JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026/1447 H akan terjadi pada 18 Maret, dengan mayoritas pemudik menuju Jawa Tengah.
Data Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub menunjukkan kepadatan memang diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran.
Melalui kebijakan work from anywhere (WFA), pemerintah berharap puncak kepadatan dapat tersebar mulai tanggal 13 Maret. “Hitungannya 18 Maret [puncak arus mudik]. Tetapi dengan WFA, kami harapkan puncak itu bisa tersebar ke tanggal-tanggal mulai hari Jumat,” ujar Dudy di Stasiun Gambir, Rabu.
Pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran diperkirakan mencapai 143,91 juta orang, setara 50,60 persen penduduk Indonesia. Pemudik terbanyak berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta 19,93 juta orang dan Jawa Timur 17,12 juta orang.
Sedangkan tujuan pemudik paling dominan mengarah ke Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang, diikuti Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang. Data ini menjadi acuan dalam persiapan pengaturan transportasi di jalur mudik utama.
Asal dan Tujuan Pergerakan Masyarakat
Pada tingkat kabupaten-kota, asal perjalanan mayoritas dari wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Pemudik dari Jabodetabek banyak memilih Jawa Tengah sebagai tujuan utama.
Di Jabodetabek, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang menjadi pusat asal pemudik. Sementara tujuan favorit masyarakat dari wilayah ini tetap mengarah ke kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Pola ini memengaruhi penempatan pos pengamanan dan manajemen lalu lintas di jalur utama.
Moda Transportasi dan Jalur Pilihan Pemudik
Kemenhub mencatat mobil pribadi menjadi moda transportasi paling dominan digunakan sebanyak 76,24 juta orang. Sepeda motor menempati urutan kedua dengan 24,08 juta orang, diikuti bus dengan 23,34 juta orang.
Mayoritas pengguna mobil pribadi akan melalui jalan tol sebanyak 50,63 juta orang. Sementara pengguna sepeda motor sebagian besar memilih jalur alternatif non-tol, yakni 8,65 juta orang. Pola ini menjadi pertimbangan utama dalam penempatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.
Simpul Transportasi Terpadat Selama Mudik
Stasiun asal terpadat diprediksi Stasiun Pasar Senen dengan perkiraan 2,38 juta penumpang. Sedangkan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu, yang menampung sekitar 867.000 penumpang.
Untuk bandara, Bandara Soekarno Hatta menjadi asal terpadat dengan proyeksi 2,13 juta penumpang, sedangkan tujuan terpadat juga di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 1,05 juta orang. Terminal Pulo Gebang diperkirakan menampung 2,31 juta penumpang sebagai asal, sementara terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebanyak 1,44 juta orang.
Pelabuhan dan Penyeberangan Terpadat
Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan asal terpadat dengan 214.000 orang, sedangkan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158.000 orang. Jalur penyeberangan Merak–Bakauheni diperkirakan menampung 6,06 juta orang, menjadi titik strategis yang perlu perhatian intensif.
Imbauan Keselamatan dan Penggunaan Transportasi Umum
Menhub Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi umum untuk mudik. Langkah ini diharapkan meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, dan menekan risiko kecelakaan akibat mobilitas tinggi.
Koordinasi antar-operator transportasi, kepolisian, dan TNI juga diterapkan di simpul dan koridor padat. Penempatan pos pengamanan, rest area, serta pengaturan arus kendaraan menjadi fokus agar arus mudik 2026 dapat berjalan aman dan lancar.