baru. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi modern perlu memanfaatkan ruang publik secara kreatif dan strategis.

Pentingnya Konsistensi dalam Membangun Citra

Prof Fathul menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci. Memori publik yang terbatas menuntut kampus hadir secara berulang di ruang publik. Strategi ini memastikan masyarakat mengenal prestasi, kiprah, dan nilai-nilai yang diusung kampus, sehingga keputusan calon mahasiswa lebih terinformasi dan tepat.

Dengan livery “I’m UII” di bus dan kereta, kampus tidak hanya membangun citra, tetapi juga menanamkan identitasnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pendekatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang terhadap reputasi dan daya tarik UII sebagai perguruan tinggi unggul.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index