Perak

Harga Perak 19 Februari 2026 Melonjak Tajam Dipicu Geopolitik Global

Harga Perak 19 Februari 2026 Melonjak Tajam Dipicu Geopolitik Global
Harga Perak 19 Februari 2026 Melonjak Tajam Dipicu Geopolitik Global

JAKARTA - Lonjakan harga perak menjadi perhatian pasar global pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2026. 

Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat, logam mulia ini kembali diburu sebagai aset lindung nilai. Pergerakan tajam tersebut sekaligus memulihkan sebagian besar pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya.

Harga perak berakhir melonjak tajam pada hari Rabu, terdukung peningkatan permintaan safe haven terpicu masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran dan belum tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina. Sentimen geopolitik kembali menjadi pendorong utama pergerakan logam mulia di pasar internasional.

Harga perak spot ditutup melonjak 4,96% pada $77,19. Sementara itu, harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 ditutup melonjak tajam 5,52% pada $77,60. Kenaikan ini menunjukkan respons kuat pelaku pasar terhadap risiko global yang belum mereda.

Harga perak melonjak tajam, memulihkan sebagian besar kerugian tajam hari Selasa terdukung permintaan safe-haven. Kondisi tersebut mencerminkan pola klasik ketika investor mencari instrumen aman saat ketegangan politik dan militer meningkat.

Ketegangan AS Iran dan Rusia Ukraina Dorong Safe Haven

Perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama lonjakan harga. Iran pada hari Selasa mengatakan telah mencapai serangkaian “prinsip panduan” dengan AS untuk pembicaraan nuklir, meskipun menteri luar negerinya memperingatkan bahwa kesepakatan akhir belum akan segera tercapai.

Situasi ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih berjalan, namun belum memberikan kepastian konkret bagi pasar. Ketidakpastian tersebut memicu kekhawatiran investor dan mendorong aliran dana ke aset safe haven seperti perak.

Di sisi lain, konflik antara Rusia dan Ukraina juga belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Hari pertama pembicaraan perdamaian Ukraina-Rusia yang dimediasi AS di Jenewa berakhir hanya setelah dua jam, dengan Presiden Zelenskiy menggambarkan diskusi tersebut sebagai “sulit” dan menuduh Moskow mengulur waktu.

Singkatnya durasi pembicaraan tersebut memperkuat pandangan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Ketegangan geopolitik yang berlarut-larut inilah yang terus menopang harga perak di level tinggi.

Ekspektasi Suku Bunga dan Data Tenaga Kerja AS

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Pelaku pasar saat ini memperkirakan total dua kali penurunan suku bunga tahun ini, dengan penurunan pertama diperkirakan terjadi pada bulan Juni, menurut FedWatch Tool dari CME.

Ekspektasi tersebut memengaruhi pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Ketika peluang penurunan suku bunga meningkat, logam mulia cenderung mendapatkan dukungan karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS minggu lalu yang diindikasikan menurun. Data ini menjadi indikator penting kondisi pasar tenaga kerja yang dapat memengaruhi sikap bank sentral terhadap kebijakan suku bunga.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bostic, Bowman, Kashkari. Komentar para pejabat tersebut berpotensi memicu volatilitas tambahan, terutama jika bernada hawkish dan mendukung penguatan dolar AS.

Prospek Perdagangan dan Risiko Penguatan Dolar

Analis Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut. Penguatan mata uang AS biasanya memberikan tekanan pada harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar.

Selain itu, perkembangan ketegangan AS-Iran dan Rusia-Ukraina akan tetap menjadi perhatian utama. Jika konflik terus meningkat, maka permintaan safe haven dapat kembali menguatkan harga perak di pasar global.

Namun jika data tenaga kerja AS terealisir turun dan pernyataan pejabat Fed bernada hawkish serta menguatkan dolar AS, akan menekan harga perak. Kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar ini akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Pelaku pasar disarankan mencermati keseimbangan antara risiko geopolitik dan dinamika dolar AS. Fluktuasi yang tinggi membuka peluang sekaligus risiko, sehingga manajemen risiko menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.

Level Support dan Resistance Harga Perak

Secara teknikal, harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $73,57-$66,96. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $79,57-$81,96. Rentang ini menjadi acuan penting bagi trader dalam menentukan strategi masuk dan keluar pasar.

Untuk harga perak berjangka AS, diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $73,79-$69,99. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $79,86-$82,13. Level-level ini mencerminkan potensi volatilitas lanjutan dalam jangka pendek.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik dan arah kebijakan moneter AS, harga perak masih berpotensi bergerak dinamis. Investor dan trader perlu mencermati perkembangan terbaru agar dapat mengantisipasi perubahan tren secara lebih akurat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index