JAKARTA - Memasak perkedel kentang kerap dianggap sederhana, padahal banyak detail kecil yang menentukan hasil akhirnya.
Kesalahan pada tahap awal bisa membuat tekstur mudah hancur atau terasa terlalu berminyak saat disantap. Karena itu, memahami teknik sejak pemilihan kentang hingga proses penggorengan menjadi kunci utama keberhasilan.
Masalah yang paling sering muncul adalah adonan yang lembek akibat kadar air berlebih. Selain itu, suhu minyak yang kurang tepat juga menyebabkan perkedel menyerap terlalu banyak lemak. Padahal, cara membuat perkedel yang benar sangat bergantung pada kombinasi bahan, suhu, dan teknik membentuk adonan.
Resep Perkedel Kentang Yang Padat Dan Gurih
Perkedel Kentang Daging. Qwen.Ai
Bahan-Bahan:
500 gram kentang tua
1 butir telur
1 sdm tepung terigu atau maizena
1 batang daun seledri
Bumbu Halus:
3 siung bawang putih goreng
4 butir bawang merah goreng
½ sdt lada bubuk
1 sdt garam
¼ butir pala bubuk
Komposisi bahan di atas dirancang untuk menghasilkan adonan yang padat namun tetap lembut di bagian dalam. Penggunaan kentang tua sangat dianjurkan karena kadar patinya lebih tinggi dibandingkan kentang muda. Tepung terigu atau maizena berfungsi sebagai pengikat agar struktur tidak mudah pecah.
Bumbu halus yang terdiri dari bawang putih goreng dan bawang merah goreng memberi aroma khas sekaligus rasa gurih alami. Lada, garam, dan pala bubuk memperkaya cita rasa tanpa membuatnya berlebihan. Irisan seledri memberikan sentuhan segar pada setiap gigitan.
Langkah Membuat Perkedel Agar Tidak Hancur
Potong kentang menjadi beberapa bagian, lalu goreng hingga matang. Hindari merebus kentang karena akan meningkatkan kadar air yang membuat perkedel lembek dan menyerap banyak minyak
Segera tumbuk kentang goreng saat masih panas agar teksturnya lebih halus dan tidak kenyal. Masukkan bumbu halus, irisan seledri, kuning telur, dan tepung terigu ke dalam adonan, lalu aduk hingga rata.
Ambil sedikit adonan, kemudian bentuk menjadi bulat pipih sesuai selera. Pastikan adonan perkedel padat dan tidak ada retakan di permukaannya.
Celupkan perkedel yang sudah dibentuk ke dalam kocokan putih telur. Lapisan ini berfungsi sebagai segel agar minyak tidak masuk ke bagian dalam kentang.
Gunakan minyak yang cukup banyak hingga perkedel terendam. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum dimasukkan. Goreng dengan api sedang dan hanya balik perkedel satu kali agar tidak hancur atau berminyak.
Angkat perkedel yang sudah berwarna coklat keemasan, lalu tiriskan dengan posisi berdiri di atas kertas serap minyak.
Setiap langkah tersebut memiliki peran penting dalam menjaga struktur perkedel. Menggoreng kentang alih-alih merebusnya membantu mengurangi kadar air berlebih. Sementara itu, proses membalik satu kali saja menjaga lapisan telur tetap utuh.
Rahasia Membuat Perkedel Renyah Dan Tidak Berminyak
Matangkan Kentang dengan Cara Digoreng atau Dikukus
Hindari merebus kentang karena air akan terserap ke dalam pori-pori kentang. Selain itu, merebus kentang akan membuat adonan menjadi lembek dan cenderung menyerap lebih banyak minyak saat digoreng ulang. Sebaiknya, goreng kentang terlebih dahulu supaya hasil teksturnya lebih kasat dan kering.
Gunakan Kentang Tua
Pilih kentang yang sudah tua atau berwarna coklat gelap karena memiliki kadar pati yang lebih tinggi dan kadar air yang rendah. Kentang muda cenderung mengandung banyak air yang membuat perkedel sulit kokoh.
Tambahkan Bahan Pengikat
Mencampurkan sedikit tepung terigu atau maizena ke dalam adonan berfungsi untuk mengikat bahan-bahan sehingga perkedel tidak mudah hancur dan permukaannya lebih cepat mengeras saat terkena minyak panas.
Teknik sederhana ini sering kali diabaikan, padahal sangat berpengaruh pada hasil akhir. Tepung membantu menciptakan struktur yang stabil tanpa mengubah rasa asli kentang. Dengan takaran tepat, tekstur tetap lembut di dalam namun kokoh di luar.
Teknik Penggorengan Yang Tepat
Lapisi dengan Kocokan Telur
Sebelum masuk ke wajan, pastikan setiap butir perkedel terbalur rata dengan putih telur atau telur utuh yang dikocok. Lapisan telur ini akan membentuk benteng pelindung yang mencegah minyak masuk ke dalam pori-pori kentang.
Suhu Minyak Harus Panas
Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum memasukkan perkedel. Jika minyak kurang panas, maka perkedel akan terendam lebih lama dan menyerap lemak. Sebaliknya, jika terlalu panas, bagian luar akan gosong sementara bagian dalam masih basah.
Dinginkan Adonan di Kulkas
Jika memiliki waktu lebih, simpan adonan yang sudah dibentuk di dalam kulkas selama 30-60 menit sebelum digoreng. Hal ini membantu lemak dalam adonan memadat sehingga perkedel lebih kokoh dan tidak gampang pecah saat terkena panas.
Jangan Terlalu Sering Membolak balik Perkedel
Cukup balik perkedel satu kali saja setelah bagian bawahnya benar-benar kering dan berwarna cokelat keemasan. Terlalu sering membolak-balik perkedel hanya akan menghancurkan struktur telur pelapis dan membuat minyak masuk ke dalam adonan
Dengan menerapkan seluruh teknik tersebut, perkedel akan memiliki lapisan luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Hasilnya tidak hanya lebih enak, tetapi juga tampak lebih menarik saat disajikan. Kunci utamanya terletak pada pengendalian kadar air, penggunaan bahan pengikat, serta pengaturan suhu minyak yang konsisten.