JAKARTA - Memasuki bulan suci Ramadan 2026, persiapan sahur menjadi perhatian utama bagi banyak keluarga.
Sahur yang praktis namun bergizi sangat penting untuk menjaga energi selama berpuasa seharian. Menu yang simpel dan cepat menjadi favorit, terutama bagi mereka yang harus bangun dini hari dengan waktu terbatas.
Masakan ala Priangan atau Sunda menawarkan berbagai hidangan sahur yang mudah dibuat, sehat, dan tetap lezat. Dengan bahan lokal, rempah sederhana, dan teknik memasak cepat, keluarga bisa menikmati sahur tanpa repot. Berikut lima rekomendasi menu khas Priangan yang bisa dijadikan inspirasi sahur.
Nasi Timbel dengan Ayam Goreng dan Lalapan
Nasi timbel adalah nasi kukus yang dibungkus daun pisang, memberikan aroma khas yang menggugah selera. Hidangan ini ringan, mengenyangkan, dan cocok untuk sahur cepat. Siapkan beras, ayam, bayam, timun, daun pisang, garam, dan minyak goreng.
Cara membuatnya mudah: kukus beras hingga matang dan bungkus dengan daun pisang. Goreng ayam yang sudah dibumbui garam hingga kecoklatan. Rebus bayam sebentar, kemudian sajikan bersama lalapan dan irisan timun. Tambahkan sambal terasi sesuai selera.
Nasi Liwet dengan Ayam dan Sambal Terasi
Nasi liwet khas Sunda memiliki aroma gurih dan cita rasa klasik yang cocok untuk sahur. Kombinasi nasi, ayam, dan sambal terasi memberi energi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Bahan yang dibutuhkan: beras, ayam, daun salam, bawang putih, dan garam.
Cuci beras, masukkan air, daun salam, bawang putih cincang, dan ayam berbumbu garam. Masak hingga nasi matang dan ayam empuk. Sajikan dengan sambal terasi, baik buatan sendiri atau sachet. Menu ini cepat dibuat dan tetap mengenyangkan.
Sayur Asem dengan Ikan Asin
Sayur asem khas Sunda ringan dan segar, ideal untuk sahur tanpa rasa berat. Tambahan ikan asin memberi asupan omega-3 yang baik untuk tubuh. Bahan: kangkung, tomat, asam jawa, ikan asin, bawang merah, jagung manis, dan terong.
Rebus air, tambahkan bawang merah, tomat, asam jawa, dan ikan asin hingga mendidih. Masukkan kangkung, jagung manis, dan terong, lalu rebus sebentar. Pilih ikan asin yang tidak terlalu asin untuk menjaga keseimbangan elektrolit selama puasa.
Pepes Tahu dengan Lalapan Segar
Pepes tahu praktis, rendah kalori, dan cepat dibuat untuk sahur. Menu ini bisa dipadukan dengan lalapan segar dan sumber protein tambahan. Bahan: tahu, telur, bawang putih, daun pisang atau aluminium foil, lalapan, dan garam.
Haluskan tahu, campur telur, bawang putih cincang, dan garam. Bungkus adonan dengan daun pisang, kukus selama 10 menit. Sajikan dengan lalapan yang tersedia. Tahu memberi protein nabati yang mudah dicerna, cocok untuk menjaga stamina puasa.
Bubur Ayam Sunda dengan Kecap
Bubur ayam Sunda hangat, gurih, dan pedas, pas untuk sahur yang menenangkan perut. Menu ini menyediakan karbohidrat dari beras dan protein dari ayam untuk energi bertahap. Bahan: beras, ayam suwir, bawang putih, kecap manis, sambal, dan garam.
Rebus beras hingga menjadi bubur kental. Tumis bawang putih, tambahkan ayam suwir, kecap, dan sambal. Aduk rata, lalu campurkan ke bubur. Sajikan selagi hangat agar sahur lebih nikmat dan memberi energi sepanjang hari.
Kombinasi Menu Praktis dan Bergizi untuk Sahur
Kelima menu sahur ala Priangan di atas menekankan kepraktisan, rasa lezat, dan kandungan gizi yang seimbang. Menu seperti nasi timbel dan nasi liwet memberi karbohidrat dan protein, sedangkan sayur asem dan pepes tahu memberi serat serta vitamin.
Dengan memilih menu sahur praktis, keluarga tetap dapat menikmati sahur hangat, mengenyangkan, dan bergizi tanpa repot. Bahan yang mudah didapat dan proses memasak cepat membantu ibu rumah tangga atau siapa pun yang bertugas menyiapkan sahur lebih efisien.
Selain itu, kombinasi menu berat dan lauk sederhana ala Priangan bisa disajikan bersamaan dengan sambal atau lalapan untuk menambah cita rasa. Strategi ini memudahkan keluarga mendapatkan asupan seimbang agar tubuh tetap fit selama berpuasa.
Memulai persiapan sahur lebih awal dan memilih menu ala Priangan memungkinkan pengalaman sahur lebih menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya memberi energi, tetapi juga menjaga tradisi kuliner lokal dan kebersamaan keluarga saat bulan Ramadan.